Rabu, 09 Januari 2019

Resep Masakan Istimewa di Rumah Kami


 

Kalau ditanya resep masakan istimewa di rumah kami, saya bingung menjawabnya. Pertama karena saya tidak mahir masak, saya hanya bisa masak yang standar-standar saja. Kedua karena selera anak-anak dan orang tua sering berbeda. Jadi kalau saya masak kesukaan suami, anak-anak malah manyun. Kalau saya masak kesukaan anak-anak, suami tetap ikut makan karena beliau tidak rewel masalah makan, tapi porsinya biasa saja.

Tapi setelah dipikir-pikir ada juga menu yang kompak akan membuat anak-anak dan suami antusias dan bilang, "Wow". Tak lain dan tak bukan adalah nasi liwet beserta teman-temannya.

Sayangnya, nasi liwetnya kompak bikin antusias tapi teman-temannya itu yang disukai anak-anak dan suami berbeda.

Kesukaan anak-anak nasi liwet sama ayam goreng atau sate ayam. Kesukaan Bunda dan Papa mereka nasi liwet plus sambal, lalap, tempe tepung, dan ikan goreng.

Berhubung tak punya kastrol buat bikin liwet, jadi cukuplah menggunakan magic com. (Maaf saya lupa nyimpen fotonya, ambil dari internet dulu yaa)
sumber gamvar: cookpad.com


Ini dia bahan liwet ala ala Bunda Wafa:

1 kg beras
1 ons teri nasi, cuci
1 sdm blue band
1 sdm garam
1 sdm penyedap (jika mau)
1 butir tomat, iris
2 buah cabai merah, boleh diiris
5 butir bawang merah, iris
10 helai daun salam
1 batang serai

Cara membuat: 
Cuci beras, masukkan ke magic com, masukan semua bumbu dan teri nasi. Tambahkan air, ukur hingga dua ruas jari dari permukaan beras. Aduk supaya bumbu merata. Nyalakan magic com dan tunggu sekitar 30 menit hingga matang.

Sambal, lalap, goreng ayam, goreng tempe, dan goreng ikan saya yakin sudah punya resep andalan masing-masing ya, Mak. Saya ingin berbagi resep sate ayam saja.
sumber gambar: pixabay.com


Bahan:

500 g ayam fillet, potong-potong dadu

Bumbu halus:

1 sdm garam
1 sdt merica
5 butir bawang putih halus
5 butir bawang merah
1 sdt ketumbar
3 sdm kecap manis

Cara membuat:
Campurkan bumbu halus bersama ayam, aduk hingga bumbu merata. Diamkan setengah jam hingga bumbu meresap. Tusuk masing-masing empat atau lima potongan fillet ayam. Lakukan hingga ayam ditusuk semua. Bakarlah sate hingga matang. Kalau saya menggunakan dobel pan supaya praktis tak harus capai geber-geber.

Jadi, sekarang kalau ingin nasi liwet tak usah pergi ke restauran Sunda, bikin saja di rumah, mudah kan? Selamat mencoba. 


tag: resep keluarga, masakan favorit, nasi liwet, sate ayam

Selasa, 08 Januari 2019

Olah Raga Favoritku

pixabay.com

 

Kalau ditanya kapan terakhir olah raga, saya suka malu. Karena jawabannya sering: sudah lupahttps://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f52/1/16/1f648.png🙈. Apalagi kalau ditanya olah raga favorit, saya harus merenung dulu beberapa hari 
#lebay https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/f51/1/16/1f603.png:D
Tapi setidaknya saat di asrama dulu (zaman remaja belia) saya pernah punya olah raga favorit: karate. Yah, walau pun tidak terlalu lama hingga naik sabuk kuning. Sekitar setahun. Setidaknya ada sedikit kenangan akrab dengan mahluk bernama olah raga #hallah...

Etapi, ada masa yang lebih lama lagi saya akrab dengan olah raga, yakni saat kuliah sembari nyantri di DT. Sekitar dua tahun.

Lulus kuliah, nikah, punya anak empat orang selang tiga dan enam tahun membuat saya punya segudang alasan untuk tidak berolah raga. Alasan pertama: pekerjaan rumah tangga sudah sangat membuat lelah bahkan mungkin lebih lelah dari pada berolah raga. Ternyata oh ternyata, belakangan saya tahu mengerjakan pekerjaan rumah tangga tidak bisa menggugurkan kewajiban berolah raga, karena dua hal itu beda! Oow ....
Alasan kedua: mengurus anak dan rumah sangat menyita waktu sehingga saya sudah kehabisan waktu untuk berolah raga.

Alasan ketiga dan seterusnya kondisional, tergantung situasi dan kondisi. 
#Jangan ditiru yah...

