Jumat, 30 November 2018

Tips Vaksinasi Meningitis Tanpa Galau Antri



Gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung
Beberapa hari yang lalu seorang teman bercerita tentang teman satu rombongannya yang meninggal setelah beberapa hari pulang umroh dan penyebabnya adalah penyakit meningitis. Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Tentu saja masalah kematian adalah masalah takdir, orang tersebut sudah sampai pada ajalnya. Tetapi penyebabnya itu yang membuat saya kaget.
Salah satu syarat mendapat visa umroh adalah vaksin meningitis dengan dibuktikan sebuah kartu kuning. Mengapa? Karena WHO sudah menyatakan bahwa Saudi Arabia termasuk pada  salah satu Negara endemik virus meningitis selain Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Sekandia Baru. Meningitis sendiri merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.
baca juga: https://www.dedehsriulfah.com/2018/12/tips-mendapat-oleh-oleh-murah-di-tanah.html
Sebelum disuntik meningitis suami bilang bahwa antriannya bikin galau, sekitar 700 orang perhari. Uwow! Tapi ada solusinya, simak tips vaksinasi meningitis tanpa galau antri yaa …. J Maka suami pun meminta tolong pada temannya di travel. Tak lama kemudian saya mendapat jadwal suntik meningitis yakni tanggal 9 Oktober. Sip lah Alhamdulillah nggak terlalu mepet waktu berangkat umroh tanggal 30 Oktober. Suntik meningitis memang sebaiknya sebelum dua minggu waktu keberangkatan. Oh iya, sebagai bukti sudah mendaftar, ada data yang harus diprint out.
Tanggal 9 Oktober seperti jadwal saat online, saya ditemani suami & anak-anak datang ke Kantor Pelabuhan Kesehatan Bandung  untuk disuntik meningitis. Tepatnya di Jl. Cikapayang No. 5 Tamansari Bandung Wetan. Oh iya kartor ini buka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 15.00. pendaftaran dibuka mulai pukul 07.00 sementara pelayanan dimulai pukul 08.00.
            Kami tiba di lokasi pukul 8.30. Saya lihat mobil yang parkir panjang sekali hingga ke belokan. Alhamdulillah ada kemudahan, pas tiba di sana ada mobil yang akan keluar. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Langsung saya kami tempati dengan suka cita. Bau-bau antrian panjang sudah tercium dari luar, sambung menyambung hingga ratusan orang.
            Di depan kantor Pelabuhan Kesehatan saya lihat puluhan orang berkerumun di depan pintu. Ternyata, ini baru kerumunan pertama. Di dalam ada lagi kerumunan kedua dan ketiga. Entah berapa ratus orang totalnya yang hadir saat itu. Wow, banyak sekali. Saya dapat antrian nomor berapa kalau seperti ini? 
Saat bergabung bersama kerumunan barulah saya dapat mendengar apa yang dikatakan seorang bapak yang berdiri di depan pintu. “Sekarang semuanya pulang dulu, besok kembali lagi ke sini sebelum subuh.” Orang-orang yang saya yakin sudah menunggu lama ini mengeluarkan berbagai keluhan. “Tadi ada puluhan orang yang menunggu dan berinisiatif bikin daftar antrian sendiri. Saya juga suruh mereka kembali lagi besok karena antrian seperti itu tidak berlaku.” Saya pikir kreatif sekali meereka, mungkin saking bosannya menunggu lama yaa J
Sama seperti yang lain saya pun disuruh kembali lagi besok. Tapi saat suami menyodorkan bukti sudah mendaftar online bapak itu menyuruh kami langsung masuk lewat samping. Legaaa rasanya tapi sekaligus kasihan melihat wajah-wajah yang kecewa di sana. Entah berapa jauh perjalanan yang telah mereka tempuh, entah berapa rupiah yang mereka yang mereka keluarkan untuk pulang pergi ke tempat ini. Dan entar berapa banyak hal yang mereka korbankan, mungkin janji dengan klien, mungkin waktu tidur yang terganggu karena bangun lebih awal. Karena yang saya tahu tenpat vaksinasi meningitis di Bandung ini sangat sedikit.

