Jumat, 21 Desember 2018

Setiap Saat Adalah Momen Berharga untuk Melatih Motorik Si Kecil



Memetik sayur, melatih motorik halis Si Kecil

Saya menangis saat melihat si Sulung yang pemalu mau mengikuti gerakan senam pada hari pertama masuk TK.
Saya menangis saat dia mulai mau mencoba naik perosotan yang tinggi.
Saya menangis saat dia mau bergabung dengan temannya tanpa ditemani Bundanya.
Saya menangis saat seminggu kemudian dia mengatakan tidak usah dijemput Bunda dan cukup dengan mobil jemputan sekolah.
Dan saya menangis saat melihatnya menari pada saat perpisahan TK-nya. 
Saya tak ingin mengatakan betapa cengengnya saya karena bisa menangis dengan hal-hal “sepele”. Saya justru ingin mengatakan bahwa bagi seorang ibu perkembangan sekecil apa pun dari buah hatinya amat berarti baginya. Itulah mengapa seorang ibu akan melakukan apa pun untuk mendukung perkembangan anak. Terutama jika sang anak berada pada masa usia keemasan alias golden age.
Saat ini anak bungsu kami, Khalifa, memasuki usia 33 bulan. Saya agak deg-degan sebenarnya karena itu artinya ia hanya memiliki dua tahun lagi masa keemasannya. Apakah saya sanggup menstimulasinya secara maksimal atau tidak? Sehingga ia mampu menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik.  
Dikutip dari laman www.ayahbunda.co.id, tugas perkembangan motorik kasar anak usia 2-3 tahun itu sebagai berikut:
ü  24-25 bulan: melangkah menuruni tangga tanpa berpegangan dengan satu atau kedua kaki setiap melangkah.
ü  25-30 bulan: melempar bola tenis sejauh 2 meter.
ü  31-36 bulan: melangkah menaiki tangga tanpa berpegangan, dengan satu kaki di setiap anak tangga.
ü  31-36 bulan: melompat ke depan dengan kedua kaki sejauh sekitar 50 cm, melompat melewati rintangan setinggi 5 cm, dan turun dari ketinggian sekitar 40 cm.
ü  31-36 bulan: berdiri dengan satu kaki selama satu detik.
ü  31-36 bulan: menangkap bola yang dilempar dari jarak 1,5 meter.
ü  31-36 bulan: mengayuh sepeda roda tiga.

            Saya perhatikan dari semua poin di atas sebagian besar Khalifa sudah menguasainya. Kecuali menangkap bola masih kadang tertangkap dan kadang tidak, mungkin dia masih agak takut jika bolanya akan mengenai wajahnya. Sedangkan poin terakhir, saya tak bisa memastikannya karena dia belum pernah main sepeda roda tiga.

            Stimulasi di Rumah
Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengikuti sebuah seminar yang membahas tumbuh kembang anak. Saya masih ingat pembicaranya itu orang bule yang pasih berbahasa Indonesia tetapi dengan logat mereka. Kedengarannya memang agak lucu di telinga tetapi yang penting pesannya dapat saya tanggap. Yang paling saya ingat dari pemaparannya adalah bahwa stimulasi yang paling bagus untuk anak adalah di rumahnya. Menggunakan barang-barang yang digunakan sehari-hari di rumah. Hal itu bagus sekali diantaranya untuk mengasah kreativitas anak.
Saya perhatikan memang anak-anak selalu terlihat seru jika main peralatan yang ada di rumah. Main perahu menggunakan keranjang cucian misalnya, lalu anak-anak akan bergantian mendorong. Rumah akan riuh rendah dengan suara tawa saat permainan ini dilakukan. Mereka juga suka sekali bermain petak umpet di rumah. Rumah kami cukup mungil seperti rumah di kota pada umumnya, tetapi anak-anak selalu memiliki ide kreatif untuk bersembunyi.
Demikian pula yang saya lakukan dalam menstimulasi perkembangan motorik Si Bungsu. Sesekali saya menemaninya bermain lego, tetapi lebih seringnya dia mengikuti apa yang saya lakukan. Bisa dibilang saya tidak mengkhususkan waktu duduk tekun untuk menstimulasi motorik anak, karena hal itu dilakukan hampir sepanjang hari sambil melakukan hal lain.
Pagi hari yang paling disukai Khalifa adalah berjalan-jalan ke halaman mesjid. Jika dia tengah mogok makan pun biasanya langsung lahap saat jalan-jalan ke sana. Di sana banyak pohon bunga dan buah-buahan. Khalifa suka sekali melihat buah jeruk bali atau buah nangka besar-besar yang menggantung di pohonnya. Nah, karena mesjid komplek kami berada di daerah atas, maka untuk mencapainya kami harus naik tangga yang lumayan curam. Saya lupa persisnya mulai usia berapa bulan Khalifa berani naik tangga sendiri tanpa dipegangi. Yang jelas sekarang ia santai saja naik tangga setinggi ini tanpa dipegangi.
Naik tangga menguatkan otot motorik anak

Saat pulangnya, kami tidak menuruni tangga lagi, tetapi berputar melewati beberapa rumah mengambil jalan berbeda.  Jalan yang ini tidak melewati tangga melainkan melewati jalan yang menurun. Ini sangat bagus untuk melatih kekuatan otot kaki Khalifa. Alhamdulillah, sudah lama dia berani berjalan di turunan atau tanjakan tanpa dipegangi. Jalan-jalan dengan rute seperti ini saya yakin membantu melatih kekuatan otot motorik putriku ini.
Berjalan di jalan yang menurun menguatkan otot motorik anak

