Selasa, 27 November 2018

Bagaimana Memperkenalkan Huruf Hijaiyyah pada Batita?





(Review pribadi)
Saat ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman cara memperkenalkan hurup hijaiyyah pada batita. Saya bilang memperkenalkan ya karena pada dasarnya anak batita belum waktunya belajar ataau menghafal huruf-huruf. Usia di bawah tiga tahun baru pada tahap belajar pra huruf atau berkenalan dengan huruf-huruf.
Caranya pun tentu tidak seperti belajar anak SD. Caranya mengikuti dunia anak yakni bermain dengan menyenangkan. Bermain itu kan identik dengan kesenangan yaa, karena saat bermain hanya bersenang-senang tanpa beban apapun. Saat bersenang-senang saat bermain itu justru kita bisa sambil menyisipkan belajar tanpa mereka sadari.
Kira-kira demikian pula yang saya lakukan bersama anak-anak saat kecil. Si Sulung Wafa misalnya, dia bersekolah di sekolah alam yang tidak menekankan siswanya untuk belajar membaca dan berhitung. Mereka tetap diperkenalkan pada huruf, bacaan, atau hitungan, tetapi tidak ditarget harus pandai membaca saat  lulus.
Tetapi, ternyata ibu gurunya bilang si Sulung ini termasuk yang paling awal bisa membaca, padahal saya tidak mengajarinya. Yang saya lakukan hanya rutin membacakan cerita bersamanya, ia memperhatikan gambar-gambarnya, kadang ia bertanya ini huruf apa. Kadang saya memintanya menceritakan isi bukunya. Saya tak heran ia bisa menceritakan ulang karena nyaris puluhan kali kami membacanya bersama. Tetapi yang bikin takjub adalah ternyata kegiatan membacakan buku berulang itulah justru yang membuat si Sulung bisa membaca. Rupanya ia belajar membaca secara tidak langsung. Dan ia melakukannya dengan senang hati tanpa targetan apalagi tekanan sehingga menjadi mudah.
Lain lagi pengalaman dengan anak kedua, Riyadh. Ia lebih cepat bosan saat dibacakan buku dan lebih suka bermain lego atau mobil-mobilan. Saat bermain itu kami bacakan surat pendek dan ia mengikutinya. Tetapi ia tidak mau membaca surat pendek jika harus duduk diam dengan serius. Awalnya saya kira dia tak memperhatikan saat dibacakan surat pendek, tetapi saya keliru. Saat kami baca satu ayat secara acak, dia akan langsung melanjutkannya. Rupanya meski tangannya sibuk bermain, dan kelihatan asyik sekali, tetapi telinganya tetap memdengarkan kami. Maka saat anak lain di PG baru belajar surat Al Fatihah, dia sudah hafal beberapa surat pendek.  
Memperhatikan perkembangan kedua jagoan kecil tersebut saya menyimpulkan, bahwa belajar untuk batita itu lebih mudah jika sambil bermain, dengan cara menyenangkan, dan dengan menyesuaikan kecenderungannya.
Awalnya saya masih bingung bagaimana merealisasikan rencana memperkenalkan huruf hijaiyyah pada si Bungsu Khalifa. Hingga suatu hari diperkenalkan dengan kartu huruf hijaiyyah dari Nafeesa Kidz. Saya seneng sekali dan diam-diam saya membuat rencana untuk si Kecil.