tempat vaksinasi meningitis
sumber gambar: www.serbabandung.com

            Saat masuk ke ruangan saya melihat antrian yang panjang. Ternyata itu antrian untuk pendaftaran langsung alias tidak online. Petugas yang kami tanya menyuruh kami langsung ke lantai dua. Dari lantai dua ternyata kami disuruh kembali ke lantai satu untuk mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Entahlah, petugas pun sudah lelah mungkin. Saya siapkan print out tanda terima registrasi online serta uang Rp 310.000.

antrian vaksinasi  meningitis
sumber gambar: www.serbabandung.com





            Tak apa, setidaknya saya sudah mendapat kepastian akan dilayani hari ini. Menunggu sebentar anggap saja menikmati kebersamaan bersama suami dan anak-anak. Suami saya cerita bahwa dulu tak ada perdaftaran online, semuanya offline. Beruntung suami merupakan pembimbing umroh sehingga yang mengantri daftar karyawan travelnya. Lalu suami akan dihubungi jam berapa kira-kira harus datang untuk disuntik. Sementara yang lain harus mengantri entah berapa jam, lalu harus pulang dengan tangan kosong saat nomor antrian sudah habis.  Mungkin seperti bapak ibu yang berkerumun di luar tadi. Saat itu saya berjanji untuk menulis artikel tips vaksinasi meningitis tanpa galau antri.
            Prihatin melihat orang-orang yang harus kembali esok hari itu saya berharap para travel umroh akan menyarankan jamaahnya untuk mendaftar online saat akan disuntik meningitis.
            Keuntungan daftar vaksinasi secara online itu selain tidak perlu ngantri panjang kita juga bisa mengatur jadwal sesuai keinginan. Tentu saja itu pun jika jadwal yang diinginkan masih tersedia kuotanya. Karena kuota online dengan offline diatur. Tetapi kita bisa mencari waktu lain yang sesuai dengan waktu luang kita. Caranya pun mudah, hanya mengisi formulir pendaftaran online, print out hasil konfirmasinya, dan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Ini link buat daftar onlinnya ya: https://kespel.kemkes.go.id/vaksinasi_int/vaksinasi_int_public/add.
            Oh iya, sebelum daftar online terlebih dahulu siapkan scand paspor atau KTP untuk diupload di kolom upload saat mengisi form. Isi data dengan lengkap, pilih lokasi yang diinginkan, sebaiknya sebelumnya mencari informasi dulu informasi lokasi pilihannya. Lalu pilih jadwal tanggal vaksinasi sesuai keinginan kita. Setelah dipastikan semua terisi lalu klik kirim. Nanti kita akan mendapat email konfirmasi tanda terima registrasi melalui email. Tanda terima itu kita print out dan bawa saat akan divaksinasi. Oh iya untuk wanita usia produktif nanti akan dicek urine juga untuk memastikan tidak hamil. Setelah selesai kita akan mendapatkan kartu kunng. sayang sekali foto-foto pribadi saya kehapus waktu dipindahin ke laptop.
         Semoga informasi Tips vaksinasi meningitis tanpa galau antri ini akan memberikan manfaat bagi teman-teman yang membutuhkan. J  

Sumber:


Selasa, 27 November 2018

Bagaimana Memperkenalkan Huruf Hijaiyyah pada Batita?