Pulang ke rumah biasanya saatnya masak. Nah, saat ini biasanya Si Kecil paling suka ngupas bawang merah atau bawang putih. Tekun sekali dia kalau dikasih tugas ini. Si Kecil senang dengan bawangnya, Bunda pun senang karena punya waktu untuk eksekusi bahan makanan. Ditambah pula mengasah motorik halus si Kecil dengan aktivitas ngupas bawang ini.
Mengupas bawang kegiatan menyenangkan sambil melatih motorik halus

Si Kecil juga suka nimbrung saat Bunda menuangkan beras buat menanak nasi. Biarlah dia sebentar menuntaskan keinginannya meremas-remas beras, dan membantu Bundanya menuangkan sedikit-sedikit pada wadah untuk dicuci. Kegiatan ini juga bagus untuk melatih motorik halusnya.
Selain itu, Khalifa paling suka saat Bunda akan masak sayur. Dia akan dengan senang hati memotong-motong buncis atau kacang panjang dengan tangan mungilnya. Atau memetik daun kangkung dan bayam kesukaannya. Memang hasilnya jadi tidak seragam potongannya dan pastinya dapur jadi lebih berantakan.  Tapi tentu saja perkembangan anak jauh lebih berharga kan? Lagi pula sayurannya tetap tidak mubadzir alias tetap bisa dimasak.
Saat Bundanya sibuk sama pekerjaan rumah, Khalifa paling suka mengeluarkan isi lemari piring. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya. Baru juga dirapikan sudah diacak-acak lagi. Tapi bagaimana lagi, tak tega rasanya mengganggu kesenangan Si Kecil. Malah kadang justru saya yang mengajaknya bermain dengan isi rak piring. Khalifa paling suka diminta menyimpan alat-alat makan yang sudah dicuci ke dalam rak piring. Mungkin dia merasa bahagia karena berpikir sedang menolong Bundanya.
Bermain dengan isi lemari piring membuat anak banyak belajar

Saat main dengan isi rak piring, Si Kecil kelihatan menikmati sekali. Kadang membuka tutup wadah-wadah, kadang menumpuk wadah-wadah hingga menjadi menara, kadang hanya menatanya berjajar sesuai keinginannya, kadang menyusun wadah-wadah itu tanpa tutupnya, kadang juga semua wadah itu diisi dengan makanan, dan banyak lagi kreasinya. Dia juga suka main masak-masakan dengan wadah-wadah itu, mengisi piring dengan mainan lalu menyerahkan pada saya sambil bilang, “Mamah emam.” Dia akan tertawa kesenangan saat melihat saya pura-pura memakannya dengan lahap. Saya beberapa kali membelikannya mainan masak-masakan, tapi tak bertahan lama karena dia kelihatan kurang suka menggunakannya. Akhirnya kembali main dengan isi rak piring. Berantakannya jangan ditanya, rumah sudah berubah jadi kapal pecah. Tapi Si Kecil banyak tertawa dan belajar dari permainannya ini.
Kadang saya mengajaknya bermain lego, anak-anak memiliki koleksi lego sewadah besar. Si Kecil menyukainya, tapi saya perhatikan dia tidak suka main lego lama-lama seperti saat main dengan isi rak piring. Entah karena dia belum pandai membuat sesuatu dari lego atau bagaimana. Selain itu dia hanya mau main lego agak lama jika semua kakaknya ikut main. Mungkin dengan main bersama seperti itu dia merasa seru main legonya.
Menjelang tidur siang Khalifa paling suka “membaca” buku boardbook. Ia akan dengan antusias menunjuk-nunjuk gambar yang sudah diketahuinya, “Nih Aa, nih Papa, nih Mamah, Haii ….” Saat ini dia baru mau dibacakan satu dua kalimat saja, selebihnya kembali nunjuk-nunjuk gambar. “Pa nih? Pa nih?” Dia menanyakan gambar yang belum diketahuinya. Dia suka membawa beberapa boardbook sekaligu dan membuka-buka lembarannya. Selain mengakrabkan anak dengan buku, saya pikir kegiatan membuka-buka halaman buku pun dapat sekaligus melatih motorik halus anak.
Membaca & membolak-balik halamab buku membuat anak banyak belajar

             Khalifa sudah lama bisa makan sendiri, kadang memakai sendok kadang memakai tangan. Dia suka sekali makan ikan goreng sendiri tanpa disuapin. Sebenarnya saya agak was-was, anak yang lebih besar saja suka tersedak duri ikan, apalagi anak sekecil ini. Sengaja saya pilihkan ikan nila yang durinya tak sebanyak ikan mas. Tapi alhamdulillah, dia pintar sekali memilih daging ikan dan memakannya sendiri. Kelihatan nikmat sekali. Mungkin dia merasa dengan memilih dan menyuap dengan tangannya sendiri terasa lebih nikmat. Entahlah, yang jelas saya menghargai kemampuannya itu sambil tentu saja tetap mengawasinya.
            Minggu terakhir ini Khalifa punya makanan kesukaan baru, Monde Boromon Cookies namanya. Dia suka dengan bentuknya yang mungil. Saya pikir bagus juga makan camilan sambil menstimulasi motorik halusnya. Apalagi Monde Boromon Cookies ini gluten free, mengandung sari pati kentang, madu dan DHA. Iseng-iseng saya coba rasanya, eh ternyata biskuitnya lumer di mulut, pantesan dia suka, sedus habis sama sendiri. Untuk anak yang lebih kecil ternyata biskuit ini juga bisa lho untuk melatih motorik yang ada di lidah dan mulut anak. Selain itu juga membantu Si Kecil mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan.  
Monde Boromon Cookies camilan sehat sekaligus melatih motorik anak

