Minggu, 27 Januari 2019

7 Alasan Bekerja di Rumah itu Sangat Menyenangkan


7 Alasan Bekerja di Rumah itu Sangat Menyenangkan

Internet membuat dunia seperti terlipat. Kita bisa terhubung dengan beberapa orang sekaligus dari tempat yang berbeda jauh. Berbelanja, bertransaksi, ngobrol, bahkan rapat pun bisa dilakukan menggunakan internet. Semua kemudahan tersebut memberi kita peluang untuk melakukan pekerjaan tanpa keluar rumah. Inilah 7 Alasan Bekerja di Rumah itu Sangat Menyenangkan, antara lain:

1.      Waktu Bunda Tidak Terbuang Perjalanan Pulang Pergi dari Rumah ke Kantor
gambar: pixabay

Sekitar pukul tujuh pagi dan pukul empat sore merupakan saat terpadat lalu lintas. Betapa tidak, semua karyawan kantor serta anak sekolah kebanyakan pergi dan pulang pada jam yang sama. Maka tak heran jika lalu lintas menjadi macet. Perjalanan dari rumah ke kantor yang normalnya bisa ditempuh setengah jam bisa molor menjadi satu jam bahkan satu setengah jam.

Inilah kabar baik pertama bagi Bunda yang bekerja dari rumah, kecuali jika kantornya bisa ditempuh dengan jalan kaki tentu saja. Bunda tak perlu menghabiskan waktu dalam perjalanan karena macet. Waktu puluhan menit itu sangat berharga untuk melakukan banyak hal. Dan tentu saja terhindar dari stress akibat macet.

2.      Bunda Tidak Dituntut untuk Berdandan. Ini Bisa Menghemat Waktu Sekaligus Anggaran untuk Membeli Kosmetik serta Pakaian.

gambar: pixabay

   Bekerja dari rumah tentu saja bukan berarti tidak mandi dan bersih-bersih. Baadan segar dan wangi tentu akan berpengaruh pada semangat kerja Bunda. Tetapi, maksud saya Bunda tidak dituntut berdandan maksimal dengan baju bagus dan matching serta kosmetik yang sesuai. Cukup mandi, pakai baju bersih dan rapi meski dasteran, nyisir rambut, dan bedakan tipis. Selesai.
    
   Waktu yang dihabiskan untuk berdandan bisa dipakai untuk hal lainnya, menulis email pada klien, misalnya. Selain itu, anggaran untuk membeli asesoris serta kosmetik bisa dialihkan untuk hal lain, rekseasi bersama anak misalnya.

3.      Anak Akan Melihat Cara Bunda Bekerja, dan Menjadikannya sebagai Panutan.
gambar: pixabay

    
    Keuntungan lain dengan bekerja di rumah adalah anak akan mengetahui cara bundanya bekerja dan menjadikannya sebagai panutan. Mungkin anak melihat cara Bunda memberikan arahan pada karyawan, cara Bunda mengerjakan pekerjaan, cara Bunda berbicara dengan klien, dan sebagainya.

4.      Bunda Tak Perlu khawatir Harus Meninggalkan Anak Saat Mereka Sakit dan Mencari Orang yang Bisa Menjaganya.

Satu hal yang paling berat bagi ibu yang bekerja di kantor adalah meningalkan anak saat sedang sakit. Hal ini tak akan menjadi masalah jika Bunda berkerja di rumah. Bunda tak perlu repot mencari penjaga saat anak sakit, karena Bunda bisa menjaga anak sendiri. Saat anak tertidur, Bunda bisa sambil menyelesaikan pekerjaan.

5.      Waktu Istirahat Bisa Bunda Gunakan untuk Mengerjakan Pekerjaan Rumah atau Bermain Bersama Anak.
gambar: pixabay

Apa yang biasanya dilakukan para ibu bekerja saat jam istirahat kantor? Makan dan ngobrol dengan teman sekantor mungkin ya. Berbeda jika Bunda bekerja di rumah, saat beristirahat sejenak dari pekerjaan Bunda bisa mengerjakan pekerjaan rumah atau bermain bersama anak. Tentu saja hal ini akan sangat menyenangkan bagi anak.