(Review pribadi)
Saat ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman cara memperkenalkan hurup hijaiyyah pada batita. Saya bilang memperkenalkan ya karena pada dasarnya anak batita belum waktunya belajar ataau menghafal huruf-huruf. Usia di bawah tiga tahun baru pada tahap belajar pra huruf atau berkenalan dengan huruf-huruf.
Caranya pun tentu tidak seperti belajar anak SD. Caranya mengikuti dunia anak yakni bermain dengan menyenangkan. Bermain itu kan identik dengan kesenangan yaa, karena saat bermain hanya bersenang-senang tanpa beban apapun. Saat bersenang-senang saat bermain itu justru kita bisa sambil menyisipkan belajar tanpa mereka sadari.
Kira-kira demikian pula yang saya lakukan bersama anak-anak saat kecil. Si Sulung Wafa misalnya, dia bersekolah di sekolah alam yang tidak menekankan siswanya untuk belajar membaca dan berhitung. Mereka tetap diperkenalkan pada huruf, bacaan, atau hitungan, tetapi tidak ditarget harus pandai membaca saat  lulus.
Tetapi, ternyata ibu gurunya bilang si Sulung ini termasuk yang paling awal bisa membaca, padahal saya tidak mengajarinya. Yang saya lakukan hanya rutin membacakan cerita bersamanya, ia memperhatikan gambar-gambarnya, kadang ia bertanya ini huruf apa. Kadang saya memintanya menceritakan isi bukunya. Saya tak heran ia bisa menceritakan ulang karena nyaris puluhan kali kami membacanya bersama. Tetapi yang bikin takjub adalah ternyata kegiatan membacakan buku berulang itulah justru yang membuat si Sulung bisa membaca. Rupanya ia belajar membaca secara tidak langsung. Dan ia melakukannya dengan senang hati tanpa targetan apalagi tekanan sehingga menjadi mudah.
Lain lagi pengalaman dengan anak kedua, Riyadh. Ia lebih cepat bosan saat dibacakan buku dan lebih suka bermain lego atau mobil-mobilan. Saat bermain itu kami bacakan surat pendek dan ia mengikutinya. Tetapi ia tidak mau membaca surat pendek jika harus duduk diam dengan serius. Awalnya saya kira dia tak memperhatikan saat dibacakan surat pendek, tetapi saya keliru. Saat kami baca satu ayat secara acak, dia akan langsung melanjutkannya. Rupanya meski tangannya sibuk bermain, dan kelihatan asyik sekali, tetapi telinganya tetap memdengarkan kami. Maka saat anak lain di PG baru belajar surat Al Fatihah, dia sudah hafal beberapa surat pendek.  
Memperhatikan perkembangan kedua jagoan kecil tersebut saya menyimpulkan, bahwa belajar untuk batita itu lebih mudah jika sambil bermain, dengan cara menyenangkan, dan dengan menyesuaikan kecenderungannya.
Awalnya saya masih bingung bagaimana merealisasikan rencana memperkenalkan huruf hijaiyyah pada si Bungsu Khalifa. Hingga suatu hari diperkenalkan dengan kartu huruf hijaiyyah dari Nafeesa Kidz. Saya seneng sekali dan diam-diam saya membuat rencana untuk si Kecil.

kartu huruf hijaiyyad dari Nafeesa Kidz

Sebelum saya cerita pengalaman memperkenalkan hurup hijaiyyah pada batita, saya perkenalkan dulu produknya yaa …. Kartu huruf hijaiyyah ini berbahan dasar kain, sehingga aman dari gigitaan atau sobekan si Kecil. Kalau kotor, tinggal dicuci dan dijemur. Karena dari terbuat kain juga membuatnya lebih awet. Kartu ini memiliki warna yang berbeda-beda, jadi tak hanya wakna putih sehingga lebih menarik. Selain itu, ada potongan gambar buah yang menarik buat anak-anak. Terdiri dari 15 kartu dengan tulisan huruf hijaiyyah di depna dan belakangnya. Jangan khawatir akan tercecer, karena semua kartu ini dimasukkan dalam sebuah kantong transparan.
Awalnya saya ajak melihat-lihat kartunya, tanpa diduga ternyata dia menolak. Saya ajak dia ke tempat kesukaannya yakni halaman mesjid yang luas dan banyak tanaman. Biasanya saat tak mau makan dia akan makan lahap jika dibawa ke tempat ini. Harapan saya tentu saja agar ia mau bermain kartu hijjaiyyah di sini. Sayang sekali, ia malah asyik mengumpulkan bunga atau mengejar-ngejar ayam tetangga. Tetehnya yang bersemangat mengajak adiknya main kartu huruf pun diabaikannya.
Si Kecil masih enggan diajak main kartu huruf hijaiyyah