             Khalifa suka sekali lompat-lompat, mungkin dia tengah menguji sekaligus melatih otot kakinya. Dia melompat-lompat di atas kasur, turun dari kursi dia melompat, ada barang yang menghalangi jalan dia lompat, bahkan naik ke kasur yang disimpan di bawah pun dia lompat. Kadang saya sengaja menghalangi jalannya dengan kaki, dia dengan riang gembira melompatinya.
            Khalifa pun suka menjajal kemampuan motorik halusnya. Dia suka sekali mewarnai, meski hasilnya masih berupa coretan. Dia suka ikut menggunting saat kakaknya mengguntng sesuatu. Kelebihan anak bungsu memang dia memiliki kakak yang bisa dia tiru kemampuannya.
            Saya berharap apa yang saya lakukan untuk mensimulasi motorik Si Kecil dengan berbagai cara sepanjang hari akan berdampak baik bagi perkembangannya. Semoga.

Minggu, 09 Desember 2018

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XIII, Hanya 45 Hari Lulusan STTB untuk Bekerja




Sabtu, 8 Desember 2018 Hotel Hariss and Conventional Festival Citylink menjadi saksi sebuah prosesi yang sangat didambakan oleh para mahasiswa, wisuda. Pada hari itu sekitar pukul Pukul 07.00-13.00 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) menggelar wisuda XIII. Wisudawan berjumlah 183 orang yang terdiri dari 106 Sarjana Teknik Industri dan 77 Sarjana Teknik Informatika. Sampai saat ini SSTB telah meluluskan 1.355 sarjana.
Tarian pembuka

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjut dengan lagu mars STTB serta penampilan sebuah tarian pembuka dari UKM. Pada acara wisuda ini dilakukan juga penandatanganan MOU dengan beberapa lembaga, antara lain: PT POS, Bank Sampah Bersinar, Universtas Nasional PASIM, PT SLU, CMYK, serta HUNGCI TAIWAN.
Pada wisuda ini orasi ilmiah disampaikan dalam Bahasa Inggris oleh DR. Cyrille SCHWOB, APAC Head of Research & Technology Development at Airbus yang berkantor di Singapura. Beliau datang ke Bndung secara khusus untuk berbicara di depan para wisudawan STT Bandung.
Orasi ilmiah

Sekilas Tentang STTB

Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang memiliki motto Your Partner to Global Competition ini memiliki kampus di Jl. Soekarno Hatta no. 378 Bandung. Saat ini STTB memiliki lebih dari 90 orang lebih pengajar bergelar S2 dari dalam dan luar negeri. Memiliki 10 UKM dengan lebih dari 370 kegiatan mahasiswa sepanjang tahun. Untuk perkuiahan, STTB menyediakan gedung empat lantai dan lebih dari 25 ruang kuliah yang lengkap dan nyaman. Sebagai kampus Sekolah teknologi, STTB memberikan fasilitas up to 100 Mbps Bandwidth internet di lingkungan kampus. Pada tahun 2018 ini STTB menerima 1250 mahasiswa, 75 % diantaranya berasal dari Jawa Barat sementara sisanya berasal dari pulau lain di Indonesia bahkan ada yang berasal dari Malaysia dan Qatar.
STTB berdiri tanggal 05 Oktober 1991 dengan Nomor SK Dirjen DIKTI No:197/DIKTI/Kep/1992. Dengan jurusan yang dibuka saat itu Teknik Industri jenjang S1. Saat ini STTB memiliki tiga program study, antara lain: Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Desain Komunikasi Visual.
Para wisudawan STTB


Prestasi STTB

Dalam sambutannya, ketua STTB Bapak Muchammad Naseer S.Kom.,M.T. menyampaikan beberapa hal membanggakan mengenai mahasiswa STTB. Saat ini beberapa mahasiswa tengah mengikuti program internship di Taiwan dan menerima salary rata-rata 4-6 kali UMR Bandung. Beliau juga menambahkan bahwa hanya butuh waktu 45 hari saja bagi lulusan STTB untuk mulai produktif di dunia kerja. Banyak sekali permintaan tenaga ahli kepada STTB baik melalui surel maupun datang secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan STTB sangat dibutuhkan keahliannya di dunia kerja. Bapak M. Naseer juga mengatakan bahwa tahun 2022 STTB akan Go University.
Ketua STTB Bapak M. Naseer

Hanya 45 hari alumni STTB langsung bekerja


STTB nampaknya memberikan perhatian khusus bagi mahasiswa maupun dosen yang mampu melakukan pengembangan teknologi. Misalnya, dalam acara wisuda disebutkan secara khusus salah satu wisudawan terbaik yang mampu membuat dan menghitung ulang tata letak sebuah pabrik hingga bisa membuat pabrik tersebut hemat hingga 25 jt rupiah/bulan.
Sebuah penghargaan telah diterima oleh STTB pada bulan Oktober 2018 berkat produk yang bernama Smart Kitchen System. Produk ini berhasil lolos dalam program calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Perguruan Tinggi 2018.  
 Pada kesempatan ini diumumkan sebagai wisudawan terbaik STTB kali ini untuk program studi Teknik Informatika diraih oleh Iin Indrayani, S.Kom, sedangkan wisudawan terbaik program Teknik Industri diberikan kepada Srikanti Astuti, S.T.
Tina Sri Handayani S.Kom

STTB juga memberikan penghargaan kepada mahasiswanya yang berprestasi dalam bidang selain teknologi. Terbukti dengan mendapuk Tina Sri Handayani S.Kom sebagai pembicara mewakili para wisudawan. Tina adalah peraih  medali emas pada cabang olahraga (cabor) lari 200 meter, medali perak pada cabor lompat jauh, serta medali perunggu pada cabor lari 100 meter dalam event Paralimmpik Daerah (PEPARDA) V 2018).
Kami turut bersukacita untuk para wisudawan beserta keluarga. Selamat untuk Anda semuanya.