6.      Bunda tak memiliki kesempatan membuang waktu dengan bergosip.

Satu hal yang sulit dihindari saat ngumpul adalah bergosip. Ini merupakan kebiasaan jelek yang sudah dianggap lumrah sebagai hiburan. Nah, jika bekerja di rumah, Bunda tak ada kesempatan membuang waktu dengan bergosip dengan kata lain akan lebih produktif

7.      Bunda tidak perlu memikirkan mutasi saat harus mengikuti suami pindah kota.

Alasan bekerja di rumah itu sangat menyenangkan yang lainnya adalah Bunda tidak perlu memikirkan mutasi saat harus mengikuti suami pindah kota. Ke mana pun suami pindah Bunda dapat mengikutinya tanpa bingung memilikirkan pekerjaan. Suami pindah, pekerjaan Bunda tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja mungkin memerlukan sedikit penyesuian.

Demikian 7 alasan bekerja di rumah itu sangat menyenangkan. Semoga Bunda mendapatkan inspirasi dari tulisan ini.

Jumat, 25 Januari 2019

Mempersiapkan Anak Ditinggalkan Selama Ibadah Umroh



Setiap kaum muslimin baik perempuan mau pun laki-laki sangat mendambakan untuk dapat berangkat ibadan umroh. Demikian pula yang saya alami, saya ngebet sekali ingin berangkat umroh. Bahkan, saya menuliskan resolusi tahun 2018 adalah umroh. Tapi saya sekaligus bingung bagaimana mempersiapkan anak ditinggalkan selama ibadah umroh.
            Alhamdulillah suami sangat mendukung, beliau pun mengatakan tak usah khawatir dengan anak-anak karena ia akan mengurusnya dengan baik. Ya memang saya bersyukur, anak-anak sangat dekat dengan ayahnya dan suami pun sangat telaten pada anak-anak. Saya pun akan tenang meninggalkan mereka. Suami mengizinkan saya berangkat sendiri supaya ada yang menjaga anak-anak kami. Selain itu beliau sering pergi membimbing umroh. Meski akhirnya di luar perkiraan, suami mendapat tugas pelatihan 10 hari justru saat saya umroh.
Meski demikian, banyak hal yang harus saya persiapkan sebelum berangkat berhubungan dengan anak-anak. Apalagi anak kami masih kecil-kecil. si Sulung tak masalah karena tinggal di pesantren. Anak kedua dan ketiga SD, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Dan si Bungsu belum tiga tahun, ini pun bukan hal mudah. Lalu, bagaimana mempersiapkan anak ditinggalkan selama ibadah umroh?

1.      Jelaskan dengan Bahasa Anak
gambar: pixabay

 
Jelaskan dengan bahasa anak, berapa lama Bunda akan pergi. Tentu disesuaikan dengan usia mereka. Untuk anak kecil misalnya, Bunda akan pergi selama sepuluh kali makan siang. Untuk anak SD kelas atas cukup bilang Sembilan hari. Tapi untuk adiknya yang kelas bawah mungkin bilangnya dua kali libur sekolah.

Menjelaskan berapa lama Bunda akan pergi sangat penting sekali bagi anak, supaya mereka bisa memperkirakan seberapa lama Bundanya akan pergi. Di samping itu, anak akan tahu Bundanya pergi tidak terlalu lama. Maklumlah, namanya menunggu itu paling membosankan, sebentar pun akan terasa lama. Ini juga menghindari anak akan rewel terus-terusan bertanya kapan Bundanya pulang.

2.      Ajak Anak Saat Manasik

gambar: pixabay


Saat manasik anak akan melihat Bundanya praktek umroh, melihat kabah-kabahan untuk latihan, dan sebagainya. dengan begitu anak akan memiliki sedikit gambaran mengenai apa yang akan dilakukan Bundanya. Apalagi jika anak di sekolahnya sudah pernah mengikuti kegiatan latihan manasik, anak akan semakin memiliki gambaran.

3.      Ajak Anak Melihat Peta
gambar: pixabay


Belilah peta dunia, ajak anak mencari tempat tujuan Bunda dan menancapkan bendera di sana. Kebetulan kami memiliki peta Mekah dan Madinah sebagai bonus sebuah buku. Anak kami suka sekali melihat-lihat peta itu. dengan demikian, mereka mengetahui ke mana bundanya akan pergi.

4.      Tandai Kalender

Berikan anak sebuah kalender kecil dan warnai tanggal selama Bunda pergi. Sehingga mereka mengetahui berapa lama lagi Bundanya akan pulang. Ini pula yang saya lakukan dulu saat suami berangkat ibadah haji dan saya dalam keadaan lemah setelah disesar. Tahun 2007 teknologi belum secanggih sekarang. Belum ada WA atau telegram seperti sekarang, nelpon dan SMS mahal sekali dan susah untuk mengirim foto. Dengan cara mencoret kalender tiap hari saya merasa kepulangan suami dari tanah suci semakin dekat.