Si Kecil malah asyik ngumpulin bunga di halaman masjid

Tak patah semangat, di rumah saya main kartu hijaiyyah bersama si Teteh di depannya. Si Bungsu melirik sedikit-sedikit. Saya bilang, “Ade … lihat Ade suka warna apa?” dia tak merespon. Saya tempel-tempelkan kartu pada badannya atau tangannya saat ia bermain, eh ia protes, “Iiih Mamah ….”  
Si Kecil masih anteng dengan mainannya. Ia masih belum merespon kartu huruf hijaiyyah

Sedih juga kenapa ia belum mau merespon kartu sebagus ini. Tapi saya berpikir positif, mungkin ia masih asyik bermain atau kami hanya belum menemukan kondisi yang pas saja. Lalu saya ingat, sebelum tidur biasanya dia ingin dibacakan buku. Lebih tepatnya melihat-lihat isi buku sih. Karena ia meminta beberapa boardbook sekaligus, semua dia buka dan dia tunjuk-tunjuk sesuai kemauan, sambil bertanya, “Pa nih?” Tak apa, ini namanya proses mengakrabkan anak dengan buku, semoga seiring berjalan waktu ia menjadi pecinta buku.
Nah, saya pikir mungkin bermain kartu huruf hijaiyyah pun bisa dilakukan sebelum tidur siang. Si Kecil saya ajak ke kamar lebih awal. Lalu kartu huruf hijaiyyah saya sebar di atas kasur. Saya bikin dia penasaran, “Eh, ini ada buah alpuket yang tadi Ade makan. Wah buah semangka merahnya enaak, nyam-nyam ….” Dia memang hobi sekali makan buah, jadi saya jadikan gambar buah itu sebagai pintu masuknya.
Berhasil, dia mendekat, lalu tengkurap dan mulai nowel-nowel kartu. Saya Tanya, “Ade suka yang mana?” Dia nunjuk. “Ooh itu Thothothothotho ….” Huruf tho sengaja saja bunyikan berulang supaya menarik perhatiannya. Ternyata benar, Khalifa mau mengikuti karena mungkin di telinganya terdengar lucu.
Si Kecil mulai tertarik pada kartu huruf hijaiyyah

makin tertarik saat melihat warna dan gambar potongana buah



Si Kecil makin asyik dengan kartu huruf hijaiyyah. Ia mau menirukan Bunda mengucapkan huruf

Saya ulangi lagi menunjukkan kartu sambil membunyikan huruf dengan berulang. “Lalallal … nananana … hahahahaha ….” Sengaja pula saya baca memakai fathah dan bukan huruf aslinya agar memudahkan dia untuk mengikutinya.
Setelah bosan bermain kartu Khalifa naik ke dada Bundanya minta kuda-kudaan. Tak apa, untuk hari ini cukup dulu beberapa menit. Besok dan besoknya akan saya ulangi lagi. Memperkenalkan huruf hijaiyyah pada batita memang perlu kesabaran. Tapi tak mengapa karena bukankah Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mengajarkan Al Quran? Bukan dihitung perayat atau perkalimat tetapi perhuruf, begitulah sabda Nabi. Selain itu, melihat anak merasa senang saat bermain dan belajar bersama ibunya juga merupakan kebahagiaan tersendiri. Insya Allah bonding Bunda dan ananda akan lebih erat lagi.
Bagimana Bunda, tertarik menggunakan produk Nafeesa Kidz untuk memperkenalkan huruf hijaiyyah pada batita? Untuk info lebih lengkap bisa diintip di akun FB nya yaa. J




