Jumat, 08 Maret 2019

Makan Sambil Bersantai Nyaman di Café Selasih



“Bunda, habis beli tas nanti makan siangnya di Selasih ya, kan udah lama nggak makan di sana.” Nah, ini bujukan khas anak-anak, “udah lama nggak”. Minggu ini bilang udah lama enggak ke Selasih, minggu depan bilang udah lama nggak ke Alas Daun, minggu depan dll. Saya hanya senyum, namanya juga anak-anak. Tak harus semuanya dituruti, sesuaikan sikon saja.
Hari ini jadwalnya padat merayap. Pagi hari kami menuju grapari telkomsel di samping Taman Lansia. Mau membetulkan HP yang sudah lama tak bisa dipakai buat SMS. Sebenarnya tidak terlalu masalah, toh saya juga jarang pakai SMS. Tapi saat perlu nelpon lama kesulitan karena tak bisa memakai program TM ON. Jebol dong pulsaku nelpon pakai tarif biasa. Setelah menunggu lama akhirnya pulang dengan tangan kosong akibat lupa membawa KTP hiks … Duh, ini ulah si Bungsu yang suka mainin dompet sehingga kartunya tercecer.
Setelah dari grapari kami ke JL. Sumatera buat nyari tas anak-anak yang udah kekecilan di Eiger. Lumayan juga satu jam kami bolak-balik milih tas hingga menemukan yang cocok. Kalau dilurusin entah sudah berapa KM yang kami tempuh. Kaki pegal, perut keruyukan, dan badan penat pas banget saatnya buat makan siang. Langsung ke Café Selasih sesuai request anak-anak.
Café Selasih berada di daerah Cikutra. Terlewati oleh angkot warna pink Cicaheum - Riung Bandung, jalan kaki beberapa meter ke dalam gang besar sampai deh di Café Selasih. Membawa mobil atau motor sendiri pun mudah, tempat parkirnya cukup luas.
Saat masuk Café, kita akan langsung disuguhi pemandangan aneka perabotan dari kayu. Model dan bahannya terlihat bagus. Kita bisa melihat-lihat mebel sambil menunggu pesanan datang.
Anak-anak suka sekali ke Café ini karena pilihan menunya banyak sekali. Jadi mereka bisa milih sesuai keinginan dan mencoba-coba menu baru. Café ini menyediakan mulai dari makanan khas nusantara, Timur Tengah, Cina, Jepang, hingga Eropa. Kita pun tak usah khawatir karena kisaran harganya tak bikin kantong bolong.
pilihan menu di Cafe selasih

Variasi menu yang banyak juga saya kira merupakan kelebihan Café Selasih. Kita bisa berkumpul bersama teman-teman atau buka bersama keluarga besar, seperti yang keluarga kami lakukan dulu, dengan menu pilihan masing-masing. Kita pun bisa memilih tempat duduk apakah mau di kursi atau lesehan.
Jika tengah ingin bersantai dan waktunya luang kami memilih duduk lesehan. Nyaman buat anak-anak bermain sambil menunggu pesanan datang. Apalagi pas si Kecil masih bayi, bisa ditidurkan selagi bundanya menikmati hidangan. Tapi tempat lesehan ini agak jauh dari tempat order, sehingga kalau ada tambahan pesanan kadang malas.
Seringnya kami memilih duduk tak jauh dari pintu masuk, lebih dekat dengan tempat order juga sehingga mudah jika ingin nambah pesanan. Sayang sekali di sini kursinya rapat-rapat dengan meja, jadi agak menyulitkan untuk bergerak. Nah, pas kemarin  mau ke salon di lantai dua, saya baru tahu ternyata kursi di atas lebih nyaman karena tidak dibuat rapat seperti di bawah. Ya, selama ini kami tak mencoba duduk di lantai atas karena khawatir anak-anak berlarian ke sana kemari.
sebagian tempat duduk di lantai bawah

Setelesai memilih menu, saya shalat dzuhur terlebih dahulu. Gantian dengan suami yang menggendong si Bungsu yang tengah terlelap. Mushola di Café Selasih cukup nyaman, tempatnya juga cukup luas dan bersih. Tempat shalat pria dan wanita tersekat dengan baik. Mukena yang disediakan di sini cukup memadai. Tempat wudlunya pria dan wanita terpisah, dan tepat wudlu wanita cukup tertutup. Tak ada toilet di dekat tempat wudlu. 