Tetapi, ada saatnya saya menyadari bahkan bertekad untuk mulai rutin berolah raga. Pemicunya bermacam-macam. Kadang karena iri melihat perempuan yang terlihat sehat dan singset dengan tubuh rampingnya, kadang setelah diskusi dengan teman-teman, kadang setelah membaca artikel atau buku kesehatan, dan sebagainya.

Syukurlah, akhir-akhir ini saya mulai insyaf untuk lebih sering berolah raga. Olah raga favorit saya yang sesuai dengan kondisi sebagai ibu rumah tangga. Lari pagi setiap Sabtu dan senam di rumah.

Lari Pagi Tiap Hari Sabtu




Saya senang sekali ketika akhirnya menemukan waktu dan tempat yang pas untuk berolah raga sambil refresing seluruh keluarga secara rutin. Sebuah gor di daerah Arcamanik tidak terlalu jauh dari rumah.

Setiap Sabtu subuh kami bersiap untuk berangkat. Tiba di gor kami langsung berjalan kaki mengitari gor bergabung bersama orang-orang yang tengah berolah raga lainnya. Lumayan, satu putaran sekitar 1 km.

Bertahap saja, satu putaran dulu biar kaki nggak kaget, setelah beberapa minggu, ditingkatkan jadi dua putaran, dan seterusnya.

Seneng banget, anak-anak pun menikmati olah raga rutin ini. Terlihat dari mereka yang banyak tertawa. Minggu nanti mereka mau bawa sepeda katanya, biar nggak terlalu cape.

Tempatnya luas, nyaman untuk olah raga. Anak-anak bisa bebas lari sambil main kejar-kejaran. Bundanya pun bisa ikutan balap lari sesekali, gantian jaga bayi 20 bulan sama Papanya. Si Bayi cantik pun ikut tertawa-tawa gembira. 
Aah, saya jadi nyesel kalau begini, kenapa tidak dari dulu saja rutin olah raga mingguan begini. Ternyata tidak seribet yang dibayangkan karena anak-anak pun kooperatif sebab ingin ikut olah raga juga. Badan segar, hati pun riang.

Senam di Rumah


Mengingat hari Sabtu kadang ada halangan, entah hujan atau hal lain yang menyebabkan kami tidak bisa berolah raga, maka saya harus punya alternatif lain.

Sebenarnya saya mau ikut senam ibu-ibu tetapi belum kesampaian lagi karena rata-rata di tempat terbuka. Saya kan malu harus goyang-goyang di depan orang banyak.

Akhirnya, saya pilih yang paling mudah saja: senam di rumah. Biar semangat, saya download dulu video senam di hp dan laptop. Saya juga pinjam cd senam dari teman dan di copy ke laptop, biar banyak pilihan.

Nah, pagi-pagi saya putar video senam di hp atau laptop tergantung kondisi lalu mulai senam. Biasanya saya ajak anak-anak ikut senam biar lebih bersemangat.

Lumayan lah beberapa puluh menit pun cukup membuat berkeringat. Kadang diseling-seling sama ngurus anak. Bagaimana lagi, kalau harus nyari waktu luang yang panjang khusus buat senam itu tidak mudah. Jadi manfaatkan saja waktu yang ada. 
Ini pengalaman saya, bagaimana pengalaman Bunda? 


tas: olahraga, senam, lari

Kerjasama Ayah Ibu dalam Mengasuh Anak Membuat Semua Bahagia

pixabay.com
ayah dan bunda bekerjasama mendidik anak

Apakah Anda sering merasa sangat lelah saat mendidik anak-anak?
Apakah Anda merasa hanya sendirian mendidik anak-anak?
Apakah suami Anda berpikir tugasnya hanya mencari nafkah tanpa harus ikut terlibat mendidik Anak?

Allah berfirman, "Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka." (QS. At- Tahrim:6)
Nabi bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya mengenai apa yang dipimpinnya."

Mari kita perhatikan ayat serta hadits di atas, apakah itu tertuju untuk para ibu saja? Bukankah seorang ayah itu pemimpin dalam keluarganya? Yang berarti dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai keluarganya serta ia memiliki kewajiban untuk menjaga keluarganya dari api neraka.

Jika demikian, jelas sekali bahwa para ayah pun memiliki kewajiban yang sama dengan para ibu untuk mendidik keluarganya. Dan alangkah lebih baik jika ayah dan ibu saling bersinergi dan bekerjasama dalam mendidik buah hatinya.

Sebuah keluarga yang ayah dan ibu kompak bekerjasama dalam mendidik anak memiliki keutamaan sebagai berikut:

1. Mengajarkan Pentingnya Kerjasama Team

Ayah dan ibu yang kompak, bekerjasama, saling mendukung dalam mendidik anak akan membuat anak memahami pentingnya kerjasama tim. Anak-anak tidak perlu dinasihati untuk belajar bekerjasama dengan teman atau saudaranya, karena mereka tinggal meniru apa yang dilakukan orang tuanya.

