Jumat, 04 Januari 2019

Mengapa Saat Di Tanah Suci Kita Lebih Giat Beribadah?






Kadang saya merenung, mengapa saat di tanah air kita tidak segiat di tanah suci. Saat di tanah suci kita giat sekali beramal dan beribadah, tak peduli lelah, tak peduli ngantuk, kamar hotel yang nyaman ditinggalkan demi beribadah berhadapan langsung dengan ka'bah. Tapi saat di tanah air kita seakan punya seribu satu alasan untuk lalai. Mengapa?Setelah menganalisis, rupanya hal-hal inilah penyebabnya.


1.      Karena kita tahu umroh merupakan anugerah berharga yang tak setiap orang mendapatkannya
Beribadah haji merupakan idaman seluruh kaum muslin untuk menggenapkan rukun Islam. Sayang sekali saat ini di Indonesia bukan hal mudah untuk dapat segera beribadah haji. Perlu menunggu bertahun-tahun dari daftar hingga mendapat kuota. Karena itu, sebagai solusi berduyun-duyunlah orang berangkat umroh.
Mungkin bagi sebagian kecil orang bisa umroh bukan hal yang istimewa lantaran banyaknya uang yang dia punya. Tapi, bagi kebanyakan orang bisa berangkat umroh merupakan hasil perjuangan. Ada yang menabung bertahun-tahun dan ada yang menjual barang berharga miliknya. Karena itu, umroh merupakan perjalanan istimewa serta anugerah berharga yang tak setiap orang mampu mendapatkannya.
Karena umroh itu anugerah, maka kita berusaha keras menjalaninya sebaik-baiknya. Kalau bisa tak boleh ada waktu luang yang sia-sia tanpa kita gunakan untuk beribadah. Itulah cara kita mensyukuri anugerah umroh sementara jutaan orang menginginkan bisa umroh.
Mari kita renungkan, kita tahu bahwa jatah usia kita adalah anugerah dari Allah. Betapa banyak orang yang sudah Allah panggil dalam usia muda. Jika boleh meminta pasti mereka akan meminta perpanjangan usia untuk dapat mengisinya dengan ibadah dan amal saleh. Sudah selayaknyalah kita mengisi anugerah usia ini sebaik-baiknya. Tak boleh ada kesia-siaan apalagi dosa disengaja, karena kita tidak tahu kapan anugerah hidup ini berakhir.

2.      Karena kita tahu hanya punya waktu sedikit maka harus dimanfaatkan setiap menitnya dengan baik
pixabay.com

Umumnya ibadah umroh dilakukan sembilan hari atau dua belas hari dengan perjalanan pulang pergi. Itu waktu yang sangat singkat terutama bagi orang yang menjalaninya. Rasanya baru kemarin berangkat sekarang harus sudah pulang lagi. Karena itu, kita ingin memanfaatkan setiap menitnya dengan beribadah. Biarlah rasa lelah dan ngantuk ditahan, toh di tanah air nanti bisa beristirahat sepuasnya. Sayang sekali jika waktu yang berharga itu kita habiskan dengan beristirahat di hotel.
Mari kita renungkan, rata-rata masa hidup orang Indonesia itu 70 tahun, jarang sekali yang bisa mencapai 100 tahun. Jika saat ini usia kita 40 tahun misalnya, berarti kita hanya punya waktu 30 tahun untuk dimanfaatkan. Padahal, setiap hari kita mengabiskan waktu banyak untuk tidur, hiburan, istirahat, sedikit sekali waktu yang kita gunakan untuk beribadah.
Jatah 30 tahun itu pun tidak pasti, mungkin sekali kita hanya punya jatah sehari atau dua hari. Jika kita mengetahuinya, pasti kita akan memanfaatkan setiap menitnya untuk hal yang membuat Allah mencintai kita.

3.      Karena kita tahu keutamaan serta pahala yang Allah janjikan dengan ibadah di tanah harom.  
pixabay.com

Kita dan semua jamaah umroh tahu keutamaan beribadah di tanah suci. Ibarat promo, dengan modal ibadah sedikit kita bisa mendapat keuntungan sangat banyak. Allah menjanjikan padala yang luar biasa untuk thawaf, shalat di masjidil Harom, shalat di masjid Nabawi. Ditambah dengan janji ijabah doa di berbagai empat di tanah suci. Baik itu saat thawaf, saat sa’I, di Hijir Ismail, di sudut Ruknul Yamani, serta di Raudhah.
Semua keutamaan itu membuat kita selalu bersemangat untuk beribadah. Kapan lagi kita ibadah sedikit tapi mendapat pahala berlipat ganda? Doa-doa terbaik kita panjatkan pada tempat-tempat ijabah tersebut.
Di tengah malam yang dingin kita mandi lalu berangkat ke masjidil Harom, thawaf, tahajud, tilawah, lalu shalat qobla subuh, shalat subuh. Saat imam mengumumkan untuk shalat jenazah kita pun tak ingin ketinggalan.
Mari kita renungkan, sebenarnya Nabi sudah memberitahu kita saat-saat serta tempat-tempat ijabah doa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setelah shalat, setelah tamat membaca Al Quran, saat hujan, saat safar, saat teraniaya, antara azan dan iqomat, sebelum berbuka puasa, dan sebagainya.
Nabi pun telah mengajari kita amalan kecil yang berpahala besar. Misalnya, menolong kesulitan sesama muslim, shalat sunnah qobla subuh, shalat witir, dan sebagainya. silahkan cari, pelajari dan amalkan.

