Minggu, 27 Agustus 2017

MEMBALAS KEBURUKAN DENGAN DOA KEBAIKAN


Saat berkumpul mendengarkan cerita ibu guru. beberapa anak membuat ulah. Rara mengata-ngatai Titi gendut, Riyan mengganggu Dani, Agus mengganggu Rina. Hampir saja suasana menjadi rebut karena yang merasa tersakit mau membalas perlakuan temannya. Ibu guru membujuk anak-anak agar mau membalas keburukan temannya dengan doa kebaikan dan mengganti cerita dengan kisah sahabat Nabi

KISAH
Sahabat karib Rosululloh saw. Abu Bakar As Shidiq memiliki sebidang tanah yang bersebelahan dengan tanah milik Rabi’ah bin Ka’ab. Sebuah pohon kurma yang bagus tumbuh diantara kedua bidang tanah mereka. Keduanya sama-sama yakin bahwa pohon kurma itu milik dirinya.
            Abu Bakar berkata, “Pohon itu tumbuh di tanahku.”
            Namun Rabi’ah pun yakin, “Tidak, pohon kurma itu tumbuh di tanahku.”
            Dialog berubah menjadi adu mulut dan semakin memanas hingga pertengkaran terjadi. Emosi memenuhi hati keduanya hingga tanpa sadar Abu Bakar memaki Rabi’ah. Namun kelembutan hati Abu Bakar yang terkenal itu segera membuatnya tersadar dan amat menyesal karena hanya karena urusan sebatang pohon kurma telah membuatnya menyakiti hati sahabatnya.
            Dengan penuh penyesalan Abu Bakar berkata, “maafkan aku, sahabatku Rabi’ah. Sekarang aku mohon makilah aku sebagai balasan perbuatanku barusan.”
            Tentu saja Rabi’ah tak mau melakukan apa yang diminta Abu bakar walau Abu Bakar berkali-kali memintanya. Bagaimana ia bias memaki Abu Bakar yang sebenarnya sangat ia hormati itu. Hanya karena terbawa emosilah yang membuatnya terlibat pertengkaran dengan mertua Rasulullah saw. itu. Akhirnya Rabi’ah dan Abu Bakar menemui Rasulullah saw. Abu Bakar menceritakan masalah mereka kepada beliau bukan untuk mengadukan Rabi’ah melainkan mencari penyelesaian dari masalah mereka terutama apa yang harus dia lakukan untuk menebus kesalahannya kepada Rabi’ah.
            Rasulullah bertanya kepada Rabi’ah, “apa yang terjadi antara engkau dan Abu Bakar, ya Rai’ah?”
            “Ya Rasul, Abu Bakar memintaku untuk memakinya sebagai balasan dari makiannya kepadaku, namun aku tidak mau,” jawab Rabi’ah.
            Dengan tersenyum Rasulullah saw. memandang sahabatnya itu. “Engkau benar, ya Rabi’ah. Jangan membalas perkataan yang buruk dengan perkataan yang buruk pula. Sebaiknya engkau katakana. Allah memaafkanmu, Abu Bakar.”
            Mendengar nasehat Rasul yang mulia, Rabiah segera berkata, “Allah mmaafkanmu, Abu Bakar.”
            Abu Bakar yang berhati sangat lembut itu menangis haru mendengar perkataan Rabiah. “Trima kasih, Rabi’ah…terima kasih, Rabi’ah…” katanya berulang-ulang. Tidak tersisa lagi pertengkaran kedua sahabat mulia itu dan tanpa menyisakan sakit hati. 
***“Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (Q.S. Al-Mu’minun: 96).

***Hadits dari Uqbah bin Amir, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, “wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah mendzalimimu.” (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Pengalaman Diterapi Akupuntur, Lebih Sakit Mana: Jarum Suntik VS Jarum Akupuntur?

  sumber gambar: wub.bandung.go.id Saya sebenarnya orang yang amat takut pada jarum suntik. Saking takutnya sampai-sampai bal...