Kamis, 06 Desember 2018

Tips Mendapat Oleh-oleh Murah di Tanah Suci

Toko oleh-oleh di bawah hotel di Madinah



Datang berkunjung ke negeri orang rasanya kurang sempurna tanpa membeli oleh-oleh khas daerah tersebut. Oleh-oleh yang biasanya diidamkan oleh para jamaah umroh antara lain: kurma, minyak zaitun, coklat, parfum, baju arab, pernak pernik perhiasan lucu. Tapi, kita sebagai emak-emak hemat pasti akan sangat berharap akan mendapat harga lebih murah saat berbelanja. Sehingga dibutuhkan tips mendapat oleh-oleh murah di tanah suci. Betul apa betul banget ehehe ...
Tahu banget soalnya itu pengalaman pribadi. Buat mendapat harga bagus, saya bertanya pada saudara atau teman yang sudah pernah umroh, terutama yang sudah berkali-kali. Referensi dari suami tercinta yang seorang pembimbing umroh pun saya kumpulkan, tapi namanya bapak-bapak kadang tak terlalu perhatian pada masalah harga.
Saya rangkumkan berdasarkan pengalaman pribadi serta informasi dari yang lain.

Air Zamzam
Tong air zamzam berjajar di masjid Nabawi


Air zamzam memiliki khasiat yang dangat istimewa. Ia memiliki khasiat seperti niat penggunanya. Maksudnya, saat mengonsumsi air zamzam kita berdoa agar sembuh dari demam, maka insya Allah sembuh demamnya. Saat kita mengompres mata secara rutin dengan doa agar sembuh dari mata minus, insya Allah minusnya berkurang. Di tanah air kta, air zamzam dijual sangat mahal. Sekitar 400 hingga 600 ribu rupiah satu gallon isi 5 liter. Pada saat musim haji harganya mencapai puncaknya dan sulit mendapatkannya.
Nah, saat di tanah suci kita disuguhi air zamzam berlimpah secara gratis. Jika mau, siapkan wadah yang tidak dikhawatirkan bocor, isi air zamzam, dan bawa ditentengan. Biasanya di toko-toko sekitar Masjidil Harom menjual kompan-kompan tebal untuk wadah air zamzam. Satu kompan berisi kurang dari satu liter itu sekitar lima real. Sebaiknya saat pulang jangan simpan di koper karena khawatir bocor, lebih baik dibawa ditentengan saja.
Setiap jamaah umroh memang akan mendapat jatah 5 liter air zamzam. Tapi jika dirasa masih kurang, bisa dicoba tipsnya meski agak merepotkan.
            Saya kemarin setiap ke mesjid membawa dua botol kosong yang airnya sengaja saya kosongkan. Maksudnya airnya tidak saya minum tapi dipindahkan ke wadah lain. Nah, di mesjid saya isi dengan air zamzam. Satu untuk diminum di hotel dan satu lain untuk ditenteng dibawa pulang ke tanah air.  Tenang saja, di Masjidil Harom kita akan menemukan galon air zamzam tersebar di banyak tempat.

