Selasa, 23 Januari 2018

Menyiapkan Bekal Simpel dan Sehat



Anak-anak kami belajar di sekolah fullday. Sengaja mereka sekolah di tempat yang sama supaya praktis dan hemat biaya transfortasi. Kecuali saat si Sulung sudah lulus SD, dia mondok di sekolah yang berbeda.

Karena sekolahnya fullday, tentulah anak-anak harus membawa bekal snack, air minum, dan makan berat. Pokoknya setiap hari tas mereka selalu menggembung penuh dengan kotak bekal, buku pelajaran, dan baju ganti jika ada kegiatan khusus.

Untuk snack, kami putuskan untuk memberi uangnya saja. Tetapi sesekali saya pun membuatkan mereka snack kesukaannya. Keberadaan kantin sekolah setahun terakhir ini lumayan membuat tenang orang tua. Semoga sekolah benar-benar memperhatikan keamanan aneka jajanannya.

Nah, untuk bekal makan siang mau tidak mau saya harus menyiapkan sendiri. Lebih simpel memang ikut catering dari sekolah. Tapi kalau tiga anak yang sekolah biasa habis sejuta sebulan buat catering aja, belum buat SPP, transportasi, dan sebagainya. Kalau bawa bekal dari rumah nggak akan habis segitu kan? Hehe... Emak-emak irit...

Selain masalah budget, sebenarnya menu juga menjadi masalah. Anak-anak saya sangat pilih-pilih makanan. Pernah saat mereka ikut catering, pulang sekolah cerita, "Bunda tadi aku makannya nasi aja. Temen nasinya kan ati sama sayur toge, aku kan nggak suka." Duuh, kasihaan.

Setelah menimbang berbagai hal, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sendiri bekal makan siang anak-anak. Biarlah agak repot yang penting kesehatan anak-anak terjaga. Berhubung saya punya banyak anak kecil tanpa ART, maka harus pandai-pandai menyiasatinya.

1.      Belanja bahan makanan untuk satu pekan

 Dulu, saya hampir tiap pagi ke warung belanja untuk masak hari itu. Rasanya capek dan serba buru-buru. Akhirnya, kami memutuskan untuk belanja ke pasar untuk satu minggu. Ayam dan ikan beli banyak sekaligus, begitu juga bumbu-bumbu, hanya sayuran yang belanja sedikit karena khawatir busuk. Selain lebih hemat, cara seperti ini ternyata efektif. Saya tak perlu ke warung pagi-pagi. Bahkan subuh pun saya sudah bisa mulai menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak-anak. Ini membuat saat menyiapkan bekal terasa lebih simpel.

2.      Mencicil memasak sehari sebelumnya
Untuk membuat menyiapkan bekal makan anak terasa simpel adalah dengan mencicilnya dari hari sebelumnya. Meski memasak yang serba mudah, tapi kalau banyak jenisnya, bisa menguras energi dan waktu juga. Misalnya, jika besok akan membuat ayam goreng, maka sore hari ayamnya sudah diungkep, pagi tinggao digoreng. Jika besok akan memasak sayur sop, maka sayurannya sore hari dipotong-potong dan disimpan di kulkas, besok tinggal direbus.

3.      Mendiskusikan menu bersama anak-anak
Berbahagialah jika Bunda memiliki anak-anak yang menyukai segala jenis makanan. Tetapi, jika anak-anak hanya menyukai menu tertentu, ini merupakan tantangan tersendiri. Saya suka mendiskusikan menu bekal makan siang yang ingin dibawa anak-anak minggu ini, kadang untuk snack juga. Ini untuk menghindari ketegangan di pagi hari akibat bekal yang saya siapkan tak sesuai dengan keinginan mereka.
Bayangkan, saya bisa keluar tanduk bila sudah lelah memasak tapi anak-anak bilang tak ingin membawa bekal yang saya masak hehe...

Nah, berhubung anak-anak saya hanya suka dua jenis sayuran (sop dan bayam) maka mereka sering menghindari bekal sayuran. Tak boleh kehabisan akal, kami pun nego. Mereka boleh bawa bekal ayam krispi tanpa membawa sayuran, tapi sayurannya mereka habiskan saat sarapan, misalnya. Cara seperti ini lumayan berhasil, mereka mau mencoba menu yang lebih bervariasi.

4.      Bekal yang tak mau dibawa, dimakan saat sarapan
Meski sudah diskusi sebelumnya, tapi kadang keinginan anak berubah. Anak-anak saya sangat menyukai jus buah atau buah segar potong. Tetapi, entah mengapa mereka tidak mau membawa sebagai bekal ke sekolah. Mengingat nutrisinya yang dibutuhkan badan mereka, kadang saya tetap menyiapkan. Kalau tak mau dibawa ke sekolah tak masalah asal mereka mau memakannya di rumah saat sarapan. Tapi kalau mereka mau bawa, saya masukan ke wadah bekalnya.

5.      Bekal snack sehat praktis
Kadang-kadang anak-anak mau membawa bekal snack. Saya punya beberapa snack andalan yang mereka sukai tapi mudah dan bergizi. Antara lain: puding susu, jasuke (jagung, susu, keju), makaroni skutel kukus, serta pisang tabur keju, seres, dan susu. Masing-masing snack ini terbuat dari bahan makanan yang bergizi, rasanya disukai anak-anak, dan cara membuatnya pun mudah. Bunda bisa membuatnya beberapa puluh menit saja di pagi hari.

Ini pengalaman saya menyiapkan bekal simpel dan sehat untuk anak-anak setiap hari. Mungkin Bunda yang lain memiliki pengalaman yang berbeda. Mari kita berdiskusi J



7 komentar:

  1. Wow, menu bekalnya lumayan komplet. Mudah-mudahan anak-anak tetap sehat dengan bekal dari bundanya.

    BalasHapus
  2. Tipsnya bisa dicoba nih. Saya juga gitu, kalo bingung suka nanya anak maunya makan apa, supaya dia bertanggung jawab juga untuk menghabiskan

    BalasHapus
  3. Anak-anakku juga bawa bekal Mbak..lebih hemat dan sehat :)

    BalasHapus
  4. Aduuh anakku belum PAUD mbak Dedeh, tapi waktu dulu di TPA bekal yg kubawain selalu habis, malah lebih gendut waktu di TPA.sampai penasaran kok bisa yaa habis makanannya sampai dia gendut, kok skrg gak mau makan haha, mamanya garang kali ya. *eh curhat kepanjangan*

    BalasHapus
  5. Saya dulu juga suka belanja utk seminggu gitu pas masih ngantor. Sekarang malah dua hari sekali. Hehe tapi, bekelnya gak secetar ini tampilannya. Keren teh Dedeh!

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja

Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para...