Sabtu, 27 Januari 2018

Jika Anda Sakit Ringan Pergilah ke Dapur


Ungkapan: jika sakit berlanjut hubungi dokter sudah akrab di telinga kita. Nah, saya bikin versi lain: jika sakit ringan pergilah ke dapur.

Hehe maaf becanda ya …. Eh, tapi ini betulan lho kalau Anda perhatikan dapur kita itu penuh dengan obat alami. Kelebihan obat tradisional ini yang tentu saja bebas efek samping. Saya termasuk yang mempercayai dan menggunakannya.

Saya ingat waktu kecil dulu kalau kening benjol karena kejedot dinding atau lutut luka karena jatuh, nenek langsung ngunyah beras sama kencur dan setelah halus diteplokkan ke tempat yang luka. Alhamdulillah, lukanya cepat sembuh tanpa bekas. Memang sih agak sedikit ribet dibandingkan dengan obat merah. Saya juga pernah jari terkena pisau hingga darah mengalir terus. Lalu kakek ngambil entah rumput apa, getahnya dikucurin ke jari yang luka tersebut. Rasanya perih sekali membuat saya nangis hingga tertidur. Ternyata pas bangun lukanya sudah sembuh, dagingnya pun sudah menyatu kembali. Alhamdulillah.

Jadi, kalau sekedar sakit ringan, sebaiknya coba tangani dulu di rumah, kalau sakit berlanjut barulah datang ke dokter. Sebenarnya, tidak setiap penyakit harus diobati dengan obat dokter. Beberapa penyakit ringan masih bisa diobati dengan apa yang ada di rumah. Bukankah Indonesia ini kaya sekali dengan tanaman obat? Coba pergi ke dapur, di sana Anda akan menemukan banyak potensi obat tradisional.



Berikut beberapa cara tradisional sederhana untuk mengobati penyakit ringan:
·       
         Demam

Saat Anda merasa demam atau anak-anak demam jangan langsung dibawa ke dokter. Cari dulu penyebabnya, apakah karena flu atau batuk atau apa? Demam itu bukan penyakit, tetapi indikator adanya sebuah penyakit.
Cara menurunan demam: seduh satu sendok plastik madu dengan air suam kuku. Kocek ke kiri sekitar satu menit. Kemudian ambil seruas jari kunyit, kupas dan cuci, lalu siram dengan air matang. Parut kunyit, beri air hangat sedikit, lalu peras airnya dan campurkan ke dalam air madu. Minumkan kepada si sakit.
·    
        Flu

Flu itu berkurangnya daya tahan tubuh, maka penting sekali untuk menguatkannya. Saat Anda terserang flu, usahakan makan dan minum air hangat yang banyak. Pakai pakaian yang hangat juga termasuk kaus kaki. Jangan lupa untuk banyak istirahat. Selain itu, buatlah sup ayam dan sayuran dengan memperbanyak merica dan bawang putih. Makanlah selagi sup masih panas. Seduhan madu dengan air hangat juga sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.


·
         Batuk

Terserang batuk memang menjengkelkan, tidur pun terganggu karena batuk-batuk. Apalagi mendengar suara batuk anak yang tak henti, rasanya tak tega untuk tidak segera membawanya ke dokter.

Tenang, coba tengok dulu di dapur apakah ada kencur? Air kercur akan membuat hangat tenggorokan dan meredakan batuk yang membandel. Cara membuatnya, ambil satu jempol kencur, cuci bersih lalu siram dengan air hangat matang. Parut kencur, kasih air hangat sedikit saja, lalu diperas. Perasan air kencur berikan pada si sakit sehari tiga kali.
·       
          Masuk angin

Jika masuk angin, balur seluruh badan dengan minyak zaitun sambil agak digosok. Meski dipegang tidak terasa hangat, tapi sebenarnya zaitun akan menghangatkan badan. Setelah itu pakai baju hangat termasuk kaos kaki. Minum rebusan jahe. Cara membuatnya mudah: cuci tiga jari jahe, geprek, rebus agak lama lalu masukkan gula aren. Setelah minum jahe biasanya Anda akan bersendawa mengeluarkan angin.




Jadi ternyata obat tradisional itu sangat bermanfaat ya untuk menolong sakit ringan. Pengetahuan ini akan membuat Anda tidak cepat panik ditambah dapat berhemat. Selamat mencoba!