5.      Beritahu Anak Tentang Rencana Keberangkatan

Sebelum berangkat, beritahu anak tentang rencara keberangkatan dengan bahasa yang dimengerti mereka. Hal ini penting sekali supaya anak merasa dirinya dihargai. Sebaiknya pemberitahuan ini dilakukan jauh-jauh hari, agar jika anak ngambek atau protes Bunda memiliki banyak waktu untuk memberinya pengertian.

Saya mengajak anak saat membuat passport, divaksin meningitis, serta manasik. Mereka terlihat antusias. Ini momen yang tepat untuk memberitahu betapa banyak orang yang ingin berangkat umroh dan karenanya Bunda bahagia. Sambil tak lupa mengajak anak berdoa agar bisa berangkat umroh sekeluarga.

6.      Libatkan Anak Saat Berkemas

Anak-anak biasanya suka kalau diajak berdiskusi untuk sesuatu yang baru. Ajak anak berdiskusi kira-kira perlengkapan apa saja yang harus Bunda bawa. Mungkin bisa minta anak juga untuk mencari informasi di internet. Minta anak yang sudah besar untuk mencatatnya. Setelah catatan dirasa lengkap ajak anak untuk membantu menyiapkan pernak perniknya.

7.      Persiapkan Kebutuhannya Selama Ditinggal
gambar: pixabay

Kami tidak memiliki ART, saya dan suami bahu membahu mengurus rumah dan anak-anak. Jika saya pergi lama otomatis suami yang akan menghandel semuanya. Demi meringankan bebannya, saya persiapkan apa yang bisa dilakukan sebelum berangkat. Menyetrika semua seragam sekolah anak-anak dan bikin ungkep ayam supaya suami tinggal menggoreng untuk sarapan. Anak-anak sangat menyukai goring ayam dan ia pun awet di kulkas.
Selain hal tersebut di atas, saya juga merasa perlu menghubungi banyak orang sebelum berangkat. Meski ada suami di rumah, tapi kasihan jika kesibukan kerja suami harus ditambah dengan printilan kebutuhan anak. Selain itu, dikhawatirkan kesibukan suami akan membuatnya lupa hal kecil tetapi penting.

ü  Guru-guru anak

Saya menghubungi wali kelas anak-anak, mengatakan saya akan berangkat umroh dan minta doanya. Lalu saya memberitahu jika ada hal penting berkaitan dengan anak yang selama ini menghubungi saja supaya menghubungi nomor suami. Misalnya, PR, ojek langganan terlambat menjemput, pemberitahuan kegiatan sekolah, dan sebagainya.

ü  Jemputan

Anak-anak kami berangkat sekolah ikut mobil ayahnya sekalian berangkat ke kantor sementara pulangnya kami berlangganan ojek. Mang ojek ini pun perlu saya beritahu agar jika ada apa-apa dengan anak langsung menghubungi nomor suami. Termasuk memberitahu ke mana harus mengantar anak-anak selama saya umroh. Karena suami sampai rumah biasanya Maghrib maka anak-anak harus menunggu di rumah saudara.

ü  Catering

Anak-anak kami sekolah fullday, maka setiap hari harus membawa bekal snack dan makan berat. Hari-hari biasa saya yang memasak untuk mereka. Saat umroh saya tak mungkin menambah kerepotan suami, maka kami sepakat untuk memesan catering. Saya kontak orang tua siswa yang memiliki café dan meminta informasi. Alhamdulillah menunya cocok dan bisa memesan beberapa hari saja.

ü  Saudara

Mau tidak mau akhirnya kami menitipkan anak-anak pada saudara karena suami harus ke luar kota pertengahan saya umroh. Kami mengontak saudara masing-masing menjajaki kira-kira siapa yang bisa dititipi anak sekitar lima hari. Kebetulan kakak suami dan adik saya jarak rumahnya ke sekolah sama denga jarak sekolah ke rumah kami. Akhirnya kakak suami yang menawarkan diri untuk menjaga anak-anak kami karena adik saya sibuk mengajar.
Siapa saja yang harus dihubungi sangat tergantung kondisi keluarga masing-masing. Bunda mungkin harus menyelesaikan berbagai tagihan rumah tangga dulu, tetapi saya tidak karena suami yang biasa mengurusnya. Sehingga cara mempersiapkan anak ditinggalkan selama ibadah umroh akhirnya disesuaikan dengan kebiasaan keluarga masing-masing.


