Jumat, 04 Januari 2019

7 Inspirasi Sehat dari Tanah Harom


pixabay.com

Kadang saya merasa sudah tua, dikit-dikit sakit. Pergi kemana seharian & kepanasan pulangnya kepala berat luar biasa. Tiap hari asal kena dingin dikit langsung bersin-bersin. Masuk angin jadi langganan. Ya Allah, apa diriku sebenarnya setua nenekku? Hiks ...
Karena itulah sebelum berangkat umroh saya ikhtiarnya banyak sekali untuk sehat. Diakupuntur 2x, minum herbal dari rumah sehat, minum minuman bernutrisi tinggi, dll. Tentu saja dengan harapan saat di tanah suci akan fit untuk melaksanakan ibadah. Tapi apa daya hingga menjelang berangkat latihan fisik alias jalan kaki hanya sedikit karena si Kecil harus selalu ikut ibunya. Leher masih terasa sakit buat nengok, masih bersin-bersin, pulang perjalanan kepala berat, intinya masih belum ada perubahan secara signifikan.
        Masya Allah, beberapa hari di tanah harom dengan kegiatan padat dan tidur kurang alhamdulillah saya sehat walafiat. Barokah tanah harom. Terima kasih ya Allah ... Sekarang saya yakin diriku belum setua nenekku :D
Tapi tentu saja kesehatan yang saya dapatkan itu bukan tanpa ikhtiar. Saya simpulkan wasilah yang membuat sehat itu antara lain:

1.      Banyak Bergerak
*       
*            
Bersemangat bergerak 

Saat di tanah air, terus terang saja daerah jajahan saya hanya seputar rumah, sesekali keliling komplek, kalau mau ke tempat jauh pasti naik kendaraan. Ya memang muter mengerjakan pekerjaan di rumah pun kalau diukur entah berapa kilometer panjangnya. Tapi kan tempatnya hanya beberapa meter tentu berbeda dengan bergerak di udara terbuka.
Nah, saat di tanah suci saya banyak sekali bergerak. Jam 02.00 saya dan teman-teman sudah berangkat ke mesjid. Tiba di masjid lalu thawaf ada mungkin sekitar dua km kalau diluruskan, lumayan juga membuat badan hangat. Setelah shalat subuh kami pulang ke hotel jalan kaki lagi. Sore hari kami kembali masjidil Harom, thawaf, dan sebagainya dan baru kembali ke hotel setelah shalat Isya. Kebetulan kami menginap di Pullman Zamzam yang berlokasi tepat di depan masjidil Harom. Tetapi, halaman dan dalam masjid itu luas sekali sehingga untuk mencapai ka’bah kami harus bergerak lumayan jauh. Belum lagi ziarah-ziarah yang membuat kami banyak bergerak. Meski lelah tapi saya selalu berusaha memaksakan diri untuk bergerak yang hasilnya justru membuat saya sehat.
   
2.      Banyak Minum Air Zamzam dengan Berdoa Dahulu
agalon air zamzam di setiap tempat


Air zamzam ini unik dan istimewa, khasiatnya tergantung orang yang memakainya. Kita bisa menggunakannya untuk mengurangi rasa lapar, mengompres demam, menambah kekuatan badan, dan sebagainya. dan jangan lupa untuk berdoa sebelum menggunakannya.
Saya pernah sakit mata dan mengobatinya dengan air zamzam, Alhamdulillah beberapa jam kemudian sudah sembuh. Teman saya rutin mengobati matanya dengan air zamzam, dan minusnya hampir sembuh hingga tak perlu lagi memakan kacamata. Saat di Jeddah kepala saya pusing sekali karena panas matahari yang menyengat. Syukurlah saat itu saya membawa semprotan berisi air zamzam. Saya semprotin pada wajah dan kepala hingga kerudung basah. Alhamdulillah beberapa saat kemudian kepala jadi ringan dan sakitnya hilang.
Di Masjdil Harom maupun masjid Nabawi mudah sekali menjumpai gallon-galon air zamzam. Saya biasa membawa botol minum, mengisinya dengan air zamzam dan meminumnya. Saya pun mengisi botol-botol dengan air zamzam untuk diminum di hotel. Oh iya, sedapat mungkin saya menghindari air zamzam yang dingin meski kadang susah karena kebanyakan gallon berisi air dingin. Saya yakin, air zamzam sangat mempengaruhi kesehatan saya saat di tanah suci.