Jumat, 26 Januari 2018

Cara Rasulullah Memotong Lidah Tukang Fitnah



 
Tak seorang pun yang menyukai jika mengetahui dirinya difitnah, termasuk Rasulullah.  Tapi Rasulullah punya cara yang ampuh untuk menghentikan si tukang fitnah.
***
Berkembang pesatnya media sosial di dunia maya saat ini punya dua sisi. Sisi positifnya banyak, sisi negatifnya pun tak kalah banyak. Positifnya, dunia maya membuat kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman yang sudah lama kehilangan kontak. Di dunia maya juga kita bisa memiliki banyak teman dan bergaul dengan berbagai kalangan. Kita bisa belajar dan berbagi banyak hal yang bermanfaat.
Namun sisi negatifnya juga banyak. Kemudahan untuk berbagi apa saja kadang membuat kita tidak selektif sehingga ikut membagikan informasi yang belum tentu benar. Membicarakan keburukan tokoh Fulan atau pejabat Fulanah tanpa tedeng aling-aling lagi. Aib diumbar dan fitnah mudah sekali menyebar. Bukan tidak mungkin kita pun pernah menjadi korban difitnah oleh orang lain. 
Jika menjadi korban fitnah apa yang akan Anda lakukan? Membalas? Ya, kita memang boleh membalas orang yang menyakiti setara dengan perlakuannya, tapi itu berarti kita tak ada bedanya dengan mereka. Pasrah dan diam saja? Jika Anda ikhlas dan itu jalan supaya mereka menghentikan fitnahnya sih oke, tapi bagaimana jika mereka berpikir diamnya Anda berarti membenarkan dan membuat mereka makin menjadi-jadi? Atau Anda diam tapi tidak membalas tapi hati mendendam setengah mati, itu juga tidak bagus.
Mau tahu cara Rasulullah Saw. menghadapi fitnah? Beliau memotong lidah tukang fitnah! Mungkin Anda heran, bagaimana bisa Rasulullah yang lembut itu memotong lidah orang. Penasaran kan? Makanya simak yuk kisah berikut ini:
Suatu hari kaum muslimin bertempur melawan kaum musyrikin Quraisy dan Suku Hawazin dalam perang Hunain. Pertempuran sengit pun terjadi. Hampir saja kaum muslimin terdesak hingga kemudian Rasulullah Saw. dengan gagah berani memimpin pertempuran. Kaum muslimin kembali bersemangat hingga akhirnya memenangkan pertempuran. Pekikan Allahu Akbar terdengar di mana-mana menggetarkan hati kaum muslimin dan menciutkan nyali musuh.
Selesai pertempuran, musuh segera meninggalkan lokasi pertempuran. Penuh kegembiraan kaum muslimin mengumpulkan harta rampasan perang. Ternyata sangat banyak sekali. Senjata, binatang ternak, perhiasan, dan lain sebagainya. Sesuai aturan syariat, Rasulullah mendapat bagian seperlimanya untuk dibagikan kepada sanak saudara serta siapa pun yang beliau kehendaki. Empat perlima lainnya semua dibagikan kepada setiap orang yang terlibat dalam peperangan.
Di antara yang ikut berperang dan mendapat harta rampasan itu ada seorang mualaf bernama Abbas. Dia seorang penyair. Rupanya, Abbas tidak merasa puas dengan bagiannya dan mendengki kepada Rasulullah. Tanpa malu, Abbas membuat syair-syair menjijikan yang berisi fitnahan pada Rasulullah. Dia mengatakan bahwa beliau berlaku tidak adil mengenai rampasan perang.
Tentu saja sebagian besar kaum muslimin merasa marah mendengar Rasul yang mereka sayangi difitnah seperti itu. Mereka mengadukan Abbas si penyair itu pada Rasulullah. Mengherankan sekali karena beliau malah tersenyum. “Bawa saja orang itu kemari dan potong saja lidahnya!”
Semua orang mengira beliau serius dengan ucapannya. Mereka berpikir itu memang hukuman yang sesuai untuk seorang tukang fitnah Nabi. Tentu saja Abbas ketakutan setengah mati, ia mengira lidahnya akan benar-benar dipotong. Tiba-tiba Ali bin Abi Thalib menyeret Abbas yang gemetaran ke tengah lapangan tempat dikumpulkannya binatang ternak hasil rampasan perang. “Ambillah sebanyak yang kamu mau,” kata Ali tegas. “Apa?” Abbas kaget dan mengira telinganya salah mendengar. “Ya, Rasulullah menyuruh kamu untuk mengambil binatang itu sebanyak yang kamu suka.” “Beginikah cara Rasulullah memotong lidahku? Demi Allah, aku tidak mau mengambilnya sedikit pun,” kata Abbas sambil menahan malu.
Abbas yang muallaf kini makin menyadari kemuliaan akhlak Rasulullah. Ia merasa malu dan bersalah sekali. Sejak itu ia tak pernah lagi menggubah syair-syair yang memfitnah Rasulullah.
Subhanalloh, luar biasa sekali Rasulullah itu. Seorang yang awalnya membenci dan memfitnah bisa berbalik menyayanginya.
Nah, apakah Anda bisa meniru sikap Rasulullah? Jika Anda berpikir, “Ah itu kan Nabi, kita manusia biasa, mana bisa seperti itu.” Baiklah, sekarang kita simak bersama kisah seorang manusia biasa. Orang ini luar biasa karena masih hidup tapi Nabi mengatakan dia calon penghuni surga.
Suatu hari Nabi dan para sahabat tengah berkumpul belajar Al Quran. Tiba-tiba beliau bersabda, “Sebentar lagi akan datang seorang calon penghuni surga.” Tentu saja semua orang penasaran. Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki yang sangat sederhana. Mereka menjadi ragu-ragu. Namun setelah Rasulullah mengulangi hingga tiga kali akhirnya mereka yakin orang itulah yang dimaksud.
Karena semua sahabat penasaran, diutuslah seorang sahabat untuk menginap dan menyelidiki amalan lelaki tersebut. Tiga hari berlalu namun sahabat itu tidak menemukan sesuatu yang istimewa. Lelaki itu shalat, shaum, tilawah namun juga makan, istirahat, dan tidur seperti orang lain. Maka ia pun berterus terang dengan misinya.
Si laki-laki menjawab, ”Wahai Sahabat, seperti yang engkau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang bisa kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan kubuang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah menjuluki demikian.”
Sahabat, difitnah atau dilukai orang lain memang menyakitkan. Untuk memaafkan mungkin butuh perjuangan. Namun, Allah telah menyiapkan ganjaran yang sangat besar untuk rasa sakit dan perjuangan itu, yakni surga-Nya. Semoga kita termasuk orang yang mudah memaafkan. Amin.