umroh, persiapan, anak

Ini Dia 7 Keuntungan Bekerja Paruh Waktu



Bagi seorang ibu, kadang menjadi dilema tak ada habisnya saat harus memutuskan untuk mengejar karier atau menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, bukan hanya mengandalkan emosi sesaat. Ibu bekerja misalnya, mungkin ia merasa bersalah saat harus menghadiri rapat penting sementara si buah hati yang sakit merengek minta ditemani di rumah. Sebaiknya tidak terburu-buru memutuskan resign tanpa persiapan. Menjadi ibu rumah tangga penuh waktu tidak semudah dan sesimpel yang dibayangkan. Karena sangat mungkin rasa bosan dan jenuh mengerjakan rutinitas yang sama akan muncul.

Sebagai jalan tengah, mungkin Bunda bisa mengambil pekerjaan paruh waktu. Cara ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:

1.      Memiliki Waktu Bersama Anak Lebih Banyak Tanpa Melepas Karier


Kerja paruh waktu membuat Bunda memiliki waktu lebih banyak bersama anak sekaligus juga tetap mengembangkan karier dan mendapat keuntungan financial.  Hal ini pernah saya alami selama tiga tahun menjadi guru Bimbingan & Konseling di sebuah Taman Kanak-Kanak. Sesuai kesepakatan saya hanya datang ke sekolah dua hari dalam seminggu. Rasanya menyenangkan sekali, saya bisa mengamalkan ilmu hasil kuliah tetapi tetap memiliki banyak waktu untuk mengurus rumah dan keluarga.

2.      Dapat Mendampingi Anak Pada Momen Penting



Momen penting serta kehadiran orang tua di sampingnya akan menjadi kenangan manis sepanjang hidup anak. Kadang momen penting itu tidak bertepatan dengan hari libur kerja. Kerja paruh waktu memungkinkan Bunda untuk mendampingi buah hati pada saat-saat penting. Apakah itu pembagian raport, acara gathering di sekolah anak, saat anak pertama masuk sekolah, dan sebagainya.

3.      Dapat Mengatur Waktu Secara Fleksibel

Kerja paruh waktu menguntungkan, Bunda dapat mengatur waktu secara fleksibel jika misalnya anak sakit atau libur. Jika anak libur misalnya, Bunda bisa mengganti hari kerja sehingga bisa libur menemani anak. Saat anak sakit, Bunda bisa mengganti hari kerja untuk menemani anak. Demikian pula jika tiba-tiba harus ke luar kota untuk menengok orang tua atau kepentingan lainnya.

4.      Menyesuaikan Diri Pada Pekerjaan setelah Melahirkan



Saat yang paling berat bagi seorang ibu bekerja adalah harus meninggalkan bayi tiga bulan untuk kembali bekerja. Setelah sebelumnya setiap saat mendekap buah hati, lalu harus meninggalkannya dengan pengasuh memang bukan hal mudah. Jika Bunda kerja paruh waktu setelah cuti melahirkan, hal itu memberi Bunda waktu untuk menyesuaikan diri pada pekerjaan setelah tinggal di rumah sepanjang waktu.

5.      Bisa Melakukan Banyak Hal untuk Keluarga tanpa Mengurangi Pengalaman Kerja

Bunda bisa melakukan apa saja untuk keluarga pada antara jam kerja tanpa mengurangi pengalaman kerja bunda. Jika pekerja penuh waktu harus selalu berada di kantor, maka Bunda bisa berbelanja, membayar tagihan rumah tangga, atau rekreasi bersama anak pada jam kerja. Tetapi pada hari lain Bunda pun pergi ke kantor sehingga pengalaman kerja tetap ada.

6.      Memiliki Lebih Banyak Waktu Untuk Diri Sendiri.



Menjadi ibu bekerja itu berarti siap dengan dobel peran. Ia harus menjadi karyawan yang baik dengan menyelesaikan semua tugas kantor. Di sisi lain ia pun harus menjadi istri dan ibu yang baik, mampu mengurus rumah, anak dan suami. Sehingga, waktu untuk diri sendiri nyaris tak ada.
Jika Bunda bekerja paruh waktu, Bunda tetap memiliki karir tetapi juga memiliki banyak waktu untuk diri sendiri. Entah itu untuk merawat diri di salon, melakukan hobi membaca novel, atau bergaul dengan sesama pecinta tanaman misalnya. Yang jelas hal itu akan membuat Bunda lebih bahagia.