STTB, wisuda

Kamis, 06 Desember 2018

Tips Mendapat Oleh-oleh Murah di Tanah Suci

Toko oleh-oleh di bawah hotel di Madinah



Datang berkunjung ke negeri orang rasanya kurang sempurna tanpa membeli oleh-oleh khas daerah tersebut. Oleh-oleh yang biasanya diidamkan oleh para jamaah umroh antara lain: kurma, minyak zaitun, coklat, parfum, baju arab, pernak pernik perhiasan lucu. Tapi, kita sebagai emak-emak hemat pasti akan sangat berharap akan mendapat harga lebih murah saat berbelanja. Sehingga dibutuhkan tips mendapat oleh-oleh murah di tanah suci. Betul apa betul banget ehehe ...
Tahu banget soalnya itu pengalaman pribadi. Buat mendapat harga bagus, saya bertanya pada saudara atau teman yang sudah pernah umroh, terutama yang sudah berkali-kali. Referensi dari suami tercinta yang seorang pembimbing umroh pun saya kumpulkan, tapi namanya bapak-bapak kadang tak terlalu perhatian pada masalah harga.
Saya rangkumkan berdasarkan pengalaman pribadi serta informasi dari yang lain.

Air Zamzam
Tong air zamzam berjajar di masjid Nabawi


Air zamzam memiliki khasiat yang dangat istimewa. Ia memiliki khasiat seperti niat penggunanya. Maksudnya, saat mengonsumsi air zamzam kita berdoa agar sembuh dari demam, maka insya Allah sembuh demamnya. Saat kita mengompres mata secara rutin dengan doa agar sembuh dari mata minus, insya Allah minusnya berkurang. Di tanah air kta, air zamzam dijual sangat mahal. Sekitar 400 hingga 600 ribu rupiah satu gallon isi 5 liter. Pada saat musim haji harganya mencapai puncaknya dan sulit mendapatkannya.
Nah, saat di tanah suci kita disuguhi air zamzam berlimpah secara gratis. Jika mau, siapkan wadah yang tidak dikhawatirkan bocor, isi air zamzam, dan bawa ditentengan. Biasanya di toko-toko sekitar Masjidil Harom menjual kompan-kompan tebal untuk wadah air zamzam. Satu kompan berisi kurang dari satu liter itu sekitar lima real. Sebaiknya saat pulang jangan simpan di koper karena khawatir bocor, lebih baik dibawa ditentengan saja.
Setiap jamaah umroh memang akan mendapat jatah 5 liter air zamzam. Tapi jika dirasa masih kurang, bisa dicoba tipsnya meski agak merepotkan.
            Saya kemarin setiap ke mesjid membawa dua botol kosong yang airnya sengaja saya kosongkan. Maksudnya airnya tidak saya minum tapi dipindahkan ke wadah lain. Nah, di mesjid saya isi dengan air zamzam. Satu untuk diminum di hotel dan satu lain untuk ditenteng dibawa pulang ke tanah air.  Tenang saja, di Masjidil Harom kita akan menemukan galon air zamzam tersebar di banyak tempat.

Kurma
Kurma nabi yang diburu jamaah umroh

Oleh-oleh khas tanah harom yang paling diburu kedua adalah kurma. Di tanah air memang banyak dijual kurma, tetapi membeli di tempat tumbuhnya langsung tentu beda sensasinya. Selain rasanya, buah ini diburu karena khasiatnya untuk kesehatan dan kecantikan yang luar biasa.
Menurut pengalaman, tips mendapat oleh-oleh murah sebaiknya kita membeli kurma di Madinah. Harganya lebih murah dan kurmanya lebih bagus. Kenapa? Karena Madinah merupakan penghasil kurma terbaik.
Sebelum berangkat umroh saya mendapat informasi bahwa harga kurma di kebun kurma itu lebih tinggi. Mungkin karena bukan benar-benar kebun tetapi hanya tempat wisata yang memiliki toko aneka kurma. Tapi Alhamdulillah di kebun kurma kemarin kami bisa mendapat kurma nabi (ajwa) yang lembut, fresh, dan tebal dengan harga miring. Ini berkat kefasihan berbahasa Arab pembimbing kami, beliau menawar sehingga diberikan harga miring. Jadi tipsnya kalau ingin mendapat harga miring menawarlah dengan bahasa mereka J
Kemarin kami menginap di Hotel Al Harom. Jarak ke mesjid Nabawi sekitar dua ratus meteran. Nah, di sepanjang jalan dari hotel ke mesjid itu berjajar toko-toko oleh-oleh termasuk kurma. Mau nyari kurma apa pun tanya saja sama penjualnya. Mau yang basah, kering, isi almond, kurma ajwa, sukari, medjoul, ambar, sugay, dan sebagainya.
Paling asyik belanja setelah pulang dari masjid, masuk ke toko kurma mereka bilang, “Halal … halal.” Itu artinya kita boleh nyicip yang mana pun. Cicip aja yang bikin kita penasaran biar tahu aneka rasa kurma, nanti kita beli yang paling kita sukai. Jadi selesai belanja kita pun selesai sarapan hehe … kurma kan beberapa butir pun bikin kenyang daan sehat.
Oh iya, jangan khawatir karena tidak bisa berbahasa Arab, pada pedagang itu pandai berbahasa Indonesia. Dan satu lagi, jika tak memiliki uang real pakai saja uang rupiah. Pengalaman saya kemarin justru memakai rupiah sering dapat potongan. Misal, saat belanja kacang Rp 230.000, saya tawar 200.000 aja dibolehin. Beberapa kali saya mengalami seperti itu, padahal harga 230.000 pun hasil nawar juga sebelumnya. Hehe … Emak-emak irit mah harus tahu trik belanja.
Oh ya, sebaiknya sebelum belanja kita sudah punya referensi harga dari teman atau membandingkan harga antar toko. Misalnya waktu nyari kurma syukari kerdusan, satu toko nawarin 80 real. Itu mahal banget, di Indonesia aja harganya nggak segitu. Kok tahu? Kan saya tukang kurma juga hehe … Nah, di toko lain saya dapat harga 40 real, jauah banget kan. Untung saya punya referensi harga sebelumnya. Bahkan di toko lain lagi karena belanja banyakan dapat harga 35 real. Seneng banget dong!