Rabu, 24 Januari 2018

Jus Kurma Minuman Hangat Favoritku







Kopi
Saya punya beberapa minuman hangat favorit yang berubah-ubah. Saat awal kuliah saya mulai menyukai kopi. Kesukaan pada kopi bermula saat menginap di rumah teman. Pagi hari sang tuan rumah menghidangkan sarapan kopi yang masih mengepul serta sepiring bakwan udang, pasangan yang sungguh klop. Saat itu, saya yang tadinya tidak pernah tertarik pada kopi, langsung tergoda oleh aromanya. Lalu mencicipinya sedikit dan akhirnya malah suka. Tapi ya sekedar suka saja kalau memungkinkan menyeduhnya, tapi tak mencari kalau tak ada. Maklumlah dana anak kost sangat terbatas.

Setelah menikah saya kembali menyikai kopi yang sama. Berbeda dengan orang lain yang menyeduh kopi untuk sarapan, saya menyeduhnya sebagai camilan. Kopi panas itu biasanya saya celupin roti, hmm yummy. Tapi kesukaan saya pada kopi benar-benar dihentikan setelah sebuah kejadian. Pagi itu saya ada agenda mengadiri sebuah acara. Salahnya, pagi hari saya minum kopi, lalu badan menjadi lemas gemetaran, mual, kepala agak pusing. Saya takut sekali untuk menyebrang jalan, apalagi sambil menggendong bayi.

Susu coklat vanila
Kalau saat hamil minuman favorit saya beda lagi, yakni campuran susu dancow coklat vanilla. Ibu hamil kan selalu ditekankan untuk meminum susu, padahal saya kurang menyukai susu, apalagi suus ibu hamil yang bikin mual itu. Akhirnya, dari pada tidak, saya berinisiatif membuat minuman hangat campuran dancau coklat dan vanilla, dan saya sangat menyukainya. Rasa manis dari coklat serta rasa gurih dari vanilla sungguh nikmat.

 Coklat dan teh tarik
Setelah tidak hamil, minuman hangat favorit saya beralih pada coklat dan teh tarik. Kedua minuman tersebut memiliki keleihan masing-masing, mereka meninggalkan sensasi berbeda di lidah. Meneguk coklat hangat atau teh tarik pelan-pelan saat masih hangat apalagi ditemani camilan lezat di pagi hari itu sangat menyenangkan.

Madu hangat
Nah, kalau minuman hangat satu ini sebenarnya tidak bisa dibilang favorit. Tapi tiap hari saya wajib mengonsumsinya, bahkan bisa sampai tiga cangkir sehari bila tengah kurang enak badan. Untuk bepergian juga saya kadang membawa seduhan madu sebagai dopping. Yang awalnya tak suka, lama-lama saya jadi suka juga seduhan madu hangat.
Jika kalian tidak suka madu karena rasanya yang sangat manis, cobalah untuk menyeduhnya dengan air hangat. Rasanya, sungguh nikmat, apalagi kalau ingat khasiatnya, pasti ketagihan.

Jus kurma
Nah, saat ini jus kurma-lah minuman favorit saya. Kalian jangan dulu berkomentar sebelum mengetahui resep saya… J Pertama tahu jus kurma itu saat di rumah Ayah, adik saya membuatnya. Saat itu saya sama sekali tidak tertarik meskipun adik saya terus membujuk. Warnanya memang tidak terlalu menarik. Saya lebih memilih madu sebagai dopping berpuasa saat itu.

Takdir Allah ternyata bulan itu saya positif hamil dan bidan menganjurkan untuk rutin mengonsumsi tujuh butir kurma sehari. Ini untuk membantu mengatasi anemia saya. Waduh, ini tugas berat mengingat saya kurang menyukai makanan manis. Teman saya yang bidan itu menyarankan untuk membuat nabez agar tidak terlalu manis rasanya. Nabez itu kurma yang direndam semalaman.

Demi cintaku pada janin dalam kandungan, saya pun menuruti saran bu bidan cantik itu. Dan kebetulan, suami belum lama pulang umroh dan kami memiliki kurma nabi (ajwa) yang memiliki khasiat paling istimewa di antara buah kurma. Cara mengonsumsi nabez ini bisa dikunyah langsung kurmanya dan airnya diminum, bisa juga dilender. Saya memilih diblender. Dan ternyata rasanya lezaat sekali. Setelah itu saya berusaha rutin mengonsumsi jus kurma. Tapi setelah ajwa habis menjadi kadang-kadang saja, maklumlah kurma yang biasa dijual dipasaran rasanya tak seenak ajwa.

Nah, saat bayi berusia sekitar setahun saya tertarik untuk bisnis kurma. Momennya pas menjelang Ramadhan dan suami pulang membimbing umroh. Beliau membawa berdus-dus kurma dari Madinah. Namanya penjual, saya pun banyak mencari informasi berkaitan dengan kurma. Saat itulah saya mengenal kurma sukari, yang wangi dan rasanya membuat saya langsung jatuh cinta ehem… Dan ternyata, kurma sukari menjadi favorit pelanggan.

