Senin, 07 Agustus 2017

KAISAR DAN GEMBALA



Tersebutlah kisah seorang raja agung dari Persia yang memiliki banyak pengawal serta daerah kekuasaan yang luas. Suatu hari sang raja beserta para pengawalnya keluar dari istana untuk berburu. Di tengah perjalanan baginda bertemu dengan seorang penggembala yang terlihat sangat riang gembira. Tentu saja pemandangan itu membuat sang raja amat penasaran.
“Hah! Bagaimana mungkin dia bisa sedemikian gembira?” bisik sang raja keheranan.
Raja sangat penasaran ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Akhirnya sang raja mendekati penggembala itu dan memberi salam.
“Bagaimana engkau bisa begitu bergembira sedangkan keuntunganmu sangat sedikit, itupun engkau dapatkan setelah bersusah payah pula?" tanya sang raja sambil tersenyum ramah.
Penggembala yang mengenal sang raja itu berkata, “Wahai Sang Raja, kegembiraanku ini adalah karena aku telah menyempurnakan kewajibanku, membayar utang-utangku, dan bersungguh-sungguh untuk mencapai kebahagiaan yang menjadi tujuanku. Adapun keuntunganku adalah seukuran dengan keuntunganmu, wahai Sang Raja. Bedanya hanyalah engkau menggembala umat manusia sedangkan aku menggembala kambing. Masing-masing kita bila berbuat baik sama-sama akan mendapat nikmat dan jika berbuat jahat akan mendapat neraka.”
Sang raja terdiam mendengar jawaban penggembala cerdas yang berbicara dengan fasih dan panjang lebar itu. Kemudian baginda mengajak para pengawalnya untuk meneruskan perjalanan sambil berbisik.
“Benar, raja dan penggembala memang sama. Penggembala mati di tengah kambingnya dan Dzul Qarnain mati di kerajaannya.”

*** Kebahagiaan seorang pemimpin sesungguhnya bukan terletak pada kehormatan yang diperoleh karena jabatannya, bukan terletak pada gelimang harta dari gajinya. Apalah artinya kehormatan dan harta yang banyak saat berkuasa namun dibenci setelah lengser. Maka kebahagiaan sejati seorang pemimpin adalah manakala ia dapat menunaikan amanah yang diembannya sebaik-baiknya dan karenanya ia dicintai saat berkuasa ataupun setelah lengsernya.
***Firman Allah, “Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. At Taubah: 105)
***“Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
***“Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki,memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta) kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Aktualisasi Diri Ibu Rumah Tangga Bersama ASUS

              Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup adalah memiliki ayah yang sangat mencintai buku. Tinggal di kampung ...