2. Anak Mantap dalam Bersikap karena Hanya Memiliki Satu Patokan
Ayah dan ibu yang kompak dalam mendidik anak akan membuat anak mantap dalam bersikap. Mereka yakin apa yang dilakukan itu benar karena ayah dan ibu mengatakan hal itu benar.

Sebaliknya, ayah dan ibu yang tidak kompak dalam mendidik akan membuat anak bingung dalam bersikap. Ayah bilang boleh tapi ibu bilang tak boleh. Atau ibu bilang boleh tapi ayah bilang tak boleh. Akhirnya mungkin anak mencari tahu sendiri pada orang lain.

3. Anak Bangga pada Orangtuanya 
Ayah dan ibu yang bekerjasama dalam mendidik buah hatinya akan terlihat kompak dan harmonis. Hal ini akan membuat anak-anak bangga pada orang tuanya.

Rasa bangga dan bahagia itu akan membuat anak secara suka rela mengikuti nasihat atau bimbingan dari orang tua sehingga mendidik anak terasa lebih mudah.

4. Ayah Ikut Mendidik, Ibu pun Bahagia
pixabay.com
ayah harus ikut mengasuh && mendidik anak


Mendidik anak itu bukan hal yang mudah, diperlukan energi besar serta stok kesabaran yang banyak. Hal ini akan berkali lipat beratnya jika ayah tidak mau terlibat. Ibu akan merasa lelah jiwa dan raga.

Tetapi, jika seorang ayah terlibat dalam pendidikan anak, maka akan membuat istrinya lebih bahagia. Ia memiliki tempat sharing yang satu visi, serta memiliki motivator yang akan mendukungnya saat merasa lelah.

Selain itu, ayah yang mau bekerjasama dengan ibu untuk mendidik anak tentu saja akan membuat anak-anak merasa berharga dan disayangi. Perasaan berharga dan disayangi itu amat baik untuk membentuk jiwa anak yang baik. Semoga kita bisa menjadi ayah dan ibu yang bekerjasama dalam mendidik anak-anak.



tag, kerjasama, ayah bunda, mendidik anak, bahagia

Senin, 07 Januari 2019

Mengapa Kurma Dianggap Makanan Sehat untuk Ibu Hamil?


 
Kurma makanan sehat untuk ibu hamil
            Saya pikir ibu hamil sangat memerlukan informasi seputar makanan sehat untuk ibu hamil. Terutama kehamilan pertama, biasanya ibu akan lebih banyak kekhawatiran disebabkan minimnya pengalaman.
            Katanya, kita harus datang ke dokter gigi untuk merawat gigi secara berkala. Tapi kira-kira berapa persen ya orang yang melakukanya? Saya tak bisa menebak tapi yang jelas orang-orang yang saya kenal tak ada yang rutin melakukannya. Artinya hanya datang ke dokter gigi saat ada keluhan.
Coba kita bandingkan, saat seorang wanita hamil, ia akan rutin memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan atau bidan, ada atau pun tak ada keluhan. Bahkan saat tak ada dana pun memaksakan diri, setidaknya itulah yang saya alami. Artinya apa? Artinya seorang wanita hamil selalu ingin memastikan bahwa kandungannya baik-baik saja. Ia rela melakukan pengorbanan dana dan tenaga untuk melakukannya.
Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh ibu hamil adalah, apa saja makanan yang sehat untuk ibu hamil? Mengingat ibu hamil dalam kondisi istimewa, sehingga dia tak boleh sembarangan memasukkan makanan atau minuman sesuka hati. Ia harus memikirkan juga kesehatan janinnya.
Salah satu makanan sehat untuk ibu hamil adalah kurma. Buah asli Timur Tengah ini dalam setiap butirnya mengandung sangat banyak nutrisi yang sangat bagus buat ibu hamil. Kelebihan lainnya adalah sangat praktis, ibu hamil bisa membawa beberapa butir dalam wadah kecil saat ingin keluar rumah. Tak perlu memakai alat makan, tinggal hap masuk mulut maka ibu sudah mendapatkan nutrisi yang banyak.  
Selain itu, jika ibu hamil bosan menyantap langsung, kurma lezat juga diolah menjadi makanan atau minuman (insya Allah pada artikel berikutnya akan dibahas khusus). Misalnya dibuat jus, puding, kue, bolu, atau dicampurkan sama makanan lain.