Saya pikir kalau sukari basah dijus pasti rasanya mantap, dan perkiraan saya benar. Dengan takaran air yang cukup akan membuat jus kurma sukari terasa luar biasa. Dan inilah minuman hangat favorit saya sekarang. Jika kalian penasaran, saya kasih tahu cara membuatnya ya J

Ambil tujuh butir kurma sukari, buang bijinya, rendam semalam dengan air matang. Subuh-subuh blender kurma beserta airnya dan tambahkan air panas agar hasilnya menjadi minuman hangat. Minum segera supaya buih dan airnya tidak terpisah.

Minuman hangat jus kurma ini bukan hanya rasanya yang lezat tetapi khasiatnya juga luar biasa. Apakah kalian tertarik untuk mencoba minuman hangat favorit saya?



Selasa, 23 Januari 2018

Menyiapkan Bekal Simpel dan Sehat



Anak-anak kami belajar di sekolah fullday. Sengaja mereka sekolah di tempat yang sama supaya praktis dan hemat biaya transfortasi. Kecuali saat si Sulung sudah lulus SD, dia mondok di sekolah yang berbeda.

Karena sekolahnya fullday, tentulah anak-anak harus membawa bekal snack, air minum, dan makan berat. Pokoknya setiap hari tas mereka selalu menggembung penuh dengan kotak bekal, buku pelajaran, dan baju ganti jika ada kegiatan khusus.

Untuk snack, kami putuskan untuk memberi uangnya saja. Tetapi sesekali saya pun membuatkan mereka snack kesukaannya. Keberadaan kantin sekolah setahun terakhir ini lumayan membuat tenang orang tua. Semoga sekolah benar-benar memperhatikan keamanan aneka jajanannya.

Nah, untuk bekal makan siang mau tidak mau saya harus menyiapkan sendiri. Lebih simpel memang ikut catering dari sekolah. Tapi kalau tiga anak yang sekolah biasa habis sejuta sebulan buat catering aja, belum buat SPP, transportasi, dan sebagainya. Kalau bawa bekal dari rumah nggak akan habis segitu kan? Hehe... Emak-emak irit...

Selain masalah budget, sebenarnya menu juga menjadi masalah. Anak-anak saya sangat pilih-pilih makanan. Pernah saat mereka ikut catering, pulang sekolah cerita, "Bunda tadi aku makannya nasi aja. Temen nasinya kan ati sama sayur toge, aku kan nggak suka." Duuh, kasihaan.

Setelah menimbang berbagai hal, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sendiri bekal makan siang anak-anak. Biarlah agak repot yang penting kesehatan anak-anak terjaga. Berhubung saya punya banyak anak kecil tanpa ART, maka harus pandai-pandai menyiasatinya.

1.      Belanja bahan makanan untuk satu pekan

 Dulu, saya hampir tiap pagi ke warung belanja untuk masak hari itu. Rasanya capek dan serba buru-buru. Akhirnya, kami memutuskan untuk belanja ke pasar untuk satu minggu. Ayam dan ikan beli banyak sekaligus, begitu juga bumbu-bumbu, hanya sayuran yang belanja sedikit karena khawatir busuk. Selain lebih hemat, cara seperti ini ternyata efektif. Saya tak perlu ke warung pagi-pagi. Bahkan subuh pun saya sudah bisa mulai menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak-anak. Ini membuat saat menyiapkan bekal terasa lebih simpel.

2.      Mencicil memasak sehari sebelumnya
Untuk membuat menyiapkan bekal makan anak terasa simpel adalah dengan mencicilnya dari hari sebelumnya. Meski memasak yang serba mudah, tapi kalau banyak jenisnya, bisa menguras energi dan waktu juga. Misalnya, jika besok akan membuat ayam goreng, maka sore hari ayamnya sudah diungkep, pagi tinggao digoreng. Jika besok akan memasak sayur sop, maka sayurannya sore hari dipotong-potong dan disimpan di kulkas, besok tinggal direbus.

3.      Mendiskusikan menu bersama anak-anak
Berbahagialah jika Bunda memiliki anak-anak yang menyukai segala jenis makanan. Tetapi, jika anak-anak hanya menyukai menu tertentu, ini merupakan tantangan tersendiri. Saya suka mendiskusikan menu bekal makan siang yang ingin dibawa anak-anak minggu ini, kadang untuk snack juga. Ini untuk menghindari ketegangan di pagi hari akibat bekal yang saya siapkan tak sesuai dengan keinginan mereka.
Bayangkan, saya bisa keluar tanduk bila sudah lelah memasak tapi anak-anak bilang tak ingin membawa bekal yang saya masak hehe...

Nah, berhubung anak-anak saya hanya suka dua jenis sayuran (sop dan bayam) maka mereka sering menghindari bekal sayuran. Tak boleh kehabisan akal, kami pun nego. Mereka boleh bawa bekal ayam krispi tanpa membawa sayuran, tapi sayurannya mereka habiskan saat sarapan, misalnya. Cara seperti ini lumayan berhasil, mereka mau mencoba menu yang lebih bervariasi.