Kurma
Kurma nabi yang diburu jamaah umroh

Oleh-oleh khas tanah harom yang paling diburu kedua adalah kurma. Di tanah air memang banyak dijual kurma, tetapi membeli di tempat tumbuhnya langsung tentu beda sensasinya. Selain rasanya, buah ini diburu karena khasiatnya untuk kesehatan dan kecantikan yang luar biasa.
Menurut pengalaman, tips mendapat oleh-oleh murah sebaiknya kita membeli kurma di Madinah. Harganya lebih murah dan kurmanya lebih bagus. Kenapa? Karena Madinah merupakan penghasil kurma terbaik.
Sebelum berangkat umroh saya mendapat informasi bahwa harga kurma di kebun kurma itu lebih tinggi. Mungkin karena bukan benar-benar kebun tetapi hanya tempat wisata yang memiliki toko aneka kurma. Tapi Alhamdulillah di kebun kurma kemarin kami bisa mendapat kurma nabi (ajwa) yang lembut, fresh, dan tebal dengan harga miring. Ini berkat kefasihan berbahasa Arab pembimbing kami, beliau menawar sehingga diberikan harga miring. Jadi tipsnya kalau ingin mendapat harga miring menawarlah dengan bahasa mereka J
Kemarin kami menginap di Hotel Al Harom. Jarak ke mesjid Nabawi sekitar dua ratus meteran. Nah, di sepanjang jalan dari hotel ke mesjid itu berjajar toko-toko oleh-oleh termasuk kurma. Mau nyari kurma apa pun tanya saja sama penjualnya. Mau yang basah, kering, isi almond, kurma ajwa, sukari, medjoul, ambar, sugay, dan sebagainya.
Paling asyik belanja setelah pulang dari masjid, masuk ke toko kurma mereka bilang, “Halal … halal.” Itu artinya kita boleh nyicip yang mana pun. Cicip aja yang bikin kita penasaran biar tahu aneka rasa kurma, nanti kita beli yang paling kita sukai. Jadi selesai belanja kita pun selesai sarapan hehe … kurma kan beberapa butir pun bikin kenyang daan sehat.
Oh iya, jangan khawatir karena tidak bisa berbahasa Arab, pada pedagang itu pandai berbahasa Indonesia. Dan satu lagi, jika tak memiliki uang real pakai saja uang rupiah. Pengalaman saya kemarin justru memakai rupiah sering dapat potongan. Misal, saat belanja kacang Rp 230.000, saya tawar 200.000 aja dibolehin. Beberapa kali saya mengalami seperti itu, padahal harga 230.000 pun hasil nawar juga sebelumnya. Hehe … Emak-emak irit mah harus tahu trik belanja.
Oh ya, sebaiknya sebelum belanja kita sudah punya referensi harga dari teman atau membandingkan harga antar toko. Misalnya waktu nyari kurma syukari kerdusan, satu toko nawarin 80 real. Itu mahal banget, di Indonesia aja harganya nggak segitu. Kok tahu? Kan saya tukang kurma juga hehe … Nah, di toko lain saya dapat harga 40 real, jauah banget kan. Untung saya punya referensi harga sebelumnya. Bahkan di toko lain lagi karena belanja banyakan dapat harga 35 real. Seneng banget dong!

Kacang, coklat, kismis
Kacang  Fustuk, salah satu kacang favorit

Sebelum berangkat saya tanya anak-anak, “Mau dibeliin oleh-oleh apa?” mereka bilang kacang ketawa. Tahu kan? Itu nama lain kacang fustuk atau pistachio. Kulitnya keras banget tapi isinya gurih nikmat. Kulitnya ngebuka seperti mulut orang ketawa. Ternyata harga, rasa, dan ukuran kacang fustuk di sana macam-macam. Ada yang agak asam, gurih, asin, dan tawar. Untunglah semua boleh dicoba. Selain fustuk ada juga almond, mede, kacang arab, dan banyak lagi, saya nggak hafal.
Kismis pun macam-macam, ada yang kecil mungil, besar, dan ada yang hitam. Harga dan rasanya nggak terlalu jauh. Saya beli kismis hanya setengah kilo karena hanya sendiri yang suka.
Jika kita membutuhkan oleh-oleh berupa kacang, coklat, atau kismis semua tersedia di toko-toko di Madinah. Biasanya dijual bersama aneka jenis kurma. Oh iya untuk coklat ada aneka bentuk dengan harga sama, saya kemarin minta satu kilo dicampur biar variatif. Harganya di satu toko 20 real, di toko lain 15 real. Itu yang polos tanpa isi. Kalau coklat yang ada isinya harganya beda lagi.

Parfum
Parfum stik Al Rehab nan praktis 

Untuk oleh-oleh saya lebih suka parfum stik al Rehab. Pilihan aromanya banyak dan aromanya enak. Saya nggak nyari parfum yang botolan ya jadi nggak tahu rentang harga dan yang murang di mana. Parfum stik ini lucu, dia seperti spidol. Jadi kita nggak malu buat membawanya dan irit tempat. Oh ya, anak saya yang di pondok pun pesannya parfum stik, maklum dia agak pemalu jika harus semprot-semprot parfum besar hehe …
Kemarin saya menemukan harga termurah parfum stik di kota Mekah. Tepatnya di pasar Kodi. Saya nggak tahu nama daerahnya, yang jelas kami naik taksi PP sekitar 40 real dibayar sama-sama. Di sini sebuah parfum stik dihargai tiga real saja. Sayang sekali saya hanya beli 15 buah karena saya pikir mungkin ada yang menjual lebih murah lagi. Ternyata di Jeddah dan Madinah harganya lima real tak bisa kurang lagi.
Pasar Kodi. Saya tidak tahu kenapa dijuluki pasar Kodi

Minyak Zaitun
Minyak zaitun nan kaya khasiat

Minyak zaitun memiliki khasiat yang sangat banyak. Di tanah suci kita mudah sekali menemukan penjual minyak zaitun. Harganya sepertinya tidak jauh berbeda satu dan lainnya. Tapi saya sempat membandingkan satu toko di Jeddah dengan satu toko di pasar Kodi. Minyak zaitun dengan ukuran sama (sekitar 300 mil) di pasar Kodi saya beli 10 real sementara di Jeddah saya lihat labelnya 25 real. Jauh banget ya, entah masih bisa ditawar atau nggak.  