Lalu, apa sajakah manfaat kurma sebagai makanan sehat untuk ibu hamil dan janinnya?
pixabay.com


v  Menyediakan energi
Semua ibu hamil saya yakin menginginkan proses melahirkan yang cepat dan mudah. Sayang sekali kita tidak bisa memprediki akan seperti apa proses melahirkan nanti. Apakah mudah atau sulit, apakah cepat atau lama. Jangan jauh-jauh, dari pengalaman saya saja misalnya, saat hamil anak ketiga banyak masalah yang terjadi pada kandungan. Tetapi alhamdulillah saya bisa melahirkan lancar dan normal padahal dari awal sudah disiapkan buat operasi sesar. Sebaliknya, anak kedua saya merasa sehat dan tak ada masalah dengan kandungan saat diperiksa. Ternyata, saya harus melahirkan prematur dengan janin berat badan rendah.
Maksud saya, ibu hamil harus menyiapkan energi yang banyak agar siap menghadapi proses melahirkan yang bagaimana pun. Untuk itulah ibu hamil perlu mengonsumsi kurma. Di samping selama kehamilan, dengan janin di perut, ibu hamil pun memerlukan energi tambahan. Dengan mengonsumsi tujuh butir kurma setiap hari, ibu mendapat tambahan energi dengan gula alami tanpa kalori berlebihan.

v  Menjauhkan sembelit  
Ibu hamil seringkali mengalami sembelit. Mengonsumsi kurma secara rutin akan membantu ibu mendapatkan serat untuk mencegah terjadinya sembelit. Sangat tidak nyaman berlama-lama di toilet apalagi dengan perut besar, bukan?
Alhamdulillah saya sudah merasakan khasiatnya saat kehamilan keempat. Saat rajin makan kurma BAB lancar jaya, tapi saat saya beberapa hari malas makan kurma jadi sembelit. Sejak itu saya bertekad tak boleh malas makan kurma karena saya sendiri yang merasakan keuntungannya.

v  Mencegah bayi lahir cacat
pixabay.com
setiap ibu mendambakan janinnya lahir sehat

Dokter kandungan atau bidan selalu meresepkan pil asam folat untuk ibu hami. Ternyata, kurma mengandung asam folat alami. Asam folat ini penting sekali bagi ibu hamil agar janinnya terhindar dari lahir cacat. Mengonsumsi kurma akan melindungi otak dan saraf tulang belakang janin.

v  Mencegah anemia yang sering diderita ibu hamil
Ibu hamil terutama hamil muda rentan sekali menderita anemia. Anemia terjadi karena ibu kekurangan zat besi. Ibu hamil biasanya lebih lemas dari biasanya, tetapi ibu yang menderita anemia lemas dan pusing terus menerus. Hal ini tentu saja tidak baik untuk ibu maupun janin.
Mengkonsumsi kurma secara rutin tujuh butir sehari akan membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan zat besi agar terhindar dari menderita anemia.

v  Menjaga kesehatan tulang dan gigi bayi
pixabay.com
tulang kuat anak sehat

Magnesium serta mineral essensial merupakan pembentuk struktur tulang dan gigi bayi. Nah, kurma mengandung keduanya. Artinya, jika ibu hamil mengonsumsi kurma berarti ia memenuhi kebutuhan bayinya pada kedua hal tersebut. Tentu saja dengan harapan sang bayi akan memiliki tulang dan gigi yang kuat dan sehat.
Yang saya paparkan ini baru sebagian dari khasiat kurma, masih banyak lagi khasiat kurma sehingga dianggap sebagai makanan sehat untuk ibu hamil.