Kacang, coklat, kismis
Kacang  Fustuk, salah satu kacang favorit

Sebelum berangkat saya tanya anak-anak, “Mau dibeliin oleh-oleh apa?” mereka bilang kacang ketawa. Tahu kan? Itu nama lain kacang fustuk atau pistachio. Kulitnya keras banget tapi isinya gurih nikmat. Kulitnya ngebuka seperti mulut orang ketawa. Ternyata harga, rasa, dan ukuran kacang fustuk di sana macam-macam. Ada yang agak asam, gurih, asin, dan tawar. Untunglah semua boleh dicoba. Selain fustuk ada juga almond, mede, kacang arab, dan banyak lagi, saya nggak hafal.
Kismis pun macam-macam, ada yang kecil mungil, besar, dan ada yang hitam. Harga dan rasanya nggak terlalu jauh. Saya beli kismis hanya setengah kilo karena hanya sendiri yang suka.
Jika kita membutuhkan oleh-oleh berupa kacang, coklat, atau kismis semua tersedia di toko-toko di Madinah. Biasanya dijual bersama aneka jenis kurma. Oh iya untuk coklat ada aneka bentuk dengan harga sama, saya kemarin minta satu kilo dicampur biar variatif. Harganya di satu toko 20 real, di toko lain 15 real. Itu yang polos tanpa isi. Kalau coklat yang ada isinya harganya beda lagi.

Parfum
Parfum stik Al Rehab nan praktis 

Untuk oleh-oleh saya lebih suka parfum stik al Rehab. Pilihan aromanya banyak dan aromanya enak. Saya nggak nyari parfum yang botolan ya jadi nggak tahu rentang harga dan yang murang di mana. Parfum stik ini lucu, dia seperti spidol. Jadi kita nggak malu buat membawanya dan irit tempat. Oh ya, anak saya yang di pondok pun pesannya parfum stik, maklum dia agak pemalu jika harus semprot-semprot parfum besar hehe …
Kemarin saya menemukan harga termurah parfum stik di kota Mekah. Tepatnya di pasar Kodi. Saya nggak tahu nama daerahnya, yang jelas kami naik taksi PP sekitar 40 real dibayar sama-sama. Di sini sebuah parfum stik dihargai tiga real saja. Sayang sekali saya hanya beli 15 buah karena saya pikir mungkin ada yang menjual lebih murah lagi. Ternyata di Jeddah dan Madinah harganya lima real tak bisa kurang lagi.
Pasar Kodi. Saya tidak tahu kenapa dijuluki pasar Kodi

Minyak Zaitun
Minyak zaitun nan kaya khasiat

Minyak zaitun memiliki khasiat yang sangat banyak. Di tanah suci kita mudah sekali menemukan penjual minyak zaitun. Harganya sepertinya tidak jauh berbeda satu dan lainnya. Tapi saya sempat membandingkan satu toko di Jeddah dengan satu toko di pasar Kodi. Minyak zaitun dengan ukuran sama (sekitar 300 mil) di pasar Kodi saya beli 10 real sementara di Jeddah saya lihat labelnya 25 real. Jauh banget ya, entah masih bisa ditawar atau nggak.  

Tas Tambahan

Biasanya setelah asyik berbelanja kita baru nyadar perlu tas tambahan ya. Kemarin saya beli tas besar di Madinah 10 real tapi tipis. Alhasil di bandara jebrol dan harus nambah biaya ngebungkus 20 real. Nah, kalau mau nyari tas tambahan sebaiknya di Mekah, karena di Madinah saya tak mendapatkan tas yang kuat tapi murah. Pengalaman teman sekamar misalnya, dia membeli tas seharga 15 real yang dijajakan di depan hotel kami, Pullman Zamzam. Saya lihat tasnya kuat, buktinya dipakai menenteng air zamzam pun tidak ambrol. Teman yang lain membelinya di pasar Kodi. Harganya sekitar RP 130.000. Tasnya lumayan besar, kelihatannya cukup untuk menampung kurma sepuluh kilo. Kuat pula karena saya lihat masih aman waktu tiba di bandara.