4.      Bekal yang tak mau dibawa, dimakan saat sarapan
Meski sudah diskusi sebelumnya, tapi kadang keinginan anak berubah. Anak-anak saya sangat menyukai jus buah atau buah segar potong. Tetapi, entah mengapa mereka tidak mau membawa sebagai bekal ke sekolah. Mengingat nutrisinya yang dibutuhkan badan mereka, kadang saya tetap menyiapkan. Kalau tak mau dibawa ke sekolah tak masalah asal mereka mau memakannya di rumah saat sarapan. Tapi kalau mereka mau bawa, saya masukan ke wadah bekalnya.

5.      Bekal snack sehat praktis
Kadang-kadang anak-anak mau membawa bekal snack. Saya punya beberapa snack andalan yang mereka sukai tapi mudah dan bergizi. Antara lain: puding susu, jasuke (jagung, susu, keju), makaroni skutel kukus, serta pisang tabur keju, seres, dan susu. Masing-masing snack ini terbuat dari bahan makanan yang bergizi, rasanya disukai anak-anak, dan cara membuatnya pun mudah. Bunda bisa membuatnya beberapa puluh menit saja di pagi hari.

Ini pengalaman saya menyiapkan bekal simpel dan sehat untuk anak-anak setiap hari. Mungkin Bunda yang lain memiliki pengalaman yang berbeda. Mari kita berdiskusi J



Minggu, 21 Januari 2018

7 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan



Dua hari ini badanku rasanya tak enak. Kepala berat, badan lemas, dan tenggorokan sakit sekali. Hari ini alhamdulillah pusing di kepala sudah berkurang, makanya bisa nulis. Tapi lemas dan sakit tenggorokan masih terasa menyiksa.

Semua ini bermula dari hari Sabtu kemarin. Kami sekeluarga sudah berkomitmen tiap sabtu saatnya berolah raga. Kami memilih jogging mengelilingi gor di Arcamanik. Tempatnya nyaman dan kami semua menyukainya.

Sabtu subuh kami sudah bersiap, rintik hujan tak menggoyahkan niat kami. Semoga hujan tak akan turun lama-lama, doa kami.

Sampai di gor Arcamanik, langit terlihat cerah tanpa rintik hujan mau pun awan hitam. Tentu saja kami senang sekali. Tetapi, baru beberapa meter berjalan kembali turun rintik hujan. Kepalang basah, jogging kami lanjutkan. Toh kami semua pakai jaket, semoga semua, baik-baik saja.

Ternyata rinai hujan turun sepanjang kami jogging memutari gor yang mungkin sekitar 1 km itu. Peluh bercampur air hujan. Selesai satu putaran kami memutuskan untuk pulang.

Siang hari saya mulai merasa tak enak badan. Kepala berat dan lemas. Syukurlah suami dan anak-anak bahkan Khalifa yang berumur 22 bulan sehat walafiat.

Padahal sebelum berangkat saya minum jus kurma, suami minum kopi herbal, sementara anak-anak hanya minum air putih hangat sedikit. Mungkin karena mereka biasa terkena hujan saat pulang sekolah. Sekalinya hujan-hujanan, saya langsung tepar berhari-hari. Tapi tetap harus disyukuri, selama musim hujan aru kali ini saya terkena sakit lagi.

Saat musim hujan begini, memang daya tahan tubuh harus lebih dikuatkan. Selama ini, saya punya kiat-kiat sendiri untuk menjaga kesehatan keluarga selama musim hujan, antara lain:

1.      Selalu sedia madu dan sari kurma
Madu dan sarikurma bagus sekali untuk daya tahan tubuh. Saya sedikan dua-duanya karena anak-anak punya kesukaan berbeda-beda. Saya sendiri lebih menyukai madu. Setiap hari saya minum seduhan madu dengan air hangat. Tips dari rumah sehat supaya khasiat madu tidak berkurang, antara lain: seduh jangan dengan air panas, gunakan gelas dan sendok plastik atau kayu, kocek ke kiri selama satu menit.

Untuk memenuhi kebutuhan madu dan sarikurma, kami membelinya di toko herbal di daerah Padasuka. Tokonya kecil, barangnya lengkap, dan selalu memberikan diskon besar. Lain kali insya Allah saya akan menulis review toko herbal ini.

2. Sedia kurma
Sebenarnya, saya kurang menukai makanan yang terlalu manis, giung bahasa Sundanya. Tapi, semenjak jualan kurma, saya jadi lebih mengenal dan juga mau mencoba berbagai jenis kurma. Akhirnya saya jatuh hati pada kurma sukari alias kurma raja. Kalau kurma sukari, sehari saya bisa makan tujuh butir. Kadang dimakan langsung, kadang dibuat jus. Nah, kalau dibuat jus, anak-anak juga akan ikut minum karena seperti Bundanya, mereka kurang suka yang terlalu manis. Kurma juga jadi andalan saya buat dopping jika harus berada di luar rumah agak lama. Siapa tahu akan terlambat makna.

3. Sedia minyak zaitun
Minyak zaitun merupakan salah satu benda wajib di rumah kami. Saat bepergian pun terutama saat musim hujan, pasti akan selalu dibawa. Minyak ini unik, saat dipegang memang tidak terasa hangat seperti kayu putih, tapi kalau dibalurkan ke badan akan terasa hangat. Jadi kalau terasa masuk angin, sakit ulu hati, perut terasa kembung, dan sebagainya, kali akan mengoleskan minyak zaitun sambil dipijit-pijit.