3.      Bergaul dengan Orang-orang Saleh

Dengan siapa bergaul akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental kita dan akhirnya berpengaruh pada fisik kita. Di tanah suci tentu saja orang-orang berniat untuk beribadah dan berharap meningkatkan kesalehan. Aura positif itu sangat mungkin yang berpengaruh pada kesehatan kita saat di tanah suci.



4.      Banyak Mengingat Allah

Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hatimu menjadi tenang.” Saat di tanah suci nyaris tanpa menit berlalu tanpa mengingat Allah, karena kondisinya memang kondusif untuk itu. rasanya damai sekali. Tentu saja hal itu berpengaruh positif pada kesehatan kita.


5.      Menjaga Sikap, Ucapan, dan Pikiran

Saat di tanah suci, kita selalu berusaha menjaga sikap, ucapan, dan pikiran hanya yang baik-baik saja. Setiap orang melakukan hal ini sehingga emosi relatif selalu terjaga. Saat emosi terjaga maka kesehatan pun terjaga.


6.      Makan Cukup yang Bergizi 
Add caption


Saat akan berangkat, suami berpesan, “Makan yang cukup meski kurang suka dengan rasanya.” Suami sering membimbing umroh, pasti beliau berpesan berdasarkan pengalamannya. Dan suami tahu bahwa istrinya jarang mau mencoba makanan baru atau bumbu baru.Ternyata, meski masakan Indonesia tapi masakan di pesawat dan hotel rasanya berbeda dengan di Bandung. Entahlah mungkin ada bumbu-bumbu yang tidak dijumpai di sana. Saya mencamkan pesan suami dalam hati dan alhamdulillah saya selalu bisa makan dengan porsi cukup.
Berbeda dengan teman-teman, saya melihat mereka ogah-ogahan saat makan. Kadang makan sedikit sekali atau bahkan tidak makan. Kadang mereka malah makan mie instant. Saya merasa kasihan saat akhirnya mereka jatuh sakit. Sayag sekali di tanah suci yang sebentar jika harus terbaring karena sakit.

7.      Merasa Bahagia


 
      Saya akui saat di tanah suci rasanya bahagia sekali, mungkin karena cita-cita sudah tercapai. Selain itu tak ada yang harus saya pikirkan selain ibadah dan ibadah. Tak perlu memikirkan masak apa, membereskan rumah, ngurus cucian, menengahi anak yang berantem, dan sebagainya. perasaan bahagia itu dipastikan mempengaruhi kesehatan saya saat itu
      Alhamdulillah saya sehat walafiat hingga di tanah air. Jumat tengah malam saya tiba di rumah, Ahad dini hari sudah bisa mengunjungi ayahanda di luar kota. Saya mendengar teman-teman saat pulang rata-rata terkena flu atau batuk bahkan ada yang demam. Ini semua anugerah Allah tetapi kita wajib berikhtiar, bukan? 

tag: tanah suci, umroh, sehat, bahagia, bergerak, 

36 komentar:

  1. Terima kasih infonya. Ternyata, banyak yg hrs dilakukan sebelum berangkat dan saat di sana agar bs tetap bugar saat di sanaa dan kembali lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba ... Betul dari pengalaman saya memang begitu😊

      Hapus
  2. Pengen sekali bisa haji dan umroh dengan keadaan bugar. Bisa dicontoh nih tips-tipsnya

    BalasHapus
  3. Wah Teh...jalan kaki berkilometer bikin badan sehat ya. Saya mah pulang² batuk. Sepertinya alergi iklim kering. Kalau pakai masker dibasahin pakai air zam², nyaman banget, adem nafasnya. Memamg zam² jozz...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena di tanah air saya kurang gerak, Bu ... Jadi pas banyak gerak jadi sehat :)

      Hapus
    2. Mungkin karena di tanah air saya kurang gerak, Bu ... Jadi pas banyak gerak jadi sehat :)

      Hapus
  4. Terharu bacanya. Semoga saya bisa juga segera ke sana Ya mbak.
    Air zamzam emg mujarab banget ya.

