Jumat, 25 Agustus 2017

MENDOAKAN ORANGTUA


Saat selesai shalat dluha anak-anak diminta untuk berdoa kebaikan dunia akhirat dan doa kepada orang tua. Bu guru bertanya, “Siapa yang suka mendoakan orang tua?” ternyata sedikit sekali anak yang suka mendoakan orang tua. Bu guru mengatakan bahwa mendoakan orang tua adalah tanda kita menyayangi orang tua dan cara membalas kasih saying orang tua adalah dengan mendoakannya. Anak-anak kemudian diminta menyebutkan apa saja bukti kasih saying orang tua kepada kita. Dan mereka menemukan banyak sekali bukti kasih sayang orang tua.

***

Bunda...apakah ananda rajin mendoakan ayah dan bundanya? apakah Bunda sendiri sering mencontohkan mendoakan orang tua? Ceritakan yuk kisah berikut untuk memupuk kecintaan ananda pada orangtuanya.

***

Tersebutlah kisah dua orang keluarga hidup bertetangga pada zaman nabi Daud as. Karena bertetangga dan memiliki anak sebaya maka mereka sering mengasuh bersama-sama atau berjalan-jalan keluar rumah bersama-sama.
Pada suatu hari yang tak pernah terlupakan, mereka tengah asyik bermain gembira. Rupanya anak-anak bermain agak jauh dari pengawasan ibu mereka hingga tanpa disadari bahaya besar mengintai yakni seekor serigala yang lapar. Setelah menerkan salah seorang anak, serigala pun dengan cepat meninggalkan tempat itu.
“Oh, masya Allah! Anakmu diterkam serigala!” teriak ibu yang lebih muda saat ia mendengar jeritan seorang anak dan melihat seekor serigala berlalu dari sana.
Tentu saja ibu yang lebih tua menjadi shock, namun ia segera membantah, “tidak, bukan anakku, anakmulah yang diterkam serigala.”
Tak ada yang mau mengalah, mereka terus menerus berbantahan dan mengaku bahwa anak temannyalah yang diterkam serigala. Karena masing-masing bersikeras, maka untuk mendapatkan keadilan mereka pun menghadap Nabi Daud as. dan mengadukan persoalan mereka. Di depan Nabi Daud as. keduanya masih bersikukuh mengaku bahwa yang diterkam serigala adalah anak temannya dengan suara yang sama-sama meyakinkan dan dengan wajah yang sama-sama penuh air mata juga sama-sama mengingnkan anak yang tertinggal membuat Nabi Daud as. kebingungan.
Putra Nabi Daud as. yakni Nabi Sulaiman as. yang saat itu masih muda ingin ikut berpendapat dan dengan senang hati Nabi Daud yang tahu kecerdasan putranya itu pun mengizinkan. Dengan serius dan seolah bingung untuk memutuskan perkara, Nabi Sulaiman mendengarkan cerita mereka. Akhirnya beliau berkata, “karena kalian berdua bersikeras dan sama-sama menginginkan maka tolong ambil pedang dan akan aku belah dua anak ini dan akan member kalian masing-masing setengah bagian.”
Mendengar keputusan Nabi Sulaiman, ibu yang lebih muda dengan serta merta menjerit, “jangan lakukan itu wahai Nabi Allah. Biarkan anak ini diambil olehnya. Anak ini memang anaknya.” Ia pun lalu menangis dengan pilunya.
Sementara ibu yang lebih tua tidak berkata apa-apa, namun ia terlihat senang saat mendengar perkataan temannya yang menegaskan bahwa anak yang masih hidup adalah anaknya.
Nabi Sulaiman yang mengamati semua kejadian dengan seksama segera meletakkan pedangnya dan memangku serta menyerahkan anak itu pada ibu yang lebih muda. Beliau yakin bahwa seorang ibu sejati tidak akan pernah rela membiarkan anaknya tersakiti walau sedikit. Seorang ibu sejati lebih memilih menderita berjauhan dengan anaknya demi melindungi sang anak dari marabahaya. Maka pulanglah ibu yang lebih muda penuh rasa bahagia karena dapat berkumpul kembali dengan buah hatinya. Sementara ibu yang lebih tua harus menanggung akibat perbuatannya yakni menipu.
*** “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, & melahirkannya dengan susah-payah (pula).” (Al-Ahqaf: 15)
***Hadits dari   Abdullah ibnu Masu’dz ra. Ia berkata: ِ
Aku bertanya kepada Nabi, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau  menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Nabi menjawab, “Berbakti kepada orangtua.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Aktualisasi Diri Ibu Rumah Tangga Bersama ASUS

              Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup adalah memiliki ayah yang sangat mencintai buku. Tinggal di kampung ...