4. Wajib sarapan
Saya sangat rewel mengenai sarapan. Pokoknya sarapan ini tak bisa ditawar-tawar wajib dilakukan di rumah kami. Saya tidak tahu aktivitas anak-anak apa saja selama di sekolah nanti. Saya juga tidak bisa memastikan saat istirahat mereka akan sempat makan snack. Jadi, meski sedikit, mereka harus sarapan padat di rumah. Ini juga berlaku untuk diri sendiri. Saya mewajibkan diri untuk sarapan meski hanya beberapa butir kurma atau beberapa sendok nasi. Karena kalau tidak, bisa dipastikan kepala akan keleyengan dan mata akan berkunang-kunang seribu satu malam hehe…

5. Memakai baju tertutup meski di rumah
Kalau ke luar rumah sudah jelas memakai baju tertutup. Tapi, di dalam rumah pun saat musim hujan begini saya suka pakai baju tertutup, apalagi kalau cuaca sangat dingin. Maklumlah, rumah kami di daerah lembah. Baju hangat dan kaos kaki selalu saya kenakan saat cuaca dingin. Karena tinggal di rumah pun bisa masuk angin kan?

6. Tidak terlambat makan
Penting sekali untuk disiplin makan, tentu saja diusahakan makanannya bergizi, bukan sekedar makan. Saya pernah sehabis makan ulu hati rasanya sakit luar biasa. Saat konsultasi ke rumah sehat apa katanya? Ternyata penyebabnya adalah saya terlambat makan, jadi keburu didahului angin yang masuk perut. Karena sudah ada angin sebelum masuk makanan, jadinya ulu hati sakit banget. Sejak itu saya berusaha jangan ngasih kesempatan angin buat masuk duluan alias selalu makan tanpa terlambat.

Ini merupakan tantangan tersendiri kalau berhubungan dengan anak-anak. Mereka lumayan susah makan. Jadi harus dibujuk dan disedikan kesukaan mereka. Kalau sesuatu yang baik saya kasih, misalnya mau ayam goring sering-sering. Tapi kalau yang kurang bagus seperti mie instant, saya sangat streng. Dan mereka sudah mengetahui hal ini.

7. Persiapan jahe, obat masuk angin, balsem panas
Nah, alat tempur jika sewaktu-waktu masuk angin juga selalu saya sediakan. Jahe, gula aren, obat masuk angin, dan balsam panas kalau minyak zaitun sudah tak mempan. Oh ya satu lagi, alat kerok terbuat dari kayu yang saya beli di toko herbal.

Nah, ini tujuh tips menjaga kesehatan di musim hujan ala saya, bagaimana pengalaman, Teman-teman?



Bottom of Form


Minggu, 14 Januari 2018

Ayah, Bunda, Aku Ingin Dipeluk!


 
Sebagian orang tua merasa kesal dan bingung ketika buah hatinya menjadi sangat rewel atau pemarah. Padahal, boleh jadi yang diinginkan si Kecil hanya pelukan, ciuman, dan ungkapan sayang orang tuanya.
***
Aku perhatikan Sisi (bukan nama sebenarnya) selalu terlambat datang ke sekolah dan hampir selalu dengan wajah murung. Ini aneh, karena biasanya anak-anak usia TK selalu riang gembira. Saat bermain bersama teman-temannya, Sisi juga mudah tersinggung dan marah. Jika anak lain mudah memaafkan, berbaikan lagi, dan melanjutkan permainan mereka, maka tidak demikian dengan Sisi. Ia bisa marah seharian dan semua temannya yang tidak bersalah juga ikut kena marahnya. Aku pikir ini tidak baik untuk perkembangannya.

Sebenarnya, Sisi anak yang cerdas. Buktinya ia mudah menangkap pelajarannya. Ia juga pintar bicara. Jika sedang gembira, ia bisa bicara terus menerus. Hal lain yang kuperhatikan, ia selalu berusaha mencari perhatian guru-guru.   

Sebagai guru BK, saat itu aku merasa harus melakukan konseling dengan orang tuanya. Maka kuhubungi ibunya dan meminta bertemu di sekolah pada hari yang ditentukan.

Bersyukur sekali konseling berjalan lancar karena ibunya bersikap terbuka. Kami pun berdiskusi secara terbuka untuk menemukan solusi bagi kebahagiaan putrinya. Dari konseling diketahui bahwa sejak bayi Sisi kurang kasih sayang. Hal itu disebabkan masalah ekonomi keluarga yang akhirnya melebar kemana-mana. Ketika kutanyakan apakah Sisi suka dipeluk, dicium dan dipanggil sayang? Dengan tertawa malu ibunya menjawab ‘tidak pernah’! Aku berkesimpulan, inilah inti masalahnya. Kami kemudian mendiskusikan pengaruh ungkapan kasih sayang orang tua bagi perkembangan anak.  

Hari itu juga aku membuat program, mengetiknya dan mendiskusikannya dengan kepala sekolah dan guru-guru. Alhamdulillah, mereka semua mendukung. Aku membuat tabel sederhana seperti di bawah ini yang ditempel di tiap kelas. Aku berpikir, bukan tidak mungkin ada anak-anak lain yang juga jarang mendapat ungkapan kasih sayang dari orang tuanya.
Nama
Dipeluk ayah ibu
Dicium ayah ibu
Dipanggil sayang
Jumlah
















Setiap pagi guru-guru bertanya kepada semua anak, siapa yang hari kemarin dipeluk ayah ibu? Siapa yang hari kemarin dicium ayah ibu? Siapa yang hari kemarin dipanggil sayang ayah ibu? Dan seperti yang aku kira, tidak semua anak mengacungkan tangan. Artinya tidak semua anak selalu dipeluk, dicium dan dipanggil sayang oleh orang tua mereka.