kartu huruf hijaiyyad dari Nafeesa Kidz

Sebelum saya cerita pengalaman memperkenalkan hurup hijaiyyah pada batita, saya perkenalkan dulu produknya yaa …. Kartu huruf hijaiyyah ini berbahan dasar kain, sehingga aman dari gigitaan atau sobekan si Kecil. Kalau kotor, tinggal dicuci dan dijemur. Karena dari terbuat kain juga membuatnya lebih awet. Kartu ini memiliki warna yang berbeda-beda, jadi tak hanya wakna putih sehingga lebih menarik. Selain itu, ada potongan gambar buah yang menarik buat anak-anak. Terdiri dari 15 kartu dengan tulisan huruf hijaiyyah di depna dan belakangnya. Jangan khawatir akan tercecer, karena semua kartu ini dimasukkan dalam sebuah kantong transparan.
Awalnya saya ajak melihat-lihat kartunya, tanpa diduga ternyata dia menolak. Saya ajak dia ke tempat kesukaannya yakni halaman mesjid yang luas dan banyak tanaman. Biasanya saat tak mau makan dia akan makan lahap jika dibawa ke tempat ini. Harapan saya tentu saja agar ia mau bermain kartu hijjaiyyah di sini. Sayang sekali, ia malah asyik mengumpulkan bunga atau mengejar-ngejar ayam tetangga. Tetehnya yang bersemangat mengajak adiknya main kartu huruf pun diabaikannya.
Si Kecil masih enggan diajak main kartu huruf hijaiyyah

Si Kecil malah asyik ngumpulin bunga di halaman masjid

Tak patah semangat, di rumah saya main kartu hijaiyyah bersama si Teteh di depannya. Si Bungsu melirik sedikit-sedikit. Saya bilang, “Ade … lihat Ade suka warna apa?” dia tak merespon. Saya tempel-tempelkan kartu pada badannya atau tangannya saat ia bermain, eh ia protes, “Iiih Mamah ….”  
Si Kecil masih anteng dengan mainannya. Ia masih belum merespon kartu huruf hijaiyyah

Sedih juga kenapa ia belum mau merespon kartu sebagus ini. Tapi saya berpikir positif, mungkin ia masih asyik bermain atau kami hanya belum menemukan kondisi yang pas saja. Lalu saya ingat, sebelum tidur biasanya dia ingin dibacakan buku. Lebih tepatnya melihat-lihat isi buku sih. Karena ia meminta beberapa boardbook sekaligus, semua dia buka dan dia tunjuk-tunjuk sesuai kemauan, sambil bertanya, “Pa nih?” Tak apa, ini namanya proses mengakrabkan anak dengan buku, semoga seiring berjalan waktu ia menjadi pecinta buku.
Nah, saya pikir mungkin bermain kartu huruf hijaiyyah pun bisa dilakukan sebelum tidur siang. Si Kecil saya ajak ke kamar lebih awal. Lalu kartu huruf hijaiyyah saya sebar di atas kasur. Saya bikin dia penasaran, “Eh, ini ada buah alpuket yang tadi Ade makan. Wah buah semangka merahnya enaak, nyam-nyam ….” Dia memang hobi sekali makan buah, jadi saya jadikan gambar buah itu sebagai pintu masuknya.
Berhasil, dia mendekat, lalu tengkurap dan mulai nowel-nowel kartu. Saya Tanya, “Ade suka yang mana?” Dia nunjuk. “Ooh itu Thothothothotho ….” Huruf tho sengaja saja bunyikan berulang supaya menarik perhatiannya. Ternyata benar, Khalifa mau mengikuti karena mungkin di telinganya terdengar lucu.
Si Kecil mulai tertarik pada kartu huruf hijaiyyah

makin tertarik saat melihat warna dan gambar potongana buah



Si Kecil makin asyik dengan kartu huruf hijaiyyah. Ia mau menirukan Bunda mengucapkan huruf

Saya ulangi lagi menunjukkan kartu sambil membunyikan huruf dengan berulang. “Lalallal … nananana … hahahahaha ….” Sengaja pula saya baca memakai fathah dan bukan huruf aslinya agar memudahkan dia untuk mengikutinya.
Setelah bosan bermain kartu Khalifa naik ke dada Bundanya minta kuda-kudaan. Tak apa, untuk hari ini cukup dulu beberapa menit. Besok dan besoknya akan saya ulangi lagi. Memperkenalkan huruf hijaiyyah pada batita memang perlu kesabaran. Tapi tak mengapa karena bukankah Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mengajarkan Al Quran? Bukan dihitung perayat atau perkalimat tetapi perhuruf, begitulah sabda Nabi. Selain itu, melihat anak merasa senang saat bermain dan belajar bersama ibunya juga merupakan kebahagiaan tersendiri. Insya Allah bonding Bunda dan ananda akan lebih erat lagi.
Bagimana Bunda, tertarik menggunakan produk Nafeesa Kidz untuk memperkenalkan huruf hijaiyyah pada batita? Untuk info lebih lengkap bisa diintip di akun FB nya yaa. J