        Di samping mushola pun terdapat aneka meubel yang dipajang. Sehingga kita bisa lihat-lihat perabotan sambil bersantai. Oh iya, muhola ini terletas di dekat tempat parker motor. Selesai shalat ternyata pesanan sudah siap di meja. Pas banget.
Kali ini suami memesan makanan khas Timur Tengah: nasi kebuli spesial. Menu ini merupakan favorit suami di Café Selasih. Ini tulisan keterangan di menunya: Nasi Kebuli (nasi khas Timur Tengah dengan rasa & aroma rempah yang khas, disajikan dengan kambing & sambal goreng).
   Saya memesan Brocoli Potato & Cheese (kentang halus panggang dengan brokoli, jamur, dan saus keju spesial). Entahlah beberapa hari ini saya tiba-tiba ingin makan kentang tumbuk yang lezat. Sayang sekali belum menemukan tempat yang menjual kentang tumbuk seperti yang saya inginkan.
Sebenarnya, tadinya saya sama sekali nggak menyukai kentang tumbuk alias mush potato itu. Hingga suatu hari saya harus menemani anak dirawat di rumah sakit hingga sepuluh hari. Namanya yang sakit sering hanya makan sedikit ya, jadilah saya bagian pembersih piring hehe … nah, salah satu menunya itu kentang tumbuk. Saya icip-icip eh lama-lama malah jadi doyan. Kebetulan sekali saat umroh kemarin salah satu menu sarapannya itu kentang tumbuk, dan rasanya persis yang saya makan di rumah sakit, lezat.
Kembali ke menu yang saya pesan, kentang panggang ini lezat banget, lelehan kezu mozzarelanya menggiurkan. Hanya sayang kentangnya kurang terasa karena banyak campuran sayur dan kejunya. Jadi keinginan saya untuk menikmati khas kentang tumbuknya belum terpenuhi.
Karena porsinya kecil dan saya masih sangat lapar, jadi saya memutuskan untuk memesan paket nasi dengan capcay dan daging sapi bumbu lada hitam. Ini salah satu menu favorit saya di sini. Sayang, lada hitamnya saat ini kurang kerasa. Beberapa kali pesan menu ini beda-beda hasilnya, kadang lada hitamnya terasa sekali hingga kepedasan, tapi kadang seperti ini kurang terasa. Tapi, keseluruhannya lumayan enak. Nasi pulen hangat berpadu dengan lezatnya sapi lada hitam serta segarnya sayuran capcay, pas.
Gadis kecil kami seperti biasa favoritnya di sini adalah paket Jepang. Kali ini Teteh pesan paket 1 (nasi, chichen katsu, kosakana 2 pcs, eggado 1pcs). Sangat mengenyangkan buat ukuran anak kecil. Untuk menu penutup dia memesan Taro Lover (ice cream, taro pudding, bubble, jelly, mini mocha). Karena dua jagoan kami tidak ikut, dan putri bungsu asyik tidur, jadilah hanya satu orang anak yang memesan makanan. Dia terlihat puas dan menikmati sekali makanannya. “Teteh sampai gendut perutnya,” dia berseloroh setelah selesai makan.
Selesai makan sesuai rencana kami akan mencoba salon di sini. Kebayang nikmatnya creambath setelah lelah setengah harian, bisa ketiduran sambil menikmati pijatan di kepala. Itu rencana awalnya, apa daya saat si Bungsu selesai dipotong rambut kami harus segera pulang. Adik saya mau pergi, maka jagoan kami yang tengah main bersama mereka pun harus segera kami jemput. Yaa, pupus lagi harapan me time sejenak di salon, tapi tak apa, emak-emak mah sudah biasa … hiks. Lagi pula, saya agak kurang nyaman dengan komentar-komentar nyinyir pegawainya. Semoga mereka tak melakukan hal itu pada pengunjung lain.
Minus creambath yang gagal tadi, secara umum jalan-jalan sekeluarga yang ditutup di Café Selasih ini sangat menyenangkan. Cukuplah sebagai penyemangat buat menjalani semnggu ke depan. Kembali lagi pada rutininas rumah tangga, mengurus rumah dan bermain bersama anak-anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Menikmati Surabi dengan Aneka Toping Menggiurkan

Setelah sekian lama merencanakan tapi gagal terus, akhirnya Sabtu kemarin kami jadi juga mengunjungi keluarga adik yang tinggal di daerah ...