Rupanya cara ini berdampak baik, anak-anak yang tidak mengacungkan tangan merasa iri kepada anak yang mengacungkan tangan. Mereka juga ingin merasakan bahagianya dipeluk, dicium dan dipanggil sayang orang tuanya. Dengan inisiatif masing-masing, mereka minta pada orang tuanya. “Mamah, teman-teman aku suka dipeluk, dicium dan dipanggil sayang. Aku juga mau.” Sebagian ibu melakukannya dengan terharu, sebagian lagi sambil tertawa-tawa karena merasa kaku. Cerita itu aku dapatkan dari ibu-ibu saat kami berkumpul dalam acara parenting sekolah.

Syukurlah, perkembangannya seperti yang kami harapkan. Setiap hari semakin banyak anak-anak yang dipeluk, dicium dan dipanggil sayang orang tuanya. Kulihat mereka bangga dan bahagia sekali setiap mengacungkan tangan. Aku yakin, hati mereka lebih bahagia lagi saat mendapatnya, mendapatkan ungkapan kasih sayang orang tuanya.

Bagaimana dengan Sisi? Ibunya bercerita, ketika pertama kali Sisi minta dipeluk, dicium dan dipanggil sayang ia bingung sekali, bagaimana cara melakukannya? Akhirnya Sisi yang memeluk ibunya. Dan ibunya hanya diam dengan kaku, tak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi hatinya merasa hangat dan ia melihat Sisi tertawa senang.

Hari demi hari berlalu, ibu Sisi masih belajar untuk mengungkapkan kasih sayang pada putrinya. Ayahnya juga mengikuti. Tidak apa, lama kelamaan juga akan terbiasa. Subhanalloh, aku melihat perubahan menggembirakan pada Sisi. Sekarang ia tampak lebih bahagia. Ia berbinar-binar jika menceritakan bagaimana ia dipeluk, dicium dan dipanggil sayang orang tuanya. Tidak ada lagi Sisi yang cemberut seharian, tidak ada lagi Sisi yang marah-marah terus sama semua teman. Semoga keadaan baik ini terus berlangsung.

Tugas guru di sekolah sebenarnya hanya membantu. Yang sebenarnya paling banyak berperan dalam perkembangan anak adalah orang tua di rumah.  Jika dikalkulasikan, waktu yang dibutuhkan untuk memeluk, mencium, dan mengatakan sayang mungkin hanya dua menit saja. Masih lebih sedikit dari waktu yang dibutuhkan untuk menjawab sms, kan? Tapi, dampak dua menit itu sungguh luar biasa. Jika orang tua rutin menginvestasikan waktunya dua menit setiap hati untuk menggungkapkan sayang, maka pengaruhnya bisa hingga puluhan tahun kedepan! Tentu saja itu minimal sekali, untuk satu kali pelukan, satu kali ciuman, dan satu kali panggilan sayang. Sebenarnya, yang dibutuhkan seorang anak untuk tumbuh bahagia perlu lebih dari sekali ungkapan sayang dalam sehari.

Ternyata, menurut penelitian pelukan itu memiliki beberapa keajaiban.  
Beberapa penelitian klinis dan psikologis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pelukan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, merangsang produksi hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang dan bahagia, serta membantu mengeluarkan racun dan zat berbahaya dari otak. Dan, manfaat pelukan ini tidak mengenal usia, lho, karena dapat dirasakan sejak seseorang dilahirkan hingga beranjak dewasa. (www.parenting.co.id) 

Jika masih belum merasa tersentuh, ada baiknya orang tua mengingat hadits Nabi Saw.  Sungguh orang yang tidak mau menyayangi (sesamanya), maka dia tidak akan disayang (oleh Allah Swt).” (HR. Bukhari). Secara khusus dapat dimaknai, jika orang tua tidak dapat menyayangi anaknya, maka jangan harap Allah dan malaikat akan menyayanginya. Walohu alam bishowab.  

  



Anak Pemberani, Bunda Bahagia


belajar berani dari hal kecil menyenangkan
(dokumen pribadi ) 
Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi seorang pemberani. Dan keberanian itu bukan sesuatu yang di dapat begitu saja. Banyak hal yang dapat dilakukan orang tua di rumah untuk menumbuhkan dan memupuk keberanian buah hatinya.
***
Akhir bulan April sekitar tiga tahun yang lalu, kami menemani anak-anak tampil di panggung akhir tahun sekolah Mujahid dan Riyadh. Ini sekolah baru mereka, Rayadh kelas satu dan Mujahid masuk kelas empat. Memang sengaja lebih awal katanya supaya saat bulan Ramadhan nanti anak-anak tidak terkuras energinya buat latihan. Penampilan kabaret kelas Mujahid ternyata di akhir acara. Saat tiba waktunya mereka tampil, aku celingukan, manakah Mujahidku? Maklum, jarak antara penonton dan panggung lumayan jauh. “Itu Kakak, Bunda!” seru Riyadh. Oh iya, aku melihat Mujahid berusaha melakukan perannya dengan baik meski dengan sikap agak malu-malu. Mataku berkaca-kaca. Aku bahagia sekali melihat keberaniannya.