4.      Karena kita tidak tahu apakah bisa kembali ke tanah suci atau tidak
Setiap orang yang berumroh selalu rindu untuk kembali lagi. Tapi sayangnya itu bukan hal mudah bagi kebanyakan orang. Karena itulah orang yang tengah umroh giat sekali beribadah karena dia tidak tahu apakah bisa kembali atau tidak. Sayang sekali jika kesempatan sekali seumur hidup itu disia-siakan.
Mari kita renungkan, walau menurut kemampuan mustahil tapi masih ada kemungkinan kita kembali ke tanah suci. Tapi saat ajal tiba tak ada lagi peluang kita untuk kembali ke dunia untuk menambah amal ibadah. Sudah selayaknya kita memanfaatkan jatah usia kita sebaik-baiknya. Nabi bersabda bahwa orang yang paling cerdas itu adalah yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk kembali ke kampung akhirat. Jadi, seharusnya kita setiap hari giat beramal dan beribadah seperti saat di tanah suci.
Wallohu alam.
pixabay.com

Top of Form
 tag: tanah suci, ibadah, giat, amal saleh

16 komentar:

  1. Iyayah mba, kadang juga kalau di tanah suci tuh saking senangnya sampai gak terasa tahu2 sudah 3 hari saja di madinah lalu besok ke makkah...

    BalasHapus
  2. Iya Teh...di Indonesia suka banyak alasan. Bahkan u mengaji aja susahnya...
    Makasih Teh reminder nya...

    BalasHapus
  3. Semoga bisa disegerakan untuk melaksanakan ibadah haji. Aamiin ya Allah.

    BalasHapus
  4. Seharusnya sebab-sebab itu kita gunakan juga dalam keseharian kita ya Mbak? Misalnya, kita beribadah karena kita belum tentu bisa hidup esok.

    BalasHapus
  5. MasyaAllah labaikallahumma labaik semoga aku sekeluarga cepat dapet undangan dari Allah. Dan terimakasih reminder bun, mudah-mudaham ga hanya yang wajib aja kita tunaikan yang sunnah pun kita bisa laksanakan

    BalasHapus
  6. Makasih sudah diingatkan Mbak..
    Memang kita kadang abai dan tidak memanfaatkan jatah usia kita dengan sebaik-baiknya. Dan jleb diingatkan tentang sabda Nabi: orang yang paling cerdas itu adalah yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk kembali ke kampung akhirat.

    BalasHapus
  7. Masyaallah, aku kangen ingin kembali lagi ke tanah suci. Suami ngajakin akhir tahun ini, tapi aku udah berangkat tahun 2017, kudu nunggu 3 tahun biar gak bayar denda 7juta, hiks. Padahal udah senang bangeet bisa kembali lagi ke sana. Insyaallah, Allah mudahkan urusannya dan bisa umroh lagi atau haji sekalian. Aamiin.

    BalasHapus
  8. Aku punya satu pendapat tambahan, Bun. Saat berada di tanah suci, pikiran kita nggak terfokus pada dunia. Urusan anak, pekerjaan, dagangan, semua bisa dibilang nggak menjadi prioritas. Sudah saja, ibadah terus isinya.

    Semoga dimudahkan untuk kembali lagi ke sana, Ya Rabb. Aamiin Allahumma Aamiin.

    BalasHapus
  9. Kenapa ya mbak, kalo sudah ada kalimat pergi ke tanah suci, saya mesti menangis dengan sendirinya...

    BalasHapus
  10. Bener ini, karena biasanya kalau Umroh atau Haji memang diniatkan fokus beribadah. Padahal ibadah mah bisa dari mana saja ya.

    BalasHapus
  11. Masya Allah terima.kasih remindernya, Mbak. Biidznillah semiga bisa juga segera berumroh. Untuk naik haji masih harus antri bertahun-tahun lamanya huhu. Tapi di mana pun ya semoga kita bisa meningkatkan kualitas amal ibadah dengan sebaik-baiknya

    BalasHapus
  12. benar banget, mbak. kadangkala karena itulah saat disana giat banget ibadah, serasa kayak gak ada waktu lagi. tapi begitu kembali ke tanah air, kembali ke rutinitas, ya ibadahnya kembali secukupnya. kenapa ga segiat saat di tanah suci, ya??

    BalasHapus
  13. Beruntung ya mbak dede sudah sampai ke tanah suci, subhanallah, kapan ya giliran saya dan suami

    BalasHapus
  14. aku jadi ingat waktu umrah 2016. Persiapannya lama. Alhamdulillah sudah merasakan nikmatnya ibadah di sana

    BalasHapus
  15. Aku belum pernah ke tanah suci, semoga suatu saat Allah izinkan aku dan keluarga menjejakkan kaki di sana. Memang benar yg mbak bilang, krn cerita org2 terdekatku juga begitu.

    BalasHapus
  16. Wah gitu ya? Saya belum pernah ke tanah suci,semoga bisa suatu hari nanti.Amiin. Tapi mendengar cerita teman-teman yang sudah ke tanah suci memang begitu ya. Katanya ibadah lebih khusyuk

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Menikmati Surabi dengan Aneka Toping Menggiurkan

Setelah sekian lama merencanakan tapi gagal terus, akhirnya Sabtu kemarin kami jadi juga mengunjungi keluarga adik yang tinggal di daerah ...