Rabu, 21 November 2018

Umroh Pertamaku Bersama MIFA Tours, Nyaman dan Memuaskan


Ka'bah pusat ibadah umat Islam

Saya malu mengakui jika baru beberapa tahun terakhir ini sungguh-sungguh ingin umroh. Bukan sebelumnya tak mau, tapi niatnya kurang kuat. Ya alasannya sih karena anak-anak masih sangat kecil-kecil. Tiap suami umroh saya minta doa agar segera umroh juga. Begitu pula jika ada teman yang umroh. Tapi hanya sebatas itu tanpa aksi nyata.
Kadang saya sedih sendiri, kenapa orang lain kelihatan rindu sekali untuk segera ke baitullah tapi saya biasa-biasa saja. Rindu tapi tidak membara. Lalu suatu hari tiba-tiba saya menangis karena cemburu luar biasa sama suami. Saat itu dia tengah membimbing jama’ah umroh dan menceritakan kenikmatannya berdoa dan beribadah di sana. Saya pikir, suami bolak balik umroh, di sana dia berasyik masyuk dengan Sang Pencipta, tapi di sini saya hanya bergelut dengan urusan rumah tangga yang tak ada habisnya setiap hari. Menjaga rumah dan anak-anak.
Lalu awal tahun 2018 lalu muncul tekad yang kuat untuk bisa umroh segera. Ikhtiar pun mulai dilakukan meski sangat pelan. Saya mulai menulis beberapa artikel tentang umroh, berbisnis kurma dengan giat agar bisa nabung buat umroh, banyak diskusi tentang umroh dengan suami, dll. Saat itu saya belum ada gambaran pasti kapan bisa berangkat umroh.
Rupanya Allah melihat kesungguhan saya. Dia gerakan hati suami untuk mewujudkan cita-cita istrinya. Hasil menulis dan bisnis yang belum mencapai setengah harga umroh dia genapkan. Tentu saja segala perlengkapan dan bekal buat beli oleh-oleh pun dia donatur tunggalnya. Air mata saya tak dapat dibendung saat suami mengajak membuat paspor untuk daftar umroh.  
Saat ini travel yang menawarkan umroh banyak sekali. Di Bandung saja mungkin mencapai ratusan saking banyaknya. Berkali-kali saya mendapat penawaran dari teman atau kenalan di dumay. Dengan senang hati saya meminta informasi lengkapnya untuk dipelajari. Agak bingung juga memilihnya. Kalau bisa sih inginnya dapat fasilitas oke, ibadahnya sesuai sunnah, tapi harganya miring ehehe.
 Terpercaya
Setelah mengamati kasus penipuan oleh oknum travel umroh kami berkesimpulan bahwa syarat pertama saat memilih travel umroh adalah terpercaya. Dengan mempertimbangkan ini itu akhirnya kami memutuskan untuk memilih MIFA Tours dari PT. Fahmul Fauzi. Kami mengenal owner MIFA Tours, kantornya juga kami tahu, fortopolionya bagus, dan yang paling penting adalah mereka sudah memiliki izin resmi. Kalau sudah yakin terpercaya kan saya pun tenang, tinggal fokus mempersiapkan diri serta pernak pernik persiapan untuk keberangkatan.
di kantor MIFA Tours

