Minggu, 21 Januari 2018

7 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan



Dua hari ini badanku rasanya tak enak. Kepala berat, badan lemas, dan tenggorokan sakit sekali. Hari ini alhamdulillah pusing di kepala sudah berkurang, makanya bisa nulis. Tapi lemas dan sakit tenggorokan masih terasa menyiksa.

Semua ini bermula dari hari Sabtu kemarin. Kami sekeluarga sudah berkomitmen tiap sabtu saatnya berolah raga. Kami memilih jogging mengelilingi gor di Arcamanik. Tempatnya nyaman dan kami semua menyukainya.

Sabtu subuh kami sudah bersiap, rintik hujan tak menggoyahkan niat kami. Semoga hujan tak akan turun lama-lama, doa kami.

Sampai di gor Arcamanik, langit terlihat cerah tanpa rintik hujan mau pun awan hitam. Tentu saja kami senang sekali. Tetapi, baru beberapa meter berjalan kembali turun rintik hujan. Kepalang basah, jogging kami lanjutkan. Toh kami semua pakai jaket, semoga semua, baik-baik saja.

Ternyata rinai hujan turun sepanjang kami jogging memutari gor yang mungkin sekitar 1 km itu. Peluh bercampur air hujan. Selesai satu putaran kami memutuskan untuk pulang.

Siang hari saya mulai merasa tak enak badan. Kepala berat dan lemas. Syukurlah suami dan anak-anak bahkan Khalifa yang berumur 22 bulan sehat walafiat.

Padahal sebelum berangkat saya minum jus kurma, suami minum kopi herbal, sementara anak-anak hanya minum air putih hangat sedikit. Mungkin karena mereka biasa terkena hujan saat pulang sekolah. Sekalinya hujan-hujanan, saya langsung tepar berhari-hari. Tapi tetap harus disyukuri, selama musim hujan aru kali ini saya terkena sakit lagi.

Saat musim hujan begini, memang daya tahan tubuh harus lebih dikuatkan. Selama ini, saya punya kiat-kiat sendiri untuk menjaga kesehatan keluarga selama musim hujan, antara lain:

1.      Selalu sedia madu dan sari kurma
Madu dan sarikurma bagus sekali untuk daya tahan tubuh. Saya sedikan dua-duanya karena anak-anak punya kesukaan berbeda-beda. Saya sendiri lebih menyukai madu. Setiap hari saya minum seduhan madu dengan air hangat. Tips dari rumah sehat supaya khasiat madu tidak berkurang, antara lain: seduh jangan dengan air panas, gunakan gelas dan sendok plastik atau kayu, kocek ke kiri selama satu menit.

Untuk memenuhi kebutuhan madu dan sarikurma, kami membelinya di toko herbal di daerah Padasuka. Tokonya kecil, barangnya lengkap, dan selalu memberikan diskon besar. Lain kali insya Allah saya akan menulis review toko herbal ini.

2. Sedia kurma
Sebenarnya, saya kurang menukai makanan yang terlalu manis, giung bahasa Sundanya. Tapi, semenjak jualan kurma, saya jadi lebih mengenal dan juga mau mencoba berbagai jenis kurma. Akhirnya saya jatuh hati pada kurma sukari alias kurma raja. Kalau kurma sukari, sehari saya bisa makan tujuh butir. Kadang dimakan langsung, kadang dibuat jus. Nah, kalau dibuat jus, anak-anak juga akan ikut minum karena seperti Bundanya, mereka kurang suka yang terlalu manis. Kurma juga jadi andalan saya buat dopping jika harus berada di luar rumah agak lama. Siapa tahu akan terlambat makna.

3. Sedia minyak zaitun
Minyak zaitun merupakan salah satu benda wajib di rumah kami. Saat bepergian pun terutama saat musim hujan, pasti akan selalu dibawa. Minyak ini unik, saat dipegang memang tidak terasa hangat seperti kayu putih, tapi kalau dibalurkan ke badan akan terasa hangat. Jadi kalau terasa masuk angin, sakit ulu hati, perut terasa kembung, dan sebagainya, kali akan mengoleskan minyak zaitun sambil dipijit-pijit.

4. Wajib sarapan
Saya sangat rewel mengenai sarapan. Pokoknya sarapan ini tak bisa ditawar-tawar wajib dilakukan di rumah kami. Saya tidak tahu aktivitas anak-anak apa saja selama di sekolah nanti. Saya juga tidak bisa memastikan saat istirahat mereka akan sempat makan snack. Jadi, meski sedikit, mereka harus sarapan padat di rumah. Ini juga berlaku untuk diri sendiri. Saya mewajibkan diri untuk sarapan meski hanya beberapa butir kurma atau beberapa sendok nasi. Karena kalau tidak, bisa dipastikan kepala akan keleyengan dan mata akan berkunang-kunang seribu satu malam hehe…

5. Memakai baju tertutup meski di rumah
Kalau ke luar rumah sudah jelas memakai baju tertutup. Tapi, di dalam rumah pun saat musim hujan begini saya suka pakai baju tertutup, apalagi kalau cuaca sangat dingin. Maklumlah, rumah kami di daerah lembah. Baju hangat dan kaos kaki selalu saya kenakan saat cuaca dingin. Karena tinggal di rumah pun bisa masuk angin kan?

6. Tidak terlambat makan
Penting sekali untuk disiplin makan, tentu saja diusahakan makanannya bergizi, bukan sekedar makan. Saya pernah sehabis makan ulu hati rasanya sakit luar biasa. Saat konsultasi ke rumah sehat apa katanya? Ternyata penyebabnya adalah saya terlambat makan, jadi keburu didahului angin yang masuk perut. Karena sudah ada angin sebelum masuk makanan, jadinya ulu hati sakit banget. Sejak itu saya berusaha jangan ngasih kesempatan angin buat masuk duluan alias selalu makan tanpa terlambat.

Ini merupakan tantangan tersendiri kalau berhubungan dengan anak-anak. Mereka lumayan susah makan. Jadi harus dibujuk dan disedikan kesukaan mereka. Kalau sesuatu yang baik saya kasih, misalnya mau ayam goring sering-sering. Tapi kalau yang kurang bagus seperti mie instant, saya sangat streng. Dan mereka sudah mengetahui hal ini.

7. Persiapan jahe, obat masuk angin, balsem panas
Nah, alat tempur jika sewaktu-waktu masuk angin juga selalu saya sediakan. Jahe, gula aren, obat masuk angin, dan balsam panas kalau minyak zaitun sudah tak mempan. Oh ya satu lagi, alat kerok terbuat dari kayu yang saya beli di toko herbal.

Nah, ini tujuh tips menjaga kesehatan di musim hujan ala saya, bagaimana pengalaman, Teman-teman?



Bottom of Form


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja

Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para...