Minggu, 29 Oktober 2017

Persiapan Liburan Menyenangkan di Rumah Ayah










Liburan semester masih dua bulan lagi, tapi anak-anak sudah sibuk mereka-reka rencana liburan. Jauh-jauh hari mereka minta liburan di rumah ayah (mereka memanggil kakeknya sama dengan saya memanggil beliau). Pas banget jadwal liburan semester kali ini dengan jadwal suami membimbing umroh. Maka insya Allah fix liburan semester ini di rumah ayah.

Liburan ke rumah ayah, bagi anak-anak yang paling menyenangkan tentu mainnya. Di rumah ayah banyak sekali anak kecil yang akan bermain bersama mereka. Lari pagi, petak umpet, maen game, berenang di kolam ikan, dan sebagainya. Pokoknya semuanya berjudul main. Sementara buat bundanya, yang paling menyenangkan di rumah ayah itu ngobrol sama ayah, botram, serta main ke rumah bibi dan uwa.

Meski menyenangkan, liburan ke rumah ayah memiliki tantangan tersendiri bagi saya dan lumayan menguras energi. Saya harus mengasuh empat anak sendiri, mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa, serta lebih bersabar karena biasanya anak-anak lebih sulit diatur. Bagaimana tidak, di rumah ayah ada lima anak kecil sepantaran mereka, dan mereka suka saling mempengaruhi. Karena itu, supaya liburan lebih menyenangkan, maka saya harus mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh.
1.     
  Membuat kesepakatan-kesepakatan

Meski setiap liburan membuat kesepakatan terlebih dahulu dan ada saja yang dilanggar, tapi membuat kesepakatan terlebih dahulu tetap penting. Dari beberapa kesepakatan, biasanya masih banyak yang dipatuhi. Kesepakatan juga membuat anak lebih mudah diingatkan karena mereka sudah paham sebelumnya. Misalnya, setiap hari wajib adzan satu kali, jika mau main jauh harus seizin Bunda, makanan dan minuman yang dilarang di rumah maka dilarang juga saat liburan, harus menahan mulut dan tangan dari hal yang tidak baik, dalam sehari jajan hanya boleh maksimal sepuluh ribu rupiah, dan sebagainya.

2.       Membawa doping

Di desa ayah tidak mudah menemukan doping bagus seperti madu, kurma, atau sarikurma. Keadaan ini terasa menyiksa sekali saat liburan lebaran kemarin saya sakit lumayan lama. Saat itu saya hanya membawa madu sedikit dan kurma sedikit. Padahal, madu, kurma, dan sarikurma itu bagus sekali untuk doping alami. Pokoknya doping ini penting banget biar Bunda nggak mudah khawatir saat anak-anak main air, hujan-hujanan, atau telat makan karena asik main.
  
3.       Membawa obat anti nyamuk & serangga

Di rumah ayah ada kalanya banyak terdapat nyamuk. Hal ini jelas mengganggu karena membuat susah tidur. Belum lagi kulit Si Bungsu yang sensitif membuat bekas gigitan nyamuk tidak hilang berbulan-bulan. Saya tak berani memasang obat nyamuk karena khawatir mengganggu pernapasan. Nah, kalau untuk hal ini solusinya saya bawa Insect Beat dari Aquila buat dibalurin ke tubuh anak-anak sebelum tidur. Nggak usah khawatir kalau nggak sengaja kejilat, karena formulanya food grade. Insect Beat juga berguna kalau anak-anak mau main ke kebun atau gatal-gatal setelah nyari ikan ke kolam.



Mengenai keamanan produk saya nggak khawatir, Aquila sudah mendapatkan White Flower Label. White Flower Label ini menjadi tanda untuk menjamin dan menjaga kualitas produk organic sesuai standar yang ada.



Bunda-bunda yang lain mungkin memiliki persiapan yang berbeda saat akan liburan bersama anak-anak. Apa pun bentuk persiapannya, yang jelas tujuannya sama, agar dapat menikmati liburan dengan bahagia, bukankah begitu?


3 komentar:

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Pengalaman Diterapi Akupuntur, Lebih Sakit Mana: Jarum Suntik VS Jarum Akupuntur?

  sumber gambar: wub.bandung.go.id Saya sebenarnya orang yang amat takut pada jarum suntik. Saking takutnya sampai-sampai bal...