MIFA Tours memiliki lokasi kantor di daerah Rancaekek. Jika dari kota Bandung masuk ke jalan Dangdeur menuju arah Majalaya, tepatnya JL. Rancaekek – Majalaya KM 2. Tempatnya antara Polsek Rancaekek dengan SDIT Qordova. Selain dari Bandung, jama’ah yang satu rombongan dengan saya pun banyak yang berasal dari luar daerah, yakni Padang, Karawang, Jogja, serta Jakarta. Untuk luar daerah, travel memberikan keringanan untuk melakukan manasik di daerah mereka, jadi tak harus repot datang ke Rancaekek. Begitu pula saat menuju bandara, bisa langsung janjian tanpa harus datang ke Rancaekek.
Dibimbing Sesuai Sunnah
Tujuan utama berangkat umroh tentu saja untuk beribadah, dan syarat diterima sebuah amal adalah niat yang ikhlas dan sesuatu contoh Rasulullah Saw. Sayang sekali pengorbanan yang kami lakukan, jika ibadah kami ternyata tidak sesuai contoh Nabi. Pembimbing umroh MIFA Tours ini kami kenal baik. Beliau satu almamater di pesantren sehingga kami yakin beliau akan membimbing ibadah kami sesuai sunnah Nabi. Beliau memaparkan rangkaian ibadah umrah serta hal-hal lain di tanah suci beserta hadits-haditsnya yang sahih.
Pembimbing tengah memberikan pengarahan 

Ini sangat amat penting. Bayangkan, jika kita beribadah tanpa mengikuti petunjuk Nabi dan hanya mengira-ngira kebaikannya berdasarkan nalar kita, bagaimana jadinya. Misalnya, mengecup hajar aswad itu baik jika kita mampu melakukannya, Nabi tidak mewajibkannya. Tetapi, di Ruknul Yamani Nabi mencontohkan hanya mengusapnya tetapi tidak mengecupnya. Jika kita mengecupnya maka itu termasuk berlebihan. Atau saat berada di Hijir Ismail, Nabi mencontohkan untuk berdoa bukan shalat di sana. Jika memaksa shalat di sana maka itu mendzolimi diri, kepala kita bisa terinjak-njak orang yang berdesakan ingin masuk ke sana. Pembimbing kami menjelaskan semuanya.
Kelebihan lainnya, pembimbing MIFA Tours juga pernah mukim beberapa tahun di kota Mekah untuk belajar di Universitas Ummul Quro. Ini sebuah nilai plus, beliau mengenal seluk beluk kota Mekah seperti mengenal seluk beluk kota Bandung. Sehingga beliau mengetahui hal-hal yang mungkin tidak diketahui pembimbing lain. Misalnya, saat ingin berbelanja di kota Mekah beliau mengajak kami ke pasar Kodi. Ternyata di sini kami mendapat harga yang lumayan miring setelah membandingkan dengan tempat lain. Kemudian saat mengunjungi kebun kurma, beliau yang fasih berbahasa Arab menawar harga untuk kami. Hasilnya, kurma nabi (ajwa) yang fresh, besar, dan dagingnya tebal itu bisa ditawar dari harga 70 real menjadi hanya 50 real saja perkilo. Padahal di tempat lain saya sudah membeli ajwa dengan kualitas di bawahnya dengan harga 60 real. Itu pun setelah diskon dari harga 65 real. Saat itu satu real sama dengan 4600 rupiah.
baca juga: https://www.dedehsriulfah.com/2018/12/tips-mendapat-oleh-oleh-murah-di-tanah.html
 Fasilitas Memuaskan
Sebelum berangkat kami mendapat fasilitas lumayan banyak. Koper besar, tas selempang, syal, mukena, kerudung, kain batik yang bagus untuk seragam, hingga bantal yang mirip ulat itu untuk tidur di pesawat. Sebelum berangkat tengah malam itu kami dijamu makan malam di kantor MIFA Tours.
Saat di tanah suci fasilitas yang kami dapatkan sangat memuaskan. Di Mekah kami menginap di hotel Pullman Zam zam. Jika Anda melihat foto Masjidil Harom dengan latar belakang tower tinggi banget dengan jam dinding besarnya di puncaknya, itulah Tower Zamzam. Hotel bintang lima ini persis berada di depan Masjidil Harom, halaman mereka nyambung. Bahkan, saat shalat fardu biasanya jama’ah luber hingga ke depan hotel kami. Artinya, tempat menginap kami itu sangat dekat sekali dengan Masjidil Harom. Sehingga kami biasa berangkat dengan teman sekamar perempuan semua, pukul dua dini hari untuk thawaf tanpa merasa takut di jalan.
Fasilitas hotel tempat kami menginaap di Mekaah

