Selasa, 15 Agustus 2017

KISAH SEORANG LAKI-LAKI, SINGA DAN BERUANG DI DALAM SUMUR


Seorang laki-laki tengah mencari kayu bakar di tengah hutan, tiba-tiba ia melihat seekor singa tengah mengendap-ngendap. Spontan, ia berlari lintang pukang sekuat tenaga hingga saking takutnya ia tak melihat bahwa di depannya ada sebuah sumur kering maka ia pun jatuh ke dalamnya. Betapa kagetnya si lelaki saat dirinya terjatuh ke dalam sumur yang lumayan dalam dan bertambah kekagetannya karena ternyata di dalam sumur ada seekor beruang yang juga terjatuh. Belum hilang kekagetan si lelaki dan juga beruang, tiba-tiba singa yang tadi mengejar si lelaki pun ikut terjatuh pula ke dalam sumur. Maka jadilah mereka bertiga berhimpitan di dasar sumur.
Bukan kepalang takutnya si lelaki mendapati dirinya berada tanpa jarak dengan dua ekor binatang buas apalagi saat didengarnya singa itu berkata pada beruang, “wahai beruang teman baruku, aku merasa sangat lapar, aku piker kamu juga demikian. Bagaimana pendapatmu bila kita makan saja orang ini, nampaknya cukup untuk menghilangkan lapar kita berdua.”
Mendengar perkataan singa, beruang yang bijak itu menjawab, “maaf bila aku tidak sependapat denganmu. Memang benar dengan memakan lelaki ini lapar kita akan hilang. Namun kita tidak tahu akan berapa lama kita berada dalam sumur ini dan kita tidak tahu apa yag akan kita lakukan saat rasa lapar kembali menyerang.”
“Lalu bagaimana idemu?” potong singa dengan tidak sabar.
“Menurutku kita harus berjanji pada lelaki ini untuk tidak memakannya dengan catatan ia harus mencari cara untuk mengeluarkan kita dari sini. Karena bukankah setiap manusia dikaruniai otak oleh Allah?”
Singa setuju. Maka singa dan beruang segera bersumpah pada si lelaki untuk tidak memakannya. Si lelaki segera berfikir untuk membuat mereka bertiga keluar dari sumur tersebut, dan setelah berdoa dan menggunakan otaknya dengan sungguh-sungguh ia pun berhasil.
***Firman Allah swt. “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun.” (QS. Faathir:37)
***Dan Dia menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Al Jaatsiyah [45]: 13)

                        ***“Berpikir sesaat lebih utama daripada ibadah setahun.” (HR. Ibnu Hibban)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Aktualisasi Diri Ibu Rumah Tangga Bersama ASUS

              Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup adalah memiliki ayah yang sangat mencintai buku. Tinggal di kampung ...