Tas Tambahan

Biasanya setelah asyik berbelanja kita baru nyadar perlu tas tambahan ya. Kemarin saya beli tas besar di Madinah 10 real tapi tipis. Alhasil di bandara jebrol dan harus nambah biaya ngebungkus 20 real. Nah, kalau mau nyari tas tambahan sebaiknya di Mekah, karena di Madinah saya tak mendapatkan tas yang kuat tapi murah. Pengalaman teman sekamar misalnya, dia membeli tas seharga 15 real yang dijajakan di depan hotel kami, Pullman Zamzam. Saya lihat tasnya kuat, buktinya dipakai menenteng air zamzam pun tidak ambrol. Teman yang lain membelinya di pasar Kodi. Harganya sekitar RP 130.000. Tasnya lumayan besar, kelihatannya cukup untuk menampung kurma sepuluh kilo. Kuat pula karena saya lihat masih aman waktu tiba di bandara.

            Baju Hitam

            Di tanah suci ternyata banyak sekali yang menjual baju warna hitam. Kualitas dan harganya macam-macam. Berhubung sebelum berangkat saya udah menjahit tiga buah baju jadi saya tak minat buat nambah lagi. Tapi seorang teman yang hunting baju hitam membandingkan harganya lebih murah di Madinah dari pada di Mekah. Saya tidak tahu apakah di semua toko seperti itu atau tidak. Tapi yang dibandingkan teman itu model dan kualitasnya sama. Kebetulan di tanah air beliau punya toko baju jadi ngerti kualitas.
            Itu saja mungkin informasi yang bisa saya bagi mengenai tips mendapat oleh-oleh murah di tanah suci. Semoga cukup membantu Teman-teman yang membutuhkan. Teman-teman yang punya pengalaman lain mari berbagi di sini J



tips, belanja murah, oleh-oleh umroh, tanah suci, oleh-oleh murah, kurma, air zamzam, parfum, kacang fustuk,

13 komentar:

  1. Wah bermanfaat sekali infonya Mbak...simpan duluuu
    Sesama emak irit kita..jadi musti simpan info yang paling murah belinya oleh-oleh dimana..

    BalasHapus
  2. Serius penting banget nih, bookmark deh.. Makasi infonya ya mbak.

    BalasHapus
  3. Wah mba aku baru tahu lho kalau ternyata beli kurma ke madinah ya. Pantesan bisa murah dan kualitasnya bgus. Ternyata karena memang sumbernya ada di sana ya

    BalasHapus
  4. Penting banget buat dicatat. Beberaps tips mirip sama yg diceritakan suami saat pulang dr umroh, termasuk baju hitam, uang rupiah dsn zam zam. Tapi yg beli tas nih penting bgt. Secara emak2, hehehe. Bismillah, semoga dimudahkan ke tanah suci

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah kebetulan banget dapat info ini.
    Insya Allah tahun depan saya berangkat haji, nomor porsi saya sudah masuk. Saya langsung simpan linknya. Terima kasih ya Mbak.

    BalasHapus
  6. Wah terima kasih teh Dedeh sharingnya. Semoga suatu hari nanti saya dan keluarga bisa menjejakkan kaki di tanah suci 😊

    BalasHapus
  7. Wow kurmanya manteb teh.. apalagi dibeli langsung dikebun terbaik di Madinah yaa.. kres kres sehat pastinya..

    BalasHapus
  8. Jadi pingin cepat-cepat jadi tamu Alloh mbak. Semoga ada Rizki bisa ke Mekah Madinah dan belanja oleh oleh. Aku minat tuh sama parfum stiknya unik banget. Makasih ya mbak berbagi cerita yang sangat menarik.

    BalasHapus
  9. Noted. Bismillah sp thu ada rejeki bisa ke tanah suci, oleh2 nya dr referensi mb. Mksh ya infonya

    BalasHapus
  10. Oleh-oleh favoritku itu kacang itu tuu. Enak. Kalau air zam zam dan kurma biasanya aku kasih anakku

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, makasih ya tipsnya, Mba. Belum pernah umroh jadi bermanfaat banget.

    BalasHapus
  12. Yup..sangat betul kurma di madinah murah tp saat haji saya banyak dikasih orang, sampai perlu saya bagi ke teman2.

    untuk minyak wangi asli kebih murah beli di balad jedah & alhamdulillah hotel saya bersebrangan dg pasar seperti tanah abang dg harga miring tp lupa nama pasarnya.

    BalasHapus
  13. Jazakumullah buat tipsnya, duh, jadi rindu baitullah. Semoga saya juga bisa segera berangkat ibadah umroh.

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja

Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para...