Bagaimana menurut Bunda, adakah keuntungan bekerja paruh waktu yang belum masuk dalam artikel ini? Mari tambahkan di kolom komentar ya J


Rabu, 09 Januari 2019

Resep Masakan Istimewa di Rumah Kami


 

Kalau ditanya resep masakan istimewa di rumah kami, saya bingung menjawabnya. Pertama karena saya tidak mahir masak, saya hanya bisa masak yang standar-standar saja. Kedua karena selera anak-anak dan orang tua sering berbeda. Jadi kalau saya masak kesukaan suami, anak-anak malah manyun. Kalau saya masak kesukaan anak-anak, suami tetap ikut makan karena beliau tidak rewel masalah makan, tapi porsinya biasa saja.

Tapi setelah dipikir-pikir ada juga menu yang kompak akan membuat anak-anak dan suami antusias dan bilang, "Wow". Tak lain dan tak bukan adalah nasi liwet beserta teman-temannya.

Sayangnya, nasi liwetnya kompak bikin antusias tapi teman-temannya itu yang disukai anak-anak dan suami berbeda.

Kesukaan anak-anak nasi liwet sama ayam goreng atau sate ayam. Kesukaan Bunda dan Papa mereka nasi liwet plus sambal, lalap, tempe tepung, dan ikan goreng.

Berhubung tak punya kastrol buat bikin liwet, jadi cukuplah menggunakan magic com. (Maaf saya lupa nyimpen fotonya, ambil dari internet dulu yaa)
sumber gamvar: cookpad.com


Ini dia bahan liwet ala ala Bunda Wafa:

1 kg beras
1 ons teri nasi, cuci
1 sdm blue band
1 sdm garam
1 sdm penyedap (jika mau)
1 butir tomat, iris
2 buah cabai merah, boleh diiris
5 butir bawang merah, iris
10 helai daun salam
1 batang serai

Cara membuat: 
Cuci beras, masukkan ke magic com, masukan semua bumbu dan teri nasi. Tambahkan air, ukur hingga dua ruas jari dari permukaan beras. Aduk supaya bumbu merata. Nyalakan magic com dan tunggu sekitar 30 menit hingga matang.

Sambal, lalap, goreng ayam, goreng tempe, dan goreng ikan saya yakin sudah punya resep andalan masing-masing ya, Mak. Saya ingin berbagi resep sate ayam saja.
sumber gambar: pixabay.com


Bahan:

500 g ayam fillet, potong-potong dadu

Bumbu halus:

1 sdm garam
1 sdt merica
5 butir bawang putih halus
5 butir bawang merah
1 sdt ketumbar
3 sdm kecap manis

Cara membuat:
Campurkan bumbu halus bersama ayam, aduk hingga bumbu merata. Diamkan setengah jam hingga bumbu meresap. Tusuk masing-masing empat atau lima potongan fillet ayam. Lakukan hingga ayam ditusuk semua. Bakarlah sate hingga matang. Kalau saya menggunakan dobel pan supaya praktis tak harus capai geber-geber.

Jadi, sekarang kalau ingin nasi liwet tak usah pergi ke restauran Sunda, bikin saja di rumah, mudah kan? Selamat mencoba. 


tag: resep keluarga, masakan favorit, nasi liwet, sate ayam

Selasa, 08 Januari 2019

Olah Raga Favoritku

pixabay.com

 

Kalau ditanya kapan terakhir olah raga, saya suka malu. Karena jawabannya sering: sudah lupahttps://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f52/1/16/1f648.png🙈. Apalagi kalau ditanya olah raga favorit, saya harus merenung dulu beberapa hari 
#lebay https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f51/1/16/1f603.png:D
Tapi setidaknya saat di asrama dulu (zaman remaja belia) saya pernah punya olah raga favorit: karate. Yah, walau pun tidak terlalu lama hingga naik sabuk kuning. Sekitar setahun. Setidaknya ada sedikit kenangan akrab dengan mahluk bernama olah raga #hallah...

Etapi, ada masa yang lebih lama lagi saya akrab dengan olah raga, yakni saat kuliah sembari nyantri di DT. Sekitar dua tahun.

Lulus kuliah, nikah, punya anak empat orang selang tiga dan enam tahun membuat saya punya segudang alasan untuk tidak berolah raga. Alasan pertama: pekerjaan rumah tangga sudah sangat membuat lelah bahkan mungkin lebih lelah dari pada berolah raga. Ternyata oh ternyata, belakangan saya tahu mengerjakan pekerjaan rumah tangga tidak bisa menggugurkan kewajiban berolah raga, karena dua hal itu beda! Oow ....
Alasan kedua: mengurus anak dan rumah sangat menyita waktu sehingga saya sudah kehabisan waktu untuk berolah raga.