tag: kurma, ibu hamil, janin, khasiat kurma, 



Minggu, 06 Januari 2019

Si Manis Nomor Wahid Makanan Sehat untuk Ibu Hamil


 
kurma ruthab manisnya sedang
Dulu saya amat tidak suka sama kurma. Rasa manisnya yang terlalu itu bikin gigi sakit plus nyelek di tenggorokan. Tentu saja saya tahu khasiatnya, terutama sebagai makanan sehat untuk ibu hamil, tapi hanya sekadar tahu tanpa meresapinya. Sehingga ya gitu, khasiat yang banyak itu kalah sama rasa manisnya yang terlalu.
Pernah, suami sengaja pulang umroh bawa oleh-oleh kurma nabi (Ajwa) dua kilo. Sekilo kami hadiahkan dan sekilo lagi kami icip sebiji-sebiji lalu disimpan berbulan-bulan hingga akhirnya dikasihkan ke sodara juga. Padahal untuk dua kilo itu suami merogoh kocek hampir sejuta.
            Tapi itu tiga tahun yang lalu, sebelum saya hamil si Bungsu. Saat hamil itu saya lemes dan pusing terus menerus. Padahal obat dan vitamin dari dokter kandungan sudah dikonsumsi, anjurannya pun sudah saya turuti. Nah, saat ketemu seorang teman yang kebetulan dia juga seorang bidan, beliau menyarankan untuk rutin mengonsumsi kurma tujuh butir sehari.
Awalnya saya beralasan kurang suka rasanya dan kurang nyaman di gigi saat memakannya. Demi kesehatan janin saya bisa memaksakan diri, tapi hanya sebiji atau paling banyak tiga biji sehari. Lalu beliau menyarankan untuk membuat nabez alias rendaman kurma. Menurut beliau, nabez ini membuat khasiat kurma bertambah tapi rasanya lebih bersahabat alias tidak terlalu manis lagi. Wah boleh juga ini.
            Alhamdulillah, kebetulan sekali saat itu suami belum lama pulang umroh dan kami masih punya sedikit stok kurma Ajwa. Malam-malam saya menyiapkan kurma untuk dibikin nabez. Mula-mula tujuh butir kurma disiapkan, bijinya dibuang, lalu masukkan dalam cangkir, kasih air, lalu ditutup. Biarkan semalaman. Itulah nabez yang ternyata merupakan kesukaan Nabi Muhammad Saw. Duh, kemana aja saya kok baru tahu hal sepenting ini hiks ....
Besok paginya saya coba kurma yang sudah direndam itu. Betul rasanya tak terlalu manis lagi. Kalau begini caranya bisa lah saya makan tujuh butir pun. Air rendaman yang kaya khasiat itu pun enak juga diminum.

            Besok dan besoknya lagi alhamdulillah tujuh butir kurma bisa masuk ke perut saya tanpa hambatan. Tapi lama-lama bosan juga, lalu saya berpikir untuk ngeblender nabez itu, eh ternyata rasanya mantap. Jadilah saya tidak lagi memandang kurma sebagai sesuatu yang tidak enak.
Alhamdulillah, kesehatan saya mulai membaik. Tak lagi terlalu lemas dan pusing. Dan ternyata kurma pun bisa meredakan asam lambung yang biasa diderita ibu hamil muda. Seperti umumnya ibu hamil muda, saya pun tak berselera terhadap makanan sehingga seringkali asam lambung naik. Sedihnya, rumah kami di komplek yang jauh dari kota. Pokoknya kalau nggak masak ya nggak makan saking jarangnya yang jual makanan. Kalau pun ada yang jualan hanya jajanan semacam bakso yang tak cocok buat ibu hamil muda, bikin eneg selain tidak sehat. Nah, karena tak ada makanan itu terpaksalah saya ambil sebiji kurma buat dimakan langsung. Dikunyah lama-lama biar nggak cepet habis maksudnya. Eh ternyata lambung saya terasa lebih enakan setelahnya. Sejak itu mulailah saya mau nyemil kurma sebiji-sebiji untuk antisipasi asam lambung naik. Saat itu saya berpikir, coba dari dulu saya mau nyoba kurma, mungkin saat hamil muda ketiga kakaknya lebih mudah.
Pas googling ternyata banyak sekali informasi khasiat kurma itu, baik buat ibu hamil maupun tidak (Informasi lengkapnya insya Allah akan saya tulis dalam artikel berikutnya yaa). Khasiat untuk ibu hamil dan janin di antaranya:
kurma nabi (ajwa) kurma terbaik

v  Menyediakan energy untuk proses persalinan
v  Menjauhkan sembelit yang sering dialami ibu hamil
v  Memproduksi asam amino
v  Mencegah bayi lahir cacat
v  Menyumbang vitamin K untuk bayi
v  Mencegah anemia yang sering diderita ibu hamil
v  Membantu keseimbangan air dan garam dalam tubuh
v  Menjaga kesehatan tulang dan gigi bayi
Alhamdulillah, si Bungsu lahir sehat meski harus melalui operasi sesar. Entah mungkin bawaannya, si Bungsu ini badannya mungil seperti anak pertama. Dia tidak montok seperti anak kami nomor dua dan tiga. Meski begitu Alhamdulillah ia jarang sekali sakit. Kalau pun sakit hanya sakit ringan dan bisa saya obati di rumah. Ini anugerah luar biasa buat kami mengingat dua kakak pertamanya sering keluar masuk dirawat di rumah sakit saat balita.
Saat ini si Bungsu Khalifa berusia 33 bulan. Ia sangat hobi mengonsumsi kurma baik dimakan langsung maupun dibuat jus. Hal ini sangat menyenangkan buatku mengingat hingga saat ini masih harus membujuk kakak-kakaknya untuk mau mengonsumsi kurma. Tapi saya maklum sih, Bunda mereka pun baru menyukai kurma akhir-akhir ini. Anak meniru apa yang kita lakukan, bukan?
si Kecil pun hobi makan kurma

Semoga pengalamanku ini akan bermaanfaat bagi yang mencari informasi makanan sehat untuk ibu hamil. amiin.

