Senin, 07 Agustus 2017

DOGI ANJING YANG RAKUS

1.       

Suatu hari yang cerah Dogi anjing tengah berjalan dengan riang gembira. Di mulutnya ada sepotong daging segar yang membuatnya merasa menjadi anjing paling beruntung. Ia berniat menikmati daging itu di kandangnya sambil berleha-leha.
Saat menyeberang sungai di atas jembatan menuju kandangnya ia melihat ke dalam air. Di bawah sana ia melihat seekor anjing tengah menggigit sepotong daging yang terlihat lebih besar dari daging miliknya. Seketika rasa gembiranya hilang berganti dengan rasa iri dengki.
“Wah anjing itu punya daging yang lebih besar, aku harus merebutnya.”
Lalu tanpa pikir panjang ia membuang dagingnya dan segera terjun ke sungai dengan maksud merebut daging yang lebih besar itu.
Byuur!
Namun alih-alih mendapatkan daging yang lebih besar, badannya basah kuyup dan letih karena harus berenang ke tepian. Yang ia lihat tadi bukan anjing yang lain tapi bayangannya sendiri.
            Dogi pulang dengan langkah gontai dengan penuh penyesalan. Apalagi dilihatnya di atas sana seekor gagak telah menyambar dagingnya. Sambil menarik napas panjang ia mengeluh.
“Celakalah diriku. Kerakusanku telah menyesatkanku. Aku membuang yang sedikit karena menginginkan yang banyak sehingga tidak mendapatkan keduanya.”

*** Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa suatu hari Abu Ubadah pulang dari Bahrain untuk mengambil pajak, saat itu Rasulullah tengah shalat subuh bersama para sahabat. Setelah shalat beliau bersabda, “Sambutlah berita gembira itu dan berharaplah semoga Allah memudahkan apa yang kamu inginkan. Demi Allah, tidaklah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi aku khawatir kalau-kalau kekayaan dunia ini dihamparkan sebagaimana yang pernah dihamparkan atas orang-orang sebelum kalian, lalu akan berlomba-lomba pada kekayaan sebagaimana mereka dan kemudian kekayaan itu akan membinasakan kalian, sebagaimana mereka.”

*** Tak ada kebaikan bagi orang yang rakus. Saat banyak harta ia tak mau sedekah karena takut miskin dan selalu merasa kurang. Saat hartanya sedikit tak pernah merasa syukur bahkan mengeluh kurang terus. Melihat orang lain memiliki harta berlebih maka hatinya hasud dan dengki. Sungguh cape menjadi orang yang serakah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan berkomentar, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima kasih :)

Pengalaman Diterapi Akupuntur, Lebih Sakit Mana: Jarum Suntik VS Jarum Akupuntur?

  sumber gambar: wub.bandung.go.id Saya sebenarnya orang yang amat takut pada jarum suntik. Saking takutnya sampai-sampai bal...