            Baju Hitam

            Di tanah suci ternyata banyak sekali yang menjual baju warna hitam. Kualitas dan harganya macam-macam. Berhubung sebelum berangkat saya udah menjahit tiga buah baju jadi saya tak minat buat nambah lagi. Tapi seorang teman yang hunting baju hitam membandingkan harganya lebih murah di Madinah dari pada di Mekah. Saya tidak tahu apakah di semua toko seperti itu atau tidak. Tapi yang dibandingkan teman itu model dan kualitasnya sama. Kebetulan di tanah air beliau punya toko baju jadi ngerti kualitas.
            Itu saja mungkin informasi yang bisa saya bagi mengenai tips mendapat oleh-oleh murah di tanah suci. Semoga cukup membantu Teman-teman yang membutuhkan. Teman-teman yang punya pengalaman lain mari berbagi di sini J



tips, belanja murah, oleh-oleh umroh, tanah suci, oleh-oleh murah, kurma, air zamzam, parfum, kacang fustuk,

Jumat, 30 November 2018

Tips Vaksinasi Meningitis Tanpa Galau Antri



Gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung
Beberapa hari yang lalu seorang teman bercerita tentang teman satu rombongannya yang meninggal setelah beberapa hari pulang umroh dan penyebabnya adalah penyakit meningitis. Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Tentu saja masalah kematian adalah masalah takdir, orang tersebut sudah sampai pada ajalnya. Tetapi penyebabnya itu yang membuat saya kaget.
Salah satu syarat mendapat visa umroh adalah vaksin meningitis dengan dibuktikan sebuah kartu kuning. Mengapa? Karena WHO sudah menyatakan bahwa Saudi Arabia termasuk pada  salah satu Negara endemik virus meningitis selain Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Sekandia Baru. Meningitis sendiri merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.
baca juga: https://www.dedehsriulfah.com/2018/12/tips-mendapat-oleh-oleh-murah-di-tanah.html
Sebelum disuntik meningitis suami bilang bahwa antriannya bikin galau, sekitar 700 orang perhari. Uwow! Tapi ada solusinya, simak tips vaksinasi meningitis tanpa galau antri yaa …. J Maka suami pun meminta tolong pada temannya di travel. Tak lama kemudian saya mendapat jadwal suntik meningitis yakni tanggal 9 Oktober. Sip lah Alhamdulillah nggak terlalu mepet waktu berangkat umroh tanggal 30 Oktober. Suntik meningitis memang sebaiknya sebelum dua minggu waktu keberangkatan. Oh iya, sebagai bukti sudah mendaftar, ada data yang harus diprint out.
Tanggal 9 Oktober seperti jadwal saat online, saya ditemani suami & anak-anak datang ke Kantor Pelabuhan Kesehatan Bandung  untuk disuntik meningitis. Tepatnya di Jl. Cikapayang No. 5 Tamansari Bandung Wetan. Oh iya kartor ini buka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 15.00. pendaftaran dibuka mulai pukul 07.00 sementara pelayanan dimulai pukul 08.00.
            Kami tiba di lokasi pukul 8.30. Saya lihat mobil yang parkir panjang sekali hingga ke belokan. Alhamdulillah ada kemudahan, pas tiba di sana ada mobil yang akan keluar. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Langsung saya kami tempati dengan suka cita. Bau-bau antrian panjang sudah tercium dari luar, sambung menyambung hingga ratusan orang.
            Di depan kantor Pelabuhan Kesehatan saya lihat puluhan orang berkerumun di depan pintu. Ternyata, ini baru kerumunan pertama. Di dalam ada lagi kerumunan kedua dan ketiga. Entah berapa ratus orang totalnya yang hadir saat itu. Wow, banyak sekali. Saya dapat antrian nomor berapa kalau seperti ini? 
Saat bergabung bersama kerumunan barulah saya dapat mendengar apa yang dikatakan seorang bapak yang berdiri di depan pintu. “Sekarang semuanya pulang dulu, besok kembali lagi ke sini sebelum subuh.” Orang-orang yang saya yakin sudah menunggu lama ini mengeluarkan berbagai keluhan. “Tadi ada puluhan orang yang menunggu dan berinisiatif bikin daftar antrian sendiri. Saya juga suruh mereka kembali lagi besok karena antrian seperti itu tidak berlaku.” Saya pikir kreatif sekali meereka, mungkin saking bosannya menunggu lama yaa J
Sama seperti yang lain saya pun disuruh kembali lagi besok. Tapi saat suami menyodorkan bukti sudah mendaftar online bapak itu menyuruh kami langsung masuk lewat samping. Legaaa rasanya tapi sekaligus kasihan melihat wajah-wajah yang kecewa di sana. Entah berapa jauh perjalanan yang telah mereka tempuh, entah berapa rupiah yang mereka yang mereka keluarkan untuk pulang pergi ke tempat ini. Dan entar berapa banyak hal yang mereka korbankan, mungkin janji dengan klien, mungkin waktu tidur yang terganggu karena bangun lebih awal. Karena yang saya tahu tenpat vaksinasi meningitis di Bandung ini sangat sedikit.

tempat vaksinasi meningitis
sumber gambar: www.serbabandung.com

            Saat masuk ke ruangan saya melihat antrian yang panjang. Ternyata itu antrian untuk pendaftaran langsung alias tidak online. Petugas yang kami tanya menyuruh kami langsung ke lantai dua. Dari lantai dua ternyata kami disuruh kembali ke lantai satu untuk mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Entahlah, petugas pun sudah lelah mungkin. Saya siapkan print out tanda terima registrasi online serta uang Rp 310.000.