Untuk anak lain tampil di panggung boleh jadi merupakan hal biasa. Dan aku juga mungkin tidak akan seterharu ini jika yang tampil itu Riyadh yang lincah dan mudah bergaul itu. Tapi ini Mujadid, yang tahun lalu bertemu teman bermain di jalan saja tidak berani nyapa.

Aku merasa sangat berterima kasih kepada wali kelasnya. Beliau sangat memperhatikan karakter setiap anak didiknya. Untuk Mujahid yang cerdas tapi pemalu itu, beliau punya strategi sendiri. Dalam setahun ini alhamdulillah banyak kemajuan yang ia capai. Secara bertahap Mujahid berani ngobrol dengan temannya, berani menjawab pertanyaan guru, berani mengikuti lomba berkelompok, berani mendekati dan berbicara dengan guru jika ia ada keperluan, dll.
            
Tentu saja aku tidak menyerahkan pendidikan anak-anakku sepenuhnya kepada pihak sekolah. Di rumah, aku memberikan tanggung jawab kepada Mujadid sesuatu yang dapat dia lakukan. Yang paling sering adalah menjaga dan menolong adik-adiknya serta membelikan sesuatu ke warung. Mujahid juga suka jika diminta mengajarkan sesuatu pada adik-adiknya, misalnya membuat origami. Mereka banyak sekali tertawa saat membuat dan memainkan perahu, kamera, dan banyak bentuk lainnya. Mujahid terlihat antusias dan senang saat melakukannya. Mungkin ia bahagia karena merasa dibutuhkan oleh adik-adiknya. Sebaliknya adik-adiknya juga senang karena dibantu membuat mainan baru. Aku pun bahagia melihat perkembangan ini. Satu hal yang kupahami, sebagai anak sulung Mujadid akan bertambah rasa percaya dirinya jika dia merasa dibutuhkan oleh adik-adiknya.

            Meski laki-laki, aku juga mengajari Mujahid memasak nasi. Awalnya dia enggan saat aku mengajarinya, tapi akhirnya mau juga. Ia girang sekali setelah mengetahui ternyata menanak nasi itu mudah sekali. Sekali diajarkan langsung bisa. Aku lihat ia tertawa terus saat menceritakan keterampilan barunya itu pada ayah dan saudaranya. Dan setelah itu kepercayaan dirinya makin bertambah untuk mencoba hal baru. Aku tentu saja bahagia, karena kepercayaan dirinya yang meningkat selain juga karena ada yang menolongku menanak nasi ketika aku sakit misalnya.  Satu hal lagi aku pelajari darinya, jika anak didorong untuk berani mencoba hal baru dan dia mau melakukannya, maka kepercayaan dirinya akan semakin besar untuk melakukan hal baru lainnya.

            Ingatanku melayang pada masa-masa Mujahid awal masuk TK. Aku dan Mujahid survey ke beberapa TK yang menurutku bagus. Akhirnya dia memilih untuk sekolah di sekolah alam. Aku setuju, kuharap dia akan tumbuh menjadi anak kuat dan pemberani. Sebelumnya, Mujahid nyaris tidak punya teman bermain sebaya di rumah, maka ia agak kesulitan untuk bergaul ditambah sifat dasarnya yang pemalu. Aku mengira ia baru mau naik jemputan tanpa kutemani setelah sebulan atau dua bulan. Maka aku menyiapkan diri untuk hal itu.

            Ternyata aku salah, setelah seminggu aku temani ia langsung bilang, “Bunda nggak usah ikut ke sekolah, Aku mau sendiri aja.” Subhanalloh, betapa terharu dan bahagianya hatiku. Tak menyangka bahwa kemandiriannya akan tumbuh secepat ini. Maka mulai minggu depannya ia pun pulang pergi naik mobil jemputan. Aku sangat berterima kasih pada anak-anak kakak kelas Mujahid yang suka menjemput ke rumah saat akan berangkat.

            Menurut guru TK nya, Mujahid itu seperti mesin diesel. Susah panasnya tapi kalau sudah panas mantap jalannya. Katanya, dia lebih banyak diam dan bersahabat dengan yang pendiam juga. Tapi kalau dia sudah merasa nyaman, jiwa kepemimpinannya langsung kelihatan. Menurut pengamatanku, Mujahid memang pendiam tapi dia sangat tertarik untuk bergabung dengan teman-temannya. Ketika dia menyendiri bukan berarti dia menarik diri, tapi karena dia tidak tahu caranya bergabung bersama teman. Buktinya, jika ada orang dewasa yang membantunya untuk bergabung dengan teman sebayanya, ia akan dengan senang hati mengikutinya.

            Aku menyadari, pemalu adalah sifat dasar Mujahid yang tak akan bisa dihilangkan selamanya. Maka tugasku sebagai ibu bukan untuk menghilangkan sifat pemalunya. Aku hanya bertugas untuk membuat sifat pemalunya tidak menghalanginya untuk menjadi anak pemberani dan memiliki kepercayaan diri untuk mengoptimalkan potensinya. Salah satu caranya dengan memberinya amanah atau tantangan baru. Dan imbalan untuk itu aku mendapatkan sebentuk perasaan bahagia.




Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja

Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para...