Jumat, 08 Februari 2019

Menikmati Sore yang Cerah di Bakso Lampu Merah




Sabtu kemarin kami mengantar anak nomor dua yang akan berangkat kemping dari sekolahnya subuh-subuh. Berrr dingin banget, tapi demi anak apa pun dilakukan, yakan? Mereka kumpul di daerah A.H. Nasution lalu berangkat menuju bumi perkemahan Kiara Payung.
Pas mau pamitan si Aa salim dulu, eh pas mau disun dahinya dia menghindar, mau dipeluk juga menghindar. Saya Cuma senyum maklum, duh anakku udah gede, udah mau abege. Kirain hanya sama ibunya dia malu ternyata sama ayahnya pun sama saja.
Nah, pas pulang kami melewati warung bakso LM alias Lampu Merah. Duh, subuh-subung dingin-dingin lihat warung bakso langsunglah ngiler. Tapi mana buka warung bakso subuh-subuh. Jadi saya bilang sama suami, “Pa, besok pas jemput Riyadh sore kita jajan bakso LM dulu yuk.” Dengan senang hati suami mengiyakan. Mungkin dia juga sama lagi kedinginan ngebayangin bakso panas, yummy bangeet ehehe.
Hari Ahad sore cuaca cerah sekali. Pukul empat sudah ada informasi rombongan yang kemping sudah OTW. Syukurlah mereka pulangnya masih sore, kelihatannya niat ngebakso saat menjemput anak bakal berjalan dengan lancar. Si Aa kelihatan lelah dan agak ngantuk, dia nolak waktu mau diajak jajan bakso. “Aku maunya es krim,” katanya.
Waduh, bisa gagal ngebakso kalau begini. Kubujuk dia dengan mengatakan di warung bakso juga biasanya ada es, mungkin es campurnya enak banget. “Ya udah, aku mau pesan bakso sama es krim,” sambarnya girang banget.
Nah, ini penampakan warung bakso LM (Lampu Merah) yang bikin saya ngiler itu dari jalan raya. Tempatnya persis di dekat lampu merah. Kalau dari daerah Padasuka ini sebelah kiri sebelum terminal Cicaheum. Sangat mudah ditemukan.

Bakso Lampu Merah

  Bakso LM juga menyediakan bubur LM pada pagi hari untuk sarapan. Variasi menunya seperti biasa bubur ayam pada umumnya. Yang membedakan, tentu saja di bubur LM ini kita bisa sarapan dengan tempat yang nyaman. Jika bubur LM buka pagi hari, bakso LM beroperasi pukul 10.00 hingga 21.00.
Saat masuk warung bakso LM kita akan langsung melihat tempat yang nyaman dengan dominasi dinding warna hijau yang menyegarkan. Di dinding dipajang foto-foto aneka menu bakso yang mereka tawarkan. Pada salah satu dinding ada tulisan seperti ini: foto, upload, fray, eat. Nampaknya pemilik warung bakso ini memahami kebiasaan orang-orang zaman now J J
tempat bakso LM yang lumayan nyaman

Saat kami masuk suasana cukup sepi, hanya ada dua meja yang terisi. Anak-anak langsung menuju meja dipojok. Kursinya empuk dan sangat nyaman buat anak kecil. Karyawan perempuannya ramah dan berjilbab syar’i, bikin adem melihatnya.
Ini dia menu yang ditawarkan di bakso LM. Harganya wajar menurut saya. 
daftar menu

Kami memilih menu yang berbeda. Saya dan suami memilih menu yang sama, bakso tomat. Saya penasaran waktu adik bilang di bakso LM ini bakso tomatnya seger. Bakso tomat ini seporsinya berisi: bihun, bakso urat tiga biji, bakso tomat dua biji, tahu, serta potongan daging sapi. Karena saya kurang suka sosin maka saya minta jangan pakai sosin. Bakso tomat ini kelihatannya tomat bulat yang dikeluarin isinya lalu diisi dengan adonan bakso. Rasa bakso berpadu dengan rasa tomat menimbulkan rasa gurih yang segar. Enak pokoknya, pas banget sama harapan saya pada subuh yang dingin kemarin itu ehehe ….
bakso tomat yang seger banget

porsi bakminya sangat mengenyangkan
Aa memilih bihun bakso urat dan Teteh pesan bakmi bakso urat. Porsi bakminya lumayan besar jika buat anak-anak. Teteh yang suka mie pun tak bisa menghabiskannya. Lupa, harusnya pesan setengah porsi. Si Bungsu tidak saya pesankan, dia berdua saja sama Bundanya, karena belum tentu mau makan. Dan benar saja, dia hanya makan tiga sendok bihun dan menolak saat dikasih pentul bakso.
potongan daging sapinya asli bukan tetelan

Seperti niat awalnya, Aa pun memesan es 'Penuh Kebahagiaan". Saya bilang, “Betul ini mah es penuh cinta karena dimakannya barengan adik kakak.” Mereka ketawa J
berbagi "Es Penuh Kebahagiaan"

Alhamdulillah, rencana jajan bakso sore hari terlaksana sesuai harapan. Sudah kenyang saatnya pulang. Oh ya, makan bakso dibungkus dengan dimakan di tempat nikmatnya beda sekali. Dulu suami pernah bawa oleh-oleh bakso LM ini saat pulang ngantor. Tapi rasanya lebih nendang saat dimakan langsung di tempatnya. Mungkin karena msih panas dan fresh ya.
“Aku nggak mau makan malam ya, Bun, kenyang banget soalnya,” si Aa berkomentar. “Ya nggak usah, ini juga bisa dibilang makan malam karena udah hampir Maghrib,” jawabku. Mungkin dia mengira masih siang soalnya di luar mobil langit cerah banget. “Seneng enggak jajan bakso begini?” tanyaku. “Seneng, seneng banget. Nanti lagi ya, Bun …. “
berpose dulu

Saya hanya tersenyum, tak perlu restoran mahal untuk membuat anak-anak senang dan keluarga bahagia. Cukup jajan bakso rame-rame di tempat yang cukup nyaman seperti bakso Lampu Merah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Menikmati Surabi dengan Aneka Toping Menggiurkan

Setelah sekian lama merencanakan tapi gagal terus, akhirnya Sabtu kemarin kami jadi juga mengunjungi keluarga adik yang tinggal di daerah ...