Senin, 07 Agustus 2017

KEMBALIKAN ANAKKU, WAHAI BAPAK SINGA


Ada sebuah berita yang sangat mengejutkan, bahwa seekor singa lari dari kandangnya pada sebuah kota di Itali. Pada saat itu orang-orang tengah merayakan pesta mereka. Seketika orang-orang terkejut dan ketakutan memenuhi hati mereka. Semua lari lintang pukang mencari perlindungan.
Di antara mereka terdapat seorang bayi yang jatuh dari pangkuan ibunya. Singa itu mengambil sang bayi dengan giginya dan bermaksud menerkamnya. Sang ibu berteriak dan lari ke depan binatang buas itu sambil merentangkan tangannya. Air mata mengalir di pipinya.
Berulang kali dengan suara yang tinggi ia berkata, "Kembalikan anakku padaku, wahai bapaknya singa!"
Sang singa melihat pada perempuan yang berduka itu dengan pandangan kaget yang menyentuh hati, seolah-olah dia mengetahui bahwa wanita inilah ibu bayi itu yang menyusui dengan kasih sayangnya. Maka sang singa mendekatinya dan menyimpan bayi itu di antara lengannya dengan selamat tanpa melukainya. Kemudian sang singa pun pergi meninggalkan sang ibu yang berbahagia.

***Maka camkanlah, wahai anak, dalam cerita ini engkau melihat ibu anak ini telah mencurahkan hidupnya untuk menjaga hidup anaknya. Maka demikian pula ibumu ia bahagia akan memikul pahala yang besar seperti mendapatkan kesenangan bagimu dan menjagamu dari bahaya. Maka terimalah ia dengan penuh syukur dan hormat dan turuti perintahnya dengan mendengarkan dan meniru balasan baginya atas apa yang telah dilakukannya untukmu pada masa yang lalu. Maka tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan.

                        *** Allah swt. Berfirman: "Dan Tuhanmu telah menentukan supaya engkau semua jangan menyembah melainkan Dia dan supaya engkau semua berbuat baik kepada kedua orangtua. Dan kalau salah seorang diantara keduanya atau keduanya ada di sisimu sampai usia tua, maka janganlah engkau berkata kepada keduanya dengan ucapan "cis", dan jangan pula engkau menggertak keduanya, tetapi ucapkanlah kepada keduanya itu ucapan yang mulia -penuh kehormatan-. Dan turunkanlah sayap kerendahan -maksudnya rendahkanlah dirimu- terhadap kedua orangtuamu itu dengan kasih sayang dan katakanlah: "Ya Tuhanku, kasihanilah kedua orang tuaku itu sebagaimana keduanya mengasihi aku dikala aku masih kecil." (al-Isra': 23-24)

***Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Nabi  menjawab, “Berbakti kepada orangtua.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Beliau  menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Aktualisasi Diri Ibu Rumah Tangga Bersama ASUS

              Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup adalah memiliki ayah yang sangat mencintai buku. Tinggal di kampung ...