antrian vaksinasi  meningitis
sumber gambar: www.serbabandung.com





            Tak apa, setidaknya saya sudah mendapat kepastian akan dilayani hari ini. Menunggu sebentar anggap saja menikmati kebersamaan bersama suami dan anak-anak. Suami saya cerita bahwa dulu tak ada perdaftaran online, semuanya offline. Beruntung suami merupakan pembimbing umroh sehingga yang mengantri daftar karyawan travelnya. Lalu suami akan dihubungi jam berapa kira-kira harus datang untuk disuntik. Sementara yang lain harus mengantri entah berapa jam, lalu harus pulang dengan tangan kosong saat nomor antrian sudah habis.  Mungkin seperti bapak ibu yang berkerumun di luar tadi. Saat itu saya berjanji untuk menulis artikel tips vaksinasi meningitis tanpa galau antri.
            Prihatin melihat orang-orang yang harus kembali esok hari itu saya berharap para travel umroh akan menyarankan jamaahnya untuk mendaftar online saat akan disuntik meningitis.
            Keuntungan daftar vaksinasi secara online itu selain tidak perlu ngantri panjang kita juga bisa mengatur jadwal sesuai keinginan. Tentu saja itu pun jika jadwal yang diinginkan masih tersedia kuotanya. Karena kuota online dengan offline diatur. Tetapi kita bisa mencari waktu lain yang sesuai dengan waktu luang kita. Caranya pun mudah, hanya mengisi formulir pendaftaran online, print out hasil konfirmasinya, dan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Ini link buat daftar onlinnya ya: https://kespel.kemkes.go.id/vaksinasi_int/vaksinasi_int_public/add.
            Oh iya, sebelum daftar online terlebih dahulu siapkan scand paspor atau KTP untuk diupload di kolom upload saat mengisi form. Isi data dengan lengkap, pilih lokasi yang diinginkan, sebaiknya sebelumnya mencari informasi dulu informasi lokasi pilihannya. Lalu pilih jadwal tanggal vaksinasi sesuai keinginan kita. Setelah dipastikan semua terisi lalu klik kirim. Nanti kita akan mendapat email konfirmasi tanda terima registrasi melalui email. Tanda terima itu kita print out dan bawa saat akan divaksinasi. Oh iya untuk wanita usia produktif nanti akan dicek urine juga untuk memastikan tidak hamil. Setelah selesai kita akan mendapatkan kartu kunng. sayang sekali foto-foto pribadi saya kehapus waktu dipindahin ke laptop.
         Semoga informasi Tips vaksinasi meningitis tanpa galau antri ini akan memberikan manfaat bagi teman-teman yang membutuhkan. J  

Sumber:


Selasa, 27 November 2018

Bagaimana Memperkenalkan Huruf Hijaiyyah pada Batita?





(Review pribadi)
Saat ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman cara memperkenalkan hurup hijaiyyah pada batita. Saya bilang memperkenalkan ya karena pada dasarnya anak batita belum waktunya belajar ataau menghafal huruf-huruf. Usia di bawah tiga tahun baru pada tahap belajar pra huruf atau berkenalan dengan huruf-huruf.
Caranya pun tentu tidak seperti belajar anak SD. Caranya mengikuti dunia anak yakni bermain dengan menyenangkan. Bermain itu kan identik dengan kesenangan yaa, karena saat bermain hanya bersenang-senang tanpa beban apapun. Saat bersenang-senang saat bermain itu justru kita bisa sambil menyisipkan belajar tanpa mereka sadari.
Kira-kira demikian pula yang saya lakukan bersama anak-anak saat kecil. Si Sulung Wafa misalnya, dia bersekolah di sekolah alam yang tidak menekankan siswanya untuk belajar membaca dan berhitung. Mereka tetap diperkenalkan pada huruf, bacaan, atau hitungan, tetapi tidak ditarget harus pandai membaca saat  lulus.
Tetapi, ternyata ibu gurunya bilang si Sulung ini termasuk yang paling awal bisa membaca, padahal saya tidak mengajarinya. Yang saya lakukan hanya rutin membacakan cerita bersamanya, ia memperhatikan gambar-gambarnya, kadang ia bertanya ini huruf apa. Kadang saya memintanya menceritakan isi bukunya. Saya tak heran ia bisa menceritakan ulang karena nyaris puluhan kali kami membacanya bersama. Tetapi yang bikin takjub adalah ternyata kegiatan membacakan buku berulang itulah justru yang membuat si Sulung bisa membaca. Rupanya ia belajar membaca secara tidak langsung. Dan ia melakukannya dengan senang hati tanpa targetan apalagi tekanan sehingga menjadi mudah.
Lain lagi pengalaman dengan anak kedua, Riyadh. Ia lebih cepat bosan saat dibacakan buku dan lebih suka bermain lego atau mobil-mobilan. Saat bermain itu kami bacakan surat pendek dan ia mengikutinya. Tetapi ia tidak mau membaca surat pendek jika harus duduk diam dengan serius. Awalnya saya kira dia tak memperhatikan saat dibacakan surat pendek, tetapi saya keliru. Saat kami baca satu ayat secara acak, dia akan langsung melanjutkannya. Rupanya meski tangannya sibuk bermain, dan kelihatan asyik sekali, tetapi telinganya tetap memdengarkan kami. Maka saat anak lain di PG baru belajar surat Al Fatihah, dia sudah hafal beberapa surat pendek.  
Memperhatikan perkembangan kedua jagoan kecil tersebut saya menyimpulkan, bahwa belajar untuk batita itu lebih mudah jika sambil bermain, dengan cara menyenangkan, dan dengan menyesuaikan kecenderungannya.
Awalnya saya masih bingung bagaimana merealisasikan rencana memperkenalkan huruf hijaiyyah pada si Bungsu Khalifa. Hingga suatu hari diperkenalkan dengan kartu huruf hijaiyyah dari Nafeesa Kidz. Saya seneng sekali dan diam-diam saya membuat rencana untuk si Kecil.