Top of Form

Bottom of Form
tag, kurma, janin, ibu hamil, makanan sehat, khasiat kurma 

Jumat, 04 Januari 2019

7 Inspirasi Sehat dari Tanah Harom


pixabay.com

Kadang saya merasa sudah tua, dikit-dikit sakit. Pergi kemana seharian & kepanasan pulangnya kepala berat luar biasa. Tiap hari asal kena dingin dikit langsung bersin-bersin. Masuk angin jadi langganan. Ya Allah, apa diriku sebenarnya setua nenekku? Hiks ...
Karena itulah sebelum berangkat umroh saya ikhtiarnya banyak sekali untuk sehat. Diakupuntur 2x, minum herbal dari rumah sehat, minum minuman bernutrisi tinggi, dll. Tentu saja dengan harapan saat di tanah suci akan fit untuk melaksanakan ibadah. Tapi apa daya hingga menjelang berangkat latihan fisik alias jalan kaki hanya sedikit karena si Kecil harus selalu ikut ibunya. Leher masih terasa sakit buat nengok, masih bersin-bersin, pulang perjalanan kepala berat, intinya masih belum ada perubahan secara signifikan.
        Masya Allah, beberapa hari di tanah harom dengan kegiatan padat dan tidur kurang alhamdulillah saya sehat walafiat. Barokah tanah harom. Terima kasih ya Allah ... Sekarang saya yakin diriku belum setua nenekku :D
Tapi tentu saja kesehatan yang saya dapatkan itu bukan tanpa ikhtiar. Saya simpulkan wasilah yang membuat sehat itu antara lain:

1.      Banyak Bergerak
*       
*            
Bersemangat bergerak 

Saat di tanah air, terus terang saja daerah jajahan saya hanya seputar rumah, sesekali keliling komplek, kalau mau ke tempat jauh pasti naik kendaraan. Ya memang muter mengerjakan pekerjaan di rumah pun kalau diukur entah berapa kilometer panjangnya. Tapi kan tempatnya hanya beberapa meter tentu berbeda dengan bergerak di udara terbuka.
Nah, saat di tanah suci saya banyak sekali bergerak. Jam 02.00 saya dan teman-teman sudah berangkat ke mesjid. Tiba di masjid lalu thawaf ada mungkin sekitar dua km kalau diluruskan, lumayan juga membuat badan hangat. Setelah shalat subuh kami pulang ke hotel jalan kaki lagi. Sore hari kami kembali masjidil Harom, thawaf, dan sebagainya dan baru kembali ke hotel setelah shalat Isya. Kebetulan kami menginap di Pullman Zamzam yang berlokasi tepat di depan masjidil Harom. Tetapi, halaman dan dalam masjid itu luas sekali sehingga untuk mencapai ka’bah kami harus bergerak lumayan jauh. Belum lagi ziarah-ziarah yang membuat kami banyak bergerak. Meski lelah tapi saya selalu berusaha memaksakan diri untuk bergerak yang hasilnya justru membuat saya sehat.
   
2.      Banyak Minum Air Zamzam dengan Berdoa Dahulu
agalon air zamzam di setiap tempat


Air zamzam ini unik dan istimewa, khasiatnya tergantung orang yang memakainya. Kita bisa menggunakannya untuk mengurangi rasa lapar, mengompres demam, menambah kekuatan badan, dan sebagainya. dan jangan lupa untuk berdoa sebelum menggunakannya.
Saya pernah sakit mata dan mengobatinya dengan air zamzam, Alhamdulillah beberapa jam kemudian sudah sembuh. Teman saya rutin mengobati matanya dengan air zamzam, dan minusnya hampir sembuh hingga tak perlu lagi memakan kacamata. Saat di Jeddah kepala saya pusing sekali karena panas matahari yang menyengat. Syukurlah saat itu saya membawa semprotan berisi air zamzam. Saya semprotin pada wajah dan kepala hingga kerudung basah. Alhamdulillah beberapa saat kemudian kepala jadi ringan dan sakitnya hilang.
Di Masjdil Harom maupun masjid Nabawi mudah sekali menjumpai gallon-galon air zamzam. Saya biasa membawa botol minum, mengisinya dengan air zamzam dan meminumnya. Saya pun mengisi botol-botol dengan air zamzam untuk diminum di hotel. Oh iya, sedapat mungkin saya menghindari air zamzam yang dingin meski kadang susah karena kebanyakan gallon berisi air dingin. Saya yakin, air zamzam sangat mempengaruhi kesehatan saya saat di tanah suci.

3.      Bergaul dengan Orang-orang Saleh

Dengan siapa bergaul akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental kita dan akhirnya berpengaruh pada fisik kita. Di tanah suci tentu saja orang-orang berniat untuk beribadah dan berharap meningkatkan kesalehan. Aura positif itu sangat mungkin yang berpengaruh pada kesehatan kita saat di tanah suci.