34 komentar:

  1. Betul banget teh, saya juga sering merasa sedih klo udah beli sesuatu yg menarik dan bermanfaat. Eh ga taunya ditolak mentah2 sama si anak. Mungkin emang butuh sabar dan kreativitas seperti yg diceritakan teh Dedeh ya 😊. Terima kasih sudah sharing 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ... Jadi ibu mah dituntut kreatif ya ... Bukan hanya ngasih fasilitas😊

      Hapus
  2. Whuaa menarik tekniknya nih... Anak saya di sekolah juga diajarkan hijaiyah salah satunya dengan menggunakan kartu.

    BalasHapus
  3. Keren² ya metoda mengajar membaca sekarang. Alhamdulillah, si Kecil tadinya cuma melirik, jadi tertarik...

    BalasHapus
  4. Lucu banget nih, kreatif ya produknya bikin makin cinta huruf hijaiyah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... Orang makin krearif bikin mendidik lebih mudah

      Hapus
  5. Hehe, seru deh step by stepnya si adek sampe mau nyentuh huruf2 hijaiyah nya. Nanti saya intip Di FB nya ya, Teh.

    BalasHapus
  6. Mengenalkan sesuatu ke anak batita memang gampang-gampang susah, ya. Yang terpenting kita yg harus mengikuti ritme dan maunya si anak. Jangan sampe terbalik. Semangat yaa adik kecil

    BalasHapus
  7. Masya Allah, keren ya tampilan huruf hijaiyah dari produk nafeeza ini. Anak2 bakalan suka, nih.

    BalasHapus
  8. Memang utk anak balita harus sesuatu yg menarik perhatiannya

    BalasHapus
  9. Anak kecil cenderung belajar dengan hal-hal yg menarik perhatiannya. Termasuk huruf hijaiyah dengan warna-warna terang. Semoga si kecil trus tertarik untuk bljar ya mba...sukses dan slm buat si kecil...

    BalasHapus
  10. Kartunya besar-besar ya kayaknya emamg harus besar ya. Pernah beli kecil eh dibuang2 pada hilang hiks, kalau besar gitu kemungkinan hilang kecil kayaknya :D

    BalasHapus
  11. kartunya lucu dan bikin anak-anak suka sehingga senang menghapal huruf hijayahnya...
    Kepoin ah ke FBnya Nafeesa Kidz

    BalasHapus
  12. Bundanya cerdas nih ngajarin anak, sabar pula. Semangat ya Mbak. Insya Allah anaknya akan semakin senang belajar huruf Hijaiyya.

    BalasHapus
  13. Salut mba, sama semangatnya ngajarin anak. Hehe.. stok sabarnya luar biasa

    BalasHapus
  14. menyenangkan sekali mbak cara mengenalkan hijaiyah, kalau saya saya tempel di tembok

    BalasHapus
  15. Ibu cerdas dan kreatif laaah ini mah. Lopeeeeee ��

    BalasHapus
  16. perlu dicoba ini tekniknya, bermain kartu, walau baim sudah masuk balita, tapi dia masih suka bermain seperti ini

    BalasHapus
  17. Belajar sambil bermain emang efektif y mn apalg bwt anak cow
    Kayakny anak cow emang g bisa anteng y
    Anak sy cow gitu juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khalifa ini cewe, mba😄. Tapi betul.belajarnya sambil maen aja

      Hapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja

Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para...