    BalasHapus
  5. Selamat ya teh Dedeh, sudah bisa menginjak tanah suci. Semoga diberi kesehatan selalu.

    BalasHapus
  6. kangeeeeen, padahal baru dua tahun yang lalu kesana. tapi rasanya udah kangen banget dan pengen balik lagii. Masyaallah, semoga sehat selalu bun ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin ... Saya baru 3 bulsn juga udah kangen lagi :)

      Hapus
  7. Kalau dengar cerita-cerita umroh dan haji itu bawaannya pengin cepet-cepet ke sana. Tapi kembali lagi pergi ke tanah suci memang 'panggilan". untuk sekarang ikhtiarnya dulu dikuatkan agar jika sewaktu-waktu dipanggil sudah siap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah segera memsnggil mba Damar... Betul. Ikhtiarnya harus dikuatkan supaya segera terpanggil

      Hapus
  8. Alhamdulillah teh Dedeh..ikut senang. Semoga saya dan keluarga pun bisa menyusul ke sana 😊

    BalasHapus
  9. Barakallah, teh Dedeh. Moga sehat selalu yaa

    BalasHapus
  10. Hati memang terasa sejuk dan damai selama berada di Mekkah dan Madinah. Pikiran kita hanya sibuk untuk ibadah. Betul banget, Teh, seenggak enak apapun rasa masakannya, tetap dinikmati saja. Saya sempat sakit sewaktu di Madinah. Saat itu dingin sekali. Badan saya berbintik-bintik merah banyak sekali. Alhamdulillah, disembuhkan Allah lewat teman sekamar baik hati yang memberikan tato alias kerokan dan olesan minyak zaitun untuk meredakan gatalnya.

    Semoga Allah berikan kesempatan untuk siapapun yang merindukan tanah suci. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah berkah ya mba dapat teman sekamar uang baik itu

      Hapus
  11. Ya betul, Mba. Alhamdulillah sehat sampai ke tanah air. Semoga saya juga berkesempatan ke sana.

    BalasHapus
  12. MasyaAllah, benar setuju banget dengan inspirasi bunda di sana. Kalau pola hidup kita seperti itu insyaAllah selalu sehat lahir dan batin ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.mba ...semoga saya bisa meneruskannya di sini

      Hapus
  13. Masyaallah... Saya juga mendengar cerita yang serupa dengan bunda. Di tanah harom bisa sehat dengan cara-cara tersebut. Senang deh bisa mendengarkan cerita teman2 sepulang dari haji atau umroh. Selalu ada cerita unik

    BalasHapus
  14. Subhanallah, luar bisa ya mbk, khasiat air zam zam, alhamdulillah mbak dede diberi kesehatan selama di tanah suci.

    BalasHapus
  15. Baarakallah, Teteh.
    Terima kasih sudah diingatkan tentang pentingnya persiapan fisik sebelum umrah plus menjaga kebugaran selama di sana. Mohon doanya agar saya disegerakan juga ke sana. Aamiin

    BalasHapus
  16. jadi kangen ingin ke sana lagi. Waktu itu aku juga banyak minum air zam-zam untuk menghindari dehidrasi

    BalasHapus
  17. Penting banget ya menyehatkan badan denhan air zamzam...

    BalasHapus
  18. Noted deh mb tips yang sdh dibeberkan. Smoga saya disegerakan ke tanah suci, Aamiinn

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Resep Masakan Istimewa di Rumah Kami

  Kalau ditanya resep masakan istimewa di rumah kami, saya bingung menjawabnya. Pertama karena saya tidak mahir masak, saya hanya bisa m...