4.      Banyak Mengingat Allah

Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hatimu menjadi tenang.” Saat di tanah suci nyaris tanpa menit berlalu tanpa mengingat Allah, karena kondisinya memang kondusif untuk itu. rasanya damai sekali. Tentu saja hal itu berpengaruh positif pada kesehatan kita.


5.      Menjaga Sikap, Ucapan, dan Pikiran

Saat di tanah suci, kita selalu berusaha menjaga sikap, ucapan, dan pikiran hanya yang baik-baik saja. Setiap orang melakukan hal ini sehingga emosi relatif selalu terjaga. Saat emosi terjaga maka kesehatan pun terjaga.


6.      Makan Cukup yang Bergizi 
Add caption


Saat akan berangkat, suami berpesan, “Makan yang cukup meski kurang suka dengan rasanya.” Suami sering membimbing umroh, pasti beliau berpesan berdasarkan pengalamannya. Dan suami tahu bahwa istrinya jarang mau mencoba makanan baru atau bumbu baru.Ternyata, meski masakan Indonesia tapi masakan di pesawat dan hotel rasanya berbeda dengan di Bandung. Entahlah mungkin ada bumbu-bumbu yang tidak dijumpai di sana. Saya mencamkan pesan suami dalam hati dan alhamdulillah saya selalu bisa makan dengan porsi cukup.
Berbeda dengan teman-teman, saya melihat mereka ogah-ogahan saat makan. Kadang makan sedikit sekali atau bahkan tidak makan. Kadang mereka malah makan mie instant. Saya merasa kasihan saat akhirnya mereka jatuh sakit. Sayag sekali di tanah suci yang sebentar jika harus terbaring karena sakit.

7.      Merasa Bahagia


 
      Saya akui saat di tanah suci rasanya bahagia sekali, mungkin karena cita-cita sudah tercapai. Selain itu tak ada yang harus saya pikirkan selain ibadah dan ibadah. Tak perlu memikirkan masak apa, membereskan rumah, ngurus cucian, menengahi anak yang berantem, dan sebagainya. perasaan bahagia itu dipastikan mempengaruhi kesehatan saya saat itu
      Alhamdulillah saya sehat walafiat hingga di tanah air. Jumat tengah malam saya tiba di rumah, Ahad dini hari sudah bisa mengunjungi ayahanda di luar kota. Saya mendengar teman-teman saat pulang rata-rata terkena flu atau batuk bahkan ada yang demam. Ini semua anugerah Allah tetapi kita wajib berikhtiar, bukan? 

tag: tanah suci, umroh, sehat, bahagia, bergerak, 

Mengapa Saat Di Tanah Suci Kita Lebih Giat Beribadah?






Kadang saya merenung, mengapa saat di tanah air kita tidak segiat di tanah suci. Saat di tanah suci kita giat sekali beramal dan beribadah, tak peduli lelah, tak peduli ngantuk, kamar hotel yang nyaman ditinggalkan demi beribadah berhadapan langsung dengan ka'bah. Tapi saat di tanah air kita seakan punya seribu satu alasan untuk lalai. Mengapa?Setelah menganalisis, rupanya hal-hal inilah penyebabnya.


1.      Karena kita tahu umroh merupakan anugerah berharga yang tak setiap orang mendapatkannya
Beribadah haji merupakan idaman seluruh kaum muslin untuk menggenapkan rukun Islam. Sayang sekali saat ini di Indonesia bukan hal mudah untuk dapat segera beribadah haji. Perlu menunggu bertahun-tahun dari daftar hingga mendapat kuota. Karena itu, sebagai solusi berduyun-duyunlah orang berangkat umroh.
Mungkin bagi sebagian kecil orang bisa umroh bukan hal yang istimewa lantaran banyaknya uang yang dia punya. Tapi, bagi kebanyakan orang bisa berangkat umroh merupakan hasil perjuangan. Ada yang menabung bertahun-tahun dan ada yang menjual barang berharga miliknya. Karena itu, umroh merupakan perjalanan istimewa serta anugerah berharga yang tak setiap orang mampu mendapatkannya.
Karena umroh itu anugerah, maka kita berusaha keras menjalaninya sebaik-baiknya. Kalau bisa tak boleh ada waktu luang yang sia-sia tanpa kita gunakan untuk beribadah. Itulah cara kita mensyukuri anugerah umroh sementara jutaan orang menginginkan bisa umroh.
Mari kita renungkan, kita tahu bahwa jatah usia kita adalah anugerah dari Allah. Betapa banyak orang yang sudah Allah panggil dalam usia muda. Jika boleh meminta pasti mereka akan meminta perpanjangan usia untuk dapat mengisinya dengan ibadah dan amal saleh. Sudah selayaknyalah kita mengisi anugerah usia ini sebaik-baiknya. Tak boleh ada kesia-siaan apalagi dosa disengaja, karena kita tidak tahu kapan anugerah hidup ini berakhir.

2.      Karena kita tahu hanya punya waktu sedikit maka harus dimanfaatkan setiap menitnya dengan baik
pixabay.com

Umumnya ibadah umroh dilakukan sembilan hari atau dua belas hari dengan perjalanan pulang pergi. Itu waktu yang sangat singkat terutama bagi orang yang menjalaninya. Rasanya baru kemarin berangkat sekarang harus sudah pulang lagi. Karena itu, kita ingin memanfaatkan setiap menitnya dengan beribadah. Biarlah rasa lelah dan ngantuk ditahan, toh di tanah air nanti bisa beristirahat sepuasnya. Sayang sekali jika waktu yang berharga itu kita habiskan dengan beristirahat di hotel.
Mari kita renungkan, rata-rata masa hidup orang Indonesia itu 70 tahun, jarang sekali yang bisa mencapai 100 tahun. Jika saat ini usia kita 40 tahun misalnya, berarti kita hanya punya waktu 30 tahun untuk dimanfaatkan. Padahal, setiap hari kita mengabiskan waktu banyak untuk tidur, hiburan, istirahat, sedikit sekali waktu yang kita gunakan untuk beribadah.
Jatah 30 tahun itu pun tidak pasti, mungkin sekali kita hanya punya jatah sehari atau dua hari. Jika kita mengetahuinya, pasti kita akan memanfaatkan setiap menitnya untuk hal yang membuat Allah mencintai kita.

3.      Karena kita tahu keutamaan serta pahala yang Allah janjikan dengan ibadah di tanah harom.  
pixabay.com

Kita dan semua jamaah umroh tahu keutamaan beribadah di tanah suci. Ibarat promo, dengan modal ibadah sedikit kita bisa mendapat keuntungan sangat banyak. Allah menjanjikan padala yang luar biasa untuk thawaf, shalat di masjidil Harom, shalat di masjid Nabawi. Ditambah dengan janji ijabah doa di berbagai empat di tanah suci. Baik itu saat thawaf, saat sa’I, di Hijir Ismail, di sudut Ruknul Yamani, serta di Raudhah.
Semua keutamaan itu membuat kita selalu bersemangat untuk beribadah. Kapan lagi kita ibadah sedikit tapi mendapat pahala berlipat ganda? Doa-doa terbaik kita panjatkan pada tempat-tempat ijabah tersebut.
Di tengah malam yang dingin kita mandi lalu berangkat ke masjidil Harom, thawaf, tahajud, tilawah, lalu shalat qobla subuh, shalat subuh. Saat imam mengumumkan untuk shalat jenazah kita pun tak ingin ketinggalan.
Mari kita renungkan, sebenarnya Nabi sudah memberitahu kita saat-saat serta tempat-tempat ijabah doa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setelah shalat, setelah tamat membaca Al Quran, saat hujan, saat safar, saat teraniaya, antara azan dan iqomat, sebelum berbuka puasa, dan sebagainya.
Nabi pun telah mengajari kita amalan kecil yang berpahala besar. Misalnya, menolong kesulitan sesama muslim, shalat sunnah qobla subuh, shalat witir, dan sebagainya. silahkan cari, pelajari dan amalkan.

4.      Karena kita tidak tahu apakah bisa kembali ke tanah suci atau tidak
Setiap orang yang berumroh selalu rindu untuk kembali lagi. Tapi sayangnya itu bukan hal mudah bagi kebanyakan orang. Karena itulah orang yang tengah umroh giat sekali beribadah karena dia tidak tahu apakah bisa kembali atau tidak. Sayang sekali jika kesempatan sekali seumur hidup itu disia-siakan.
Mari kita renungkan, walau menurut kemampuan mustahil tapi masih ada kemungkinan kita kembali ke tanah suci. Tapi saat ajal tiba tak ada lagi peluang kita untuk kembali ke dunia untuk menambah amal ibadah. Sudah selayaknya kita memanfaatkan jatah usia kita sebaik-baiknya. Nabi bersabda bahwa orang yang paling cerdas itu adalah yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk kembali ke kampung akhirat. Jadi, seharusnya kita setiap hari giat beramal dan beribadah seperti saat di tanah suci.
Wallohu alam.
pixabay.com

Top of Form
 tag: tanah suci, ibadah, giat, amal saleh

Resep Masakan Istimewa di Rumah Kami

  Kalau ditanya resep masakan istimewa di rumah kami, saya bingung menjawabnya. Pertama karena saya tidak mahir masak, saya hanya bisa m...