Jumat, 25 Agustus 2017

ILMU SELEZAT DURIAN

Akhir-akhir ini Irfan sering kali mengatakan besok tidak akan sekolah atau bertanya apakah besok libur kepada mamanya. jik ditanya mamanya, ada saja alasan yang dilontarkan Irfan dan semuanya tampak mengada-ada. Nampaknya ia mengalami kebosanan. 
Di sekolah pun Irfan lebih sering berlari kesana kemari atau ngobrol dengan teman-temannya dari pada ikut belajar. Ia baru mau belajar bila dilakukan di luar kelas sambil bermain. Ia yang biasanya mudah dinasihati guru sekarang jadi agak susah mendengarkan.

***

Mungkin Bunda pernah mendapati ananda berperilaku seperti Irfan. Hal ini memang wajar jika sesekali terjadi pada anak-anak terutama anak kecil. Wajar bukan berarti bisa dibiarkan begitu saja ya, Bunda. Ananda tetap harus dimotivasi dan diberi pengertian agar kembali bersemangat. Semangat berusaha!

***

Irfan adalah seorang murid yang rajin dan pandai. Suatu hari ia mengalami kejenuhan dalam belajar dan selalu ingin bolos sekolah. Hatinya tak tergerak sedikitpun untuk menyenangi pelajarannya kembali. Hal tersebut tentu saja membuat heran orang tua juga guru-gurunya. Seorang guru yang bijak pada suatu hari mengajak Irfan untuk berjalan-jalan di kebun yang penuh dengan berbagai macam buah-buahan. Saat asyik berjalan-jalan sambil bercengkrama, tiba-tiba mereka menemukan sebuah durian dengan duri-durinya yang sangat tajam.
Irfan yang memang sangat menyukai durian itu cepat-cepat berusaha memungut durian itu. Pak guru mencegahnya dan berkata, "Hei, awas! Apa kamu tidak lihat duri-duri buah itu yang sangat tajam laksana jarum?"
Irfan menjawab santai, "Benar aku lihat duri itu, tapi di dalamnya ada buah yang sangat lezat. Kita tak akan dapat mengambilnya jika tidak rela merasakan sakit saat membukanya."
Sang guru yang bijak pun tersenyum, "Engkau benar, akan tetapi andai kau mengamati isi ucapanmu niscaya kau akan melihat bahwa lisanmu itu menyindir seseorang yang ada dibalik bajumu…bukankah engkau yang berhenti dari menuntut ilmu dan mengunci hasratmu? Tidakkah engkau tahu bahwa dalam ilmu itu terdapat kelezatan yang sangat besar, seseorang tidak akan dapat merasakannya kecuali setelah merasakan pahitnya siksaan? Maka ambillah pelajaran, wahai anakku, dan bersabarlah atas kelelahan belajar, maka sesungguhnya mencarinya, meskipun sulit, akan tetapi memberikan jaminan bagimu kebaikan yang banyak."

***"Katakanlah!Adakah sama antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu?" ( QS.Az-Zumar: 9)
***Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Aktualisasi Diri Ibu Rumah Tangga Bersama ASUS

              Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup adalah memiliki ayah yang sangat mencintai buku. Tinggal di kampung ...