Jumat, 25 Agustus 2017

TETESAN AIR PADA BATU


Perlu perjungan ekstra untuk guru membujuk Roni belajar menulis atau Iman belajar membaca huruf hijaiyyah. Roni sering beralasan mudah cape saat menulis. Maka dapat membuat ia mau belajar menulis dan mempertahankan ia menulis hingga selesai adalah kebahagiaan tersendiri bagi guru. Lain halnya dengan Iman, saat belajar membaca huruf hijaiyyah ia hanya mau huruf awal-awal karena menurutnya setengah huruf terakhir sulit sekali. Akibatnya ia makin kesulitan karena tidak mau mengulang belajarnya. Sebenarnya mereka berdua anak-anak yang cerdas, mereka hanya memerlukan ketekunan dalam dua hal itu, karena pelajaran lainnya mereka dapat mengikuti dengan baik.

***

Apakah Bunda pernah mendapati ananda mengalami kasus serupa? sebaiknya Bunda meningkatkan kesabaran serta jangan menyerah untuk mendampingi ananda belajar. Insya Allah, kesabaran dan ketekunan itu suatu saat akan membuahkan hasil yang membahagiakan. Selamat berjuang!

***

Ibnu Hajar, pada waktu mudanya mengalami kesulitan dalam belajar. Menghafal Al Quran atau hadits sulit masuk, membaca kitab susah, memahami penjelasan guru silit faham, intinya ia kesulitan dalam segala hal yang berhubungan dengan pelajaran hingga dicap anak yang bodoh. Sekian lama mencoba namun ia tetap ketinggalan pelajaran. Saat teman-temannya sudah belajar sepuluh kitab, ia satu pun belum tamat. Akhirnya dengan berat hati gurunya mengemblikan Ibnu Hajar pada orang tuanya.
            Sedih sekali perasaan Ibnu Hajar hingga ia perlu berjalan-jalan. Saat berjalan sediri itu ia mendapati sebuah batu yang berlubang karena tetesan air. Tetesannya kecil saja namun karena ditetesi terus menerus, maka dapat membuat batu itu berlubang.
            Ibnu Hajar merasa dirinya terinsfirasi oleh tetesan air yang menyebabkan batu berlubang itu. Ia berfikir bahwa jika ia setiap saat memasukkan ilmu ke dalam otaknya, maka pastilah lama kelamaan akan cerdas juga. Berbekal keyakinan seperti itu, ia segera menemui gurunya dan menceritakan pengalamannya dan gurunya pun memberinya kesempatan. Benar saja, berkat ketekunannya mencari ilmu, akhirnya Ibnu Hajar berhasil menjadi seorang ulama besar.
***“Wahai manusia, sesungguhnya ilmu hanya didapatkan dengan belajar (mengaji) dan faham agama itu hanya diperoleh dengan mencari kefahaman. Dan barang siapa yang Alloh menghendaki baik padanya, maka Alloh akan memberikan kefahaman dalam urusan agama, dan sesungguhnya yang takut kepada Alloh hanya hamba-hamba Alloh yang berilmu” (HR. At Tobroni)
***. Dari Anas ra., dari Nabi SAW, beliau menceritakan yang difirmankan oleh Tuhan Yang Mahamulia lagi Mahaagung : “Apabila seseorang mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat sehasta, apabila ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, maka aku mendekat sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang dengan berlari .” (HR.Bukhari)
***Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS. Al-Mujaadilah: 11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Aktualisasi Diri Ibu Rumah Tangga Bersama ASUS

              Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup adalah memiliki ayah yang sangat mencintai buku. Tinggal di kampung ...