kartu huruf hijaiyyad dari Nafeesa Kidz

Sebelum saya cerita pengalaman memperkenalkan hurup hijaiyyah pada batita, saya perkenalkan dulu produknya yaa …. Kartu huruf hijaiyyah ini berbahan dasar kain, sehingga aman dari gigitaan atau sobekan si Kecil. Kalau kotor, tinggal dicuci dan dijemur. Karena dari terbuat kain juga membuatnya lebih awet. Kartu ini memiliki warna yang berbeda-beda, jadi tak hanya wakna putih sehingga lebih menarik. Selain itu, ada potongan gambar buah yang menarik buat anak-anak. Terdiri dari 15 kartu dengan tulisan huruf hijaiyyah di depna dan belakangnya. Jangan khawatir akan tercecer, karena semua kartu ini dimasukkan dalam sebuah kantong transparan.
Awalnya saya ajak melihat-lihat kartunya, tanpa diduga ternyata dia menolak. Saya ajak dia ke tempat kesukaannya yakni halaman mesjid yang luas dan banyak tanaman. Biasanya saat tak mau makan dia akan makan lahap jika dibawa ke tempat ini. Harapan saya tentu saja agar ia mau bermain kartu hijjaiyyah di sini. Sayang sekali, ia malah asyik mengumpulkan bunga atau mengejar-ngejar ayam tetangga. Tetehnya yang bersemangat mengajak adiknya main kartu huruf pun diabaikannya.
Si Kecil masih enggan diajak main kartu huruf hijaiyyah

Si Kecil malah asyik ngumpulin bunga di halaman masjid

Tak patah semangat, di rumah saya main kartu hijaiyyah bersama si Teteh di depannya. Si Bungsu melirik sedikit-sedikit. Saya bilang, “Ade … lihat Ade suka warna apa?” dia tak merespon. Saya tempel-tempelkan kartu pada badannya atau tangannya saat ia bermain, eh ia protes, “Iiih Mamah ….”  
Si Kecil masih anteng dengan mainannya. Ia masih belum merespon kartu huruf hijaiyyah

Sedih juga kenapa ia belum mau merespon kartu sebagus ini. Tapi saya berpikir positif, mungkin ia masih asyik bermain atau kami hanya belum menemukan kondisi yang pas saja. Lalu saya ingat, sebelum tidur biasanya dia ingin dibacakan buku. Lebih tepatnya melihat-lihat isi buku sih. Karena ia meminta beberapa boardbook sekaligus, semua dia buka dan dia tunjuk-tunjuk sesuai kemauan, sambil bertanya, “Pa nih?” Tak apa, ini namanya proses mengakrabkan anak dengan buku, semoga seiring berjalan waktu ia menjadi pecinta buku.
Nah, saya pikir mungkin bermain kartu huruf hijaiyyah pun bisa dilakukan sebelum tidur siang. Si Kecil saya ajak ke kamar lebih awal. Lalu kartu huruf hijaiyyah saya sebar di atas kasur. Saya bikin dia penasaran, “Eh, ini ada buah alpuket yang tadi Ade makan. Wah buah semangka merahnya enaak, nyam-nyam ….” Dia memang hobi sekali makan buah, jadi saya jadikan gambar buah itu sebagai pintu masuknya.
Berhasil, dia mendekat, lalu tengkurap dan mulai nowel-nowel kartu. Saya Tanya, “Ade suka yang mana?” Dia nunjuk. “Ooh itu Thothothothotho ….” Huruf tho sengaja saja bunyikan berulang supaya menarik perhatiannya. Ternyata benar, Khalifa mau mengikuti karena mungkin di telinganya terdengar lucu.
Si Kecil mulai tertarik pada kartu huruf hijaiyyah

makin tertarik saat melihat warna dan gambar potongana buah



Si Kecil makin asyik dengan kartu huruf hijaiyyah. Ia mau menirukan Bunda mengucapkan huruf

Saya ulangi lagi menunjukkan kartu sambil membunyikan huruf dengan berulang. “Lalallal … nananana … hahahahaha ….” Sengaja pula saya baca memakai fathah dan bukan huruf aslinya agar memudahkan dia untuk mengikutinya.
Setelah bosan bermain kartu Khalifa naik ke dada Bundanya minta kuda-kudaan. Tak apa, untuk hari ini cukup dulu beberapa menit. Besok dan besoknya akan saya ulangi lagi. Memperkenalkan huruf hijaiyyah pada batita memang perlu kesabaran. Tapi tak mengapa karena bukankah Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mengajarkan Al Quran? Bukan dihitung perayat atau perkalimat tetapi perhuruf, begitulah sabda Nabi. Selain itu, melihat anak merasa senang saat bermain dan belajar bersama ibunya juga merupakan kebahagiaan tersendiri. Insya Allah bonding Bunda dan ananda akan lebih erat lagi.
Bagimana Bunda, tertarik menggunakan produk Nafeesa Kidz untuk memperkenalkan huruf hijaiyyah pada batita? Untuk info lebih lengkap bisa diintip di akun FB nya yaa. J




Menikmati Surabi dengan Aneka Toping Menggiurkan

Setelah sekian lama merencanakan tapi gagal terus, akhirnya Sabtu kemarin kami jadi juga mengunjungi keluarga adik yang tinggal di daerah ...