Beruntungnya lagi, fasilitas ini kami dapatkan dengan harga di bawah 30 jt. Padahal setahuku di travel lain umroh dengan fasilitas hotel ini ditawarkan di atas angka 30 jt. Saat pulang barulah pemilik travel buka kartu, ternyata mereka mendapat promo dari hotel, dan promonya itu mereka berikan sebagai diskon bagi para jama’ah. Alhamdulillah, baik sekali beliau.
Di Medinah kami menginap di hotel Al Harom. Termasuk bintang lima juga meski untuk ke Masjid Nabawi tidak sedekat jarak Tower Zam zam ke Masjidil Harom.
 Ziarah
Dulu saya berpikir bahwa ziarah itu termasuk fasilitas yang diberikan oleh travel manapun. Ternyata tidak semua travel memberikannya, seperti saat adikku umroh dengan travel lain contohnya. Alhamdulillah kami mendapatkannya. Saya merasa beruntung dapat mengunjungi jejak-jejak perjuangan Rasulullah. Saat melihat langsung tempatnya terbayang bagaimana perjuangan Nabi dan para sahabat zaman dulu. Saat mengunjungi Gua Hira saya merasa terharu, betapa Nabi melewati jalan yang sangat terjal itu seorang diri untuk ber-tahanuts. Saat mengunjungi Jabal Uhud terbayang di tempat itulah dulu Nabi mengatur strategi dengan menempatkan para pasukan pemanah. Lalu saat mengunjungi Khandaq, terbayang di sanalah dulu Nabi dan para sahabat menggali parit dalam keadaan lapar dan panas, demi mempertahankan negara dan agama. Saat melewati tempat-tempat ibadah haji (Mina, Arofah, Muzdalifah) saya merasa semakin rindu untuk segera melaksanakan ibadah haji. Kunjungan kami semakin bermakna karena pembimbing memaparkan sejarah tempat-tempat yang kami kunjungi beserta hikmahnya.
Berfoto bersama seluruh rombongan saat berziarah

Alhamdulillah akhirnya saya selesai mengikuti rangkaian perjalanan umroh bersama rombongan MIFA Tours ini dengan perasaan puas dan senang. Saya kira fasilitas yanag diberikan kepada kami selesai sampai kami tiba di bandara Soekarno Hatta. Ternyata, kami dijemput oleh pihak travel -termasuk ownernya- lalu beristirahat sejenak di rest area. Nah, di sini ternyata kami dijamu kembali dengan hidangan yang sangat menggugah selera. Rasanya kangen sekali saat disodori  nasi pulen plus sambal terasi khas masakan Sunda. Ditambah sate maranggi yang terkenal itu plus goreng burung dara dan ayam yang gurih membuat kami semua kekenyangan. Ternyata, katanya ini tempat langganan travel menjamu para tamu Allah yang baru kembali ke tanah air.
Alhamdulillah, secara umum saya merasa puas dengan pelayanan dan fasilitas dari MIFA Tours. Jika Anda penasaran, silahkan hubungi langsung atau boleh juga saya bantu sambungkan. Kalau tak salah bulan Ramadhan MIFA Tours juga membuka pendaftaran umroh sekitar 34 jt. Termasuk murah untuk fasilitas yang ditawarkannya. Semoga bermanfaat.



Top of Form


Umroh, Umroh nyaman, umroh memuaskan, fasilitas umroh, pengalaman umroh

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja

Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para...