Alasan ketiga dan seterusnya kondisional, tergantung situasi dan kondisi. 
#Jangan ditiru yah...

Tetapi, ada saatnya saya menyadari bahkan bertekad untuk mulai rutin berolah raga. Pemicunya bermacam-macam. Kadang karena iri melihat perempuan yang terlihat sehat dan singset dengan tubuh rampingnya, kadang setelah diskusi dengan teman-teman, kadang setelah membaca artikel atau buku kesehatan, dan sebagainya.

Syukurlah, akhir-akhir ini saya mulai insyaf untuk lebih sering berolah raga. Olah raga favorit saya yang sesuai dengan kondisi sebagai ibu rumah tangga. Lari pagi setiap Sabtu dan senam di rumah.

Lari Pagi Tiap Hari Sabtu




Saya senang sekali ketika akhirnya menemukan waktu dan tempat yang pas untuk berolah raga sambil refresing seluruh keluarga secara rutin. Sebuah gor di daerah Arcamanik tidak terlalu jauh dari rumah.

Setiap Sabtu subuh kami bersiap untuk berangkat. Tiba di gor kami langsung berjalan kaki mengitari gor bergabung bersama orang-orang yang tengah berolah raga lainnya. Lumayan, satu putaran sekitar 1 km.

Bertahap saja, satu putaran dulu biar kaki nggak kaget, setelah beberapa minggu, ditingkatkan jadi dua putaran, dan seterusnya.

Seneng banget, anak-anak pun menikmati olah raga rutin ini. Terlihat dari mereka yang banyak tertawa. Minggu nanti mereka mau bawa sepeda katanya, biar nggak terlalu cape.

Tempatnya luas, nyaman untuk olah raga. Anak-anak bisa bebas lari sambil main kejar-kejaran. Bundanya pun bisa ikutan balap lari sesekali, gantian jaga bayi 20 bulan sama Papanya. Si Bayi cantik pun ikut tertawa-tawa gembira. 
Aah, saya jadi nyesel kalau begini, kenapa tidak dari dulu saja rutin olah raga mingguan begini. Ternyata tidak seribet yang dibayangkan karena anak-anak pun kooperatif sebab ingin ikut olah raga juga. Badan segar, hati pun riang.

Senam di Rumah


Mengingat hari Sabtu kadang ada halangan, entah hujan atau hal lain yang menyebabkan kami tidak bisa berolah raga, maka saya harus punya alternatif lain.

Sebenarnya saya mau ikut senam ibu-ibu tetapi belum kesampaian lagi karena rata-rata di tempat terbuka. Saya kan malu harus goyang-goyang di depan orang banyak.

Akhirnya, saya pilih yang paling mudah saja: senam di rumah. Biar semangat, saya download dulu video senam di hp dan laptop. Saya juga pinjam cd senam dari teman dan di copy ke laptop, biar banyak pilihan.

Nah, pagi-pagi saya putar video senam di hp atau laptop tergantung kondisi lalu mulai senam. Biasanya saya ajak anak-anak ikut senam biar lebih bersemangat.

Lumayan lah beberapa puluh menit pun cukup membuat berkeringat. Kadang diseling-seling sama ngurus anak. Bagaimana lagi, kalau harus nyari waktu luang yang panjang khusus buat senam itu tidak mudah. Jadi manfaatkan saja waktu yang ada. 
Ini pengalaman saya, bagaimana pengalaman Bunda? 


tas: olahraga, senam, lari

Kerjasama Ayah Ibu dalam Mengasuh Anak Membuat Semua Bahagia

pixabay.com
ayah dan bunda bekerjasama mendidik anak

Apakah Anda sering merasa sangat lelah saat mendidik anak-anak?
Apakah Anda merasa hanya sendirian mendidik anak-anak?
Apakah suami Anda berpikir tugasnya hanya mencari nafkah tanpa harus ikut terlibat mendidik Anak?

Allah berfirman, "Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka." (QS. At- Tahrim:6)
Nabi bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya mengenai apa yang dipimpinnya."

Mari kita perhatikan ayat serta hadits di atas, apakah itu tertuju untuk para ibu saja? Bukankah seorang ayah itu pemimpin dalam keluarganya? Yang berarti dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai keluarganya serta ia memiliki kewajiban untuk menjaga keluarganya dari api neraka.

Jika demikian, jelas sekali bahwa para ayah pun memiliki kewajiban yang sama dengan para ibu untuk mendidik keluarganya. Dan alangkah lebih baik jika ayah dan ibu saling bersinergi dan bekerjasama dalam mendidik buah hatinya.

Sebuah keluarga yang ayah dan ibu kompak bekerjasama dalam mendidik anak memiliki keutamaan sebagai berikut:

1. Mengajarkan Pentingnya Kerjasama Team

Ayah dan ibu yang kompak, bekerjasama, saling mendukung dalam mendidik anak akan membuat anak memahami pentingnya kerjasama tim. Anak-anak tidak perlu dinasihati untuk belajar bekerjasama dengan teman atau saudaranya, karena mereka tinggal meniru apa yang dilakukan orang tuanya.

2. Anak Mantap dalam Bersikap karena Hanya Memiliki Satu Patokan
Ayah dan ibu yang kompak dalam mendidik anak akan membuat anak mantap dalam bersikap. Mereka yakin apa yang dilakukan itu benar karena ayah dan ibu mengatakan hal itu benar.

Sebaliknya, ayah dan ibu yang tidak kompak dalam mendidik akan membuat anak bingung dalam bersikap. Ayah bilang boleh tapi ibu bilang tak boleh. Atau ibu bilang boleh tapi ayah bilang tak boleh. Akhirnya mungkin anak mencari tahu sendiri pada orang lain.

3. Anak Bangga pada Orangtuanya 
Ayah dan ibu yang bekerjasama dalam mendidik buah hatinya akan terlihat kompak dan harmonis. Hal ini akan membuat anak-anak bangga pada orang tuanya.

Rasa bangga dan bahagia itu akan membuat anak secara suka rela mengikuti nasihat atau bimbingan dari orang tua sehingga mendidik anak terasa lebih mudah.

4. Ayah Ikut Mendidik, Ibu pun Bahagia
pixabay.com
ayah harus ikut mengasuh && mendidik anak


Mendidik anak itu bukan hal yang mudah, diperlukan energi besar serta stok kesabaran yang banyak. Hal ini akan berkali lipat beratnya jika ayah tidak mau terlibat. Ibu akan merasa lelah jiwa dan raga.

Tetapi, jika seorang ayah terlibat dalam pendidikan anak, maka akan membuat istrinya lebih bahagia. Ia memiliki tempat sharing yang satu visi, serta memiliki motivator yang akan mendukungnya saat merasa lelah.

Selain itu, ayah yang mau bekerjasama dengan ibu untuk mendidik anak tentu saja akan membuat anak-anak merasa berharga dan disayangi. Perasaan berharga dan disayangi itu amat baik untuk membentuk jiwa anak yang baik. Semoga kita bisa menjadi ayah dan ibu yang bekerjasama dalam mendidik anak-anak.



tag, kerjasama, ayah bunda, mendidik anak, bahagia

Senin, 07 Januari 2019

Mengapa Kurma Dianggap Makanan Sehat untuk Ibu Hamil?


 
Kurma makanan sehat untuk ibu hamil
            Saya pikir ibu hamil sangat memerlukan informasi seputar makanan sehat untuk ibu hamil. Terutama kehamilan pertama, biasanya ibu akan lebih banyak kekhawatiran disebabkan minimnya pengalaman.
            Katanya, kita harus datang ke dokter gigi untuk merawat gigi secara berkala. Tapi kira-kira berapa persen ya orang yang melakukanya? Saya tak bisa menebak tapi yang jelas orang-orang yang saya kenal tak ada yang rutin melakukannya. Artinya hanya datang ke dokter gigi saat ada keluhan.
Coba kita bandingkan, saat seorang wanita hamil, ia akan rutin memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan atau bidan, ada atau pun tak ada keluhan. Bahkan saat tak ada dana pun memaksakan diri, setidaknya itulah yang saya alami. Artinya apa? Artinya seorang wanita hamil selalu ingin memastikan bahwa kandungannya baik-baik saja. Ia rela melakukan pengorbanan dana dan tenaga untuk melakukannya.
Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh ibu hamil adalah, apa saja makanan yang sehat untuk ibu hamil? Mengingat ibu hamil dalam kondisi istimewa, sehingga dia tak boleh sembarangan memasukkan makanan atau minuman sesuka hati. Ia harus memikirkan juga kesehatan janinnya.
Salah satu makanan sehat untuk ibu hamil adalah kurma. Buah asli Timur Tengah ini dalam setiap butirnya mengandung sangat banyak nutrisi yang sangat bagus buat ibu hamil. Kelebihan lainnya adalah sangat praktis, ibu hamil bisa membawa beberapa butir dalam wadah kecil saat ingin keluar rumah. Tak perlu memakai alat makan, tinggal hap masuk mulut maka ibu sudah mendapatkan nutrisi yang banyak.  
Selain itu, jika ibu hamil bosan menyantap langsung, kurma lezat juga diolah menjadi makanan atau minuman (insya Allah pada artikel berikutnya akan dibahas khusus). Misalnya dibuat jus, puding, kue, bolu, atau dicampurkan sama makanan lain.

Lalu, apa sajakah manfaat kurma sebagai makanan sehat untuk ibu hamil dan janinnya?
pixabay.com


v  Menyediakan energi
Semua ibu hamil saya yakin menginginkan proses melahirkan yang cepat dan mudah. Sayang sekali kita tidak bisa memprediki akan seperti apa proses melahirkan nanti. Apakah mudah atau sulit, apakah cepat atau lama. Jangan jauh-jauh, dari pengalaman saya saja misalnya, saat hamil anak ketiga banyak masalah yang terjadi pada kandungan. Tetapi alhamdulillah saya bisa melahirkan lancar dan normal padahal dari awal sudah disiapkan buat operasi sesar. Sebaliknya, anak kedua saya merasa sehat dan tak ada masalah dengan kandungan saat diperiksa. Ternyata, saya harus melahirkan prematur dengan janin berat badan rendah.
Maksud saya, ibu hamil harus menyiapkan energi yang banyak agar siap menghadapi proses melahirkan yang bagaimana pun. Untuk itulah ibu hamil perlu mengonsumsi kurma. Di samping selama kehamilan, dengan janin di perut, ibu hamil pun memerlukan energi tambahan. Dengan mengonsumsi tujuh butir kurma setiap hari, ibu mendapat tambahan energi dengan gula alami tanpa kalori berlebihan.

v  Menjauhkan sembelit  
Ibu hamil seringkali mengalami sembelit. Mengonsumsi kurma secara rutin akan membantu ibu mendapatkan serat untuk mencegah terjadinya sembelit. Sangat tidak nyaman berlama-lama di toilet apalagi dengan perut besar, bukan?
Alhamdulillah saya sudah merasakan khasiatnya saat kehamilan keempat. Saat rajin makan kurma BAB lancar jaya, tapi saat saya beberapa hari malas makan kurma jadi sembelit. Sejak itu saya bertekad tak boleh malas makan kurma karena saya sendiri yang merasakan keuntungannya.

v  Mencegah bayi lahir cacat
pixabay.com
setiap ibu mendambakan janinnya lahir sehat

Dokter kandungan atau bidan selalu meresepkan pil asam folat untuk ibu hami. Ternyata, kurma mengandung asam folat alami. Asam folat ini penting sekali bagi ibu hamil agar janinnya terhindar dari lahir cacat. Mengonsumsi kurma akan melindungi otak dan saraf tulang belakang janin.

v  Mencegah anemia yang sering diderita ibu hamil
Ibu hamil terutama hamil muda rentan sekali menderita anemia. Anemia terjadi karena ibu kekurangan zat besi. Ibu hamil biasanya lebih lemas dari biasanya, tetapi ibu yang menderita anemia lemas dan pusing terus menerus. Hal ini tentu saja tidak baik untuk ibu maupun janin.
Mengkonsumsi kurma secara rutin tujuh butir sehari akan membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan zat besi agar terhindar dari menderita anemia.

v  Menjaga kesehatan tulang dan gigi bayi
pixabay.com
tulang kuat anak sehat

Magnesium serta mineral essensial merupakan pembentuk struktur tulang dan gigi bayi. Nah, kurma mengandung keduanya. Artinya, jika ibu hamil mengonsumsi kurma berarti ia memenuhi kebutuhan bayinya pada kedua hal tersebut. Tentu saja dengan harapan sang bayi akan memiliki tulang dan gigi yang kuat dan sehat.
Yang saya paparkan ini baru sebagian dari khasiat kurma, masih banyak lagi khasiat kurma sehingga dianggap sebagai makanan sehat untuk ibu hamil.

tag: kurma, ibu hamil, janin, khasiat kurma, 



Menikmati Surabi dengan Aneka Toping Menggiurkan

Setelah sekian lama merencanakan tapi gagal terus, akhirnya Sabtu kemarin kami jadi juga mengunjungi keluarga